Kejadian 33-35
Kejadian 33
Yakub Menemui Esau
1Yakub mengarahkan matanya dan mengamat-amati. Lihat, Esau datang beserta empat ratus orang laki-laki. Kemudian, Yakub membagi anak-anaknya kepada Lea, dan kepada Rahel, dan kepada kedua hamba perempuannya.
2Yakub menempatkan kedua hamba perempuannya dan anak-anak mereka di depan. Setelah itu, Lea dan anak-anaknya. Yang terakhir adalah Rahel dan Yusuf.
3Yakub sendiri berjalan di depan mereka dan berlutut ke tanah sebanyak tujuh kali sampai dia tiba di dekat kakaknya.
4Kemudian, Esau berlari menyongsongnya, memeluknya, merangkul lehernya, dan menciumnya, lalu mereka menangis.
5Setelah itu, dia mengarahkan matanya dan melihat perempuan-perempuan dan anak-anak itu. Dia berkata, “Siapakah mereka yang bersamamu ini?” Yakub menjawab, “Inilah anak-anak, yang dengan kemurahan hati telah dikaruniakan Allah kepadaku.”
6Kemudian, kedua hamba perempuan itu mendekat, mereka dan anak-anaknya, lalu mereka berlutut.
7Lea beserta anak-anaknya juga mendekat, lalu mereka berlutut. Setelah itu, mendekatlah Yusuf beserta Rahel, lalu mereka berlutut.
8Esau berkata, “Apa maksudmu dengan semua iring-iringan yang aku jumpai tadi?” Yakub menjawab, “Untuk memperoleh kemurahan di matamu, Tuanku.”
9Namun, Esau berkata, “Aku telah punya banyak, Adikku. Simpanlah yang kamu miliki ini untuk dirimu sendiri.”
10Yakub berkata, “Tidak! Aku mohon, jika pada saat ini aku memperoleh kemurahan di matamu, terimalah hadiah dari tanganku ini. Sebab, aku telah melihat wajahmu bagaikan aku telah melihat wajah Allah, dan engkau berkenan kepadaku.
11Aku mohon, terimalah berkatku yang dibawa kepadamu ini karena Allah telah bermurah hati kepadaku, dan karena aku mempunyai segalanya.” Yakub mendesaknya dan Esau pun menerimanya.
12Kemudian, Esau berkata, “Mari kita melakukan perjalanan dan berangkat. Aku akan pergi mendahuluimu.”
13Namun, Yakub berkata kepadanya, “Tuanku mengetahui bahwa anak-anak ini masih lemah, dan besertaku ada pula kawanan kambing domba dan ternak yang masih menyusui. Jika digiring paksa selama sehari saja, semua kawanan itu akan mati.
14Jadi, silakan tuanku mendahului hambamu ini. Aku akan menyusul pelan-pelan mengikuti langkah ternak di depanku, dan mengikuti langkah anak-anak hingga aku tiba kepada tuanku di Seir.”
15Lalu, Esau berkata, “Kalau begitu, biarlah kutinggalkan bersamamu beberapa orang yang menyertaiku ini.” Akan tetapi, Yakub menjawab, “Apakah perlunya hal itu? Biarlah aku memperoleh kemurahan hati di mata tuanku.”
16Jadi, pada hari itu, Esau kembali ke perjalanannya menuju Seir.
17Sementara itu, Yakub berangkat ke Sukot dan mendirikan rumah bagi dirinya dan membuat pondok-pondok dari daun bagi ternaknya. Itulah sebabnya, tempat itu dinamakan Sukot.
18Yakub tiba dengan selamat di kota Sikhem, di tanah Kanaan, ketika dia tiba dari Padan-Aram. Lalu, dia mendirikan tendanya di depan kota itu.
19Dia membeli sebidang tanah, tempat dia mendirikan tendanya dari tangan keturunan Hemor, ayah Sikhem, seharga 100 kesita.
20Dia mendirikan mazbah di situ dan menyebutnya, “Allah Israel adalah Allah.”
Kejadian 34
Sikhem Memerkosa Dina
1Pada suatu hari, Dina, anak perempuan Lea, yang dilahirkannya bagi Yakub, pergi untuk mengunjungi anak-anak perempuan di negeri itu.
2Ketika Sikhem, anak Hemor, orang Hewi, pemimpin negeri itu, melihat Dina, dia membawanya dan menidurinya, lalu memerkosanya.
3Namun, jiwanya terpaut kepada gadis itu, anak perempuan Yakub. Dia mencintai gadis itu dan berbicara dengan lembut kepadanya.
4Lalu, Sikhem berkata kepada Hemor, ayahnya, “Dapatkanlah gadis itu bagiku untuk menjadi istriku.”
5Yakub mendengar bahwa dia telah menodai Dina, anak perempuannya. Namun, anak-anak laki-lakinya sedang bersama ternak di padang sehingga Yakub tetap diam sampai mereka pulang.
6Kemudian, Hemor, ayah Sikhem, pergi kepada Yakub untuk berbicara dengannya.
7Anak-anak Yakub baru kembali dari padang ketika mendengar tentang hal ini sehingga orang-orang itu merasa sakit hati dan sangat terbakar kemarahannya karena Sikhem telah berbuat aib di antara orang Israel dengan meniduri anak perempuan Yakub. Hal itu tidak pantas untuk dilakukan.
8Akan tetapi, Hemor berkata kepada mereka, katanya, “Jiwa anakku, Sikhem, telah terpaut kepada anak perempuanmu. Aku mohon, berikanlah anak perempuanmu itu kepadanya untuk menjadi istrinya.
9Marilah kita saling berbesan. Berikanlah anak perempuanmu kepada kami dan ambillah anak-anak perempuan kami bagimu.
10Dengan demikian, kamu dapat tinggal bersama kami. Tanah ini ada di hadapanmu, tinggallah, berdaganglah, dan kumpulkanlah hartamu dari itu.”
11Kemudian, Sikhem berkata kepada ayah perempuan itu dan kepada saudara-saudaranya, “Biarlah aku mendapatkan kemurahan di matamu dan apa pun yang kamu katakan kepadaku, aku akan memberikannya.
12Bebankanlah sebanyak mungkin maskawin dan hadiah kepadaku, maka aku akan memberikannya sesuai dengan yang engkau katakan kepadaku. Hanya, berikanlah gadis itu kepadaku sebagai istri.”
13Karena adik perempuan mereka telah dinodai, para anak laki-laki Yakub menjawab Sikhem dan Hemor, ayahnya, dengan tipu daya.
14Kata mereka, “Kami tidak dapat melakukan hal ini, yaitu menyerahkan adik kami kepada seorang laki-laki yang tidak bersunat karena hal itu akan menjadi aib bagi kami.
15Hanya dengan syarat ini kami akan setuju denganmu, yaitu seluruh laki-laki di antaramu harus disunat.
16Setelah itu, kami akan memberikan anak-anak perempuan kami kepadamu dan kami akan mengambil anak-anak perempuanmu bagi kami. Lalu, kami akan tinggal bersamamu dan kita akan menjadi satu bangsa.
17Namun, jika kamu tidak mendengarkan kami, untuk disunat, kami akan mengambil anak perempuan kami dan kami akan pergi.”
18Perkataan mereka dipandang baik oleh Hemor dan dipandang baik oleh Sikhem, anak Hemor.
19Pemuda itu tidak menunda-nunda untuk melakukannya karena dia sangat menginginkan anak perempuan Yakub itu dan dialah yang paling dihormati di antara keluarga ayahnya.
20Lalu, Hemor dan Sikhem, anaknya, pergi ke gerbang kotanya untuk berbicara kepada para laki-laki di kota itu, katanya
21“Orang-orang ini bersahabat dengan kita. Karena itu, biarlah mereka tinggal di tanah kita dan berdagang di dalamnya. Sebab, lihatlah, tanah ini masih cukup luas bagi mereka. Marilah kita mengambil anak-anak perempuan mereka sebagai istri, dan biarlah kita memberikan anak-anak perempuan kita kepada mereka.
22Hanya dengan syarat inilah orang-orang itu sepakat untuk tinggal bersama kita untuk menjadi satu bangsa, yaitu setiap laki-laki di antara kita harus disunat, sama seperti mereka juga telah disunat.
23Bukankah nantinya ternak mereka, harta mereka, dan segala hewan mereka akan menjadi milik kita? Jadi, mari kita sepakat dengan mereka, lalu mereka akan tinggal bersama kita.”
24Semua laki-laki yang pergi ke gerbang kota itu mendengarkan Hemor dan Sikhem, anaknya. Oleh karena itu, setiap laki-laki disunat, yaitu semua yang pergi ke gerbang kotanya itu.
25Tiga hari kemudian, sewaktu mereka masih kesakitan, dua orang dari anak laki-laki Yakub, yaitu Simeon dan Lewi, kakak-kakak Dina, mengambil pedangnya masing-masing, dan memasuki kota itu dengan berani, lalu mereka membunuh semua laki-laki itu.
26Mereka juga membunuh Hemor dan anaknya, Sikhem, dengan mata pedang. Kemudian, mereka membawa Dina keluar dari rumah Sikhem dan pergi.
27Anak-anak Yakub mendatangi mereka yang terbunuh itu dan menjarah kota itu karena mereka telah menodai adik perempuannya.
28Mereka mengambil kawanan domba, ternak, dan keledainya, apa saja yang masih ada di kota itu, dan yang ada di ladang,
29seluruh kekayaannya, semua anaknya, dan istri-istrinya, bahkan menjarah segala sesuatu yang ada di dalam rumah.
30Akan tetapi, Yakub berkata kepada Simeon dan Lewi, “Kamu telah menyusahkan aku dengan membusukkanku di antara penduduk negeri ini, di antara orang Kanaan dan orang Feris. Orang-orangku hanya sedikit jumlahnya, sedangkan mereka akan bergabung untuk melawanku dan menyerangku, dan aku pun akan dibinasakan, aku dan seisi rumahku.”
31Namun, mereka berkata, “Haruskah dia memperlakukan adik perempuan kami seperti perempuan sundal?”
Kejadian 35
Yakub di Betel
1Allah berfirman kepada Yakub, “Bangunlah, pergilah ke Betel dan tinggallah di sana. Lalu, buatlah sebuah mazbah bagi Allah yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika kamu melarikan diri dari kakakmu, Esau.”
2Kemudian, Yakub berkata kepada seisi rumahnya dan kepada semua yang bersamanya, “Singkirkanlah ilah-ilah lain yang ada di antara kalian, dan bersihkanlah dirimu, lalu gantilah pakaianmu.
3Mari kita bersiap-siap dan pergi ke Betel. Di sana, aku akan membuat sebuah mazbah bagi Allah yang menjawabku pada masa kesulitanku dan yang menyertaiku ke mana pun aku pergi.”
4Kemudian, mereka menyerahkan segala ilah lain yang ada di tangan mereka dan anting-anting yang ada di telinga mereka kepada Yakub, lalu Yakub menanamnya di bawah pohon tarbantin, yang terletak di dekat Sikhem.
5Lalu, mereka berangkat dan kengerian dari Allah menimpa kota-kota di sekelilingnya sehingga mereka tidak mengejar keturunan Yakub itu.
6Yakub tiba di Lus, yaitu Betel, yang terletak di tanah Kanaan, dia dan semua orang yang besertanya.
7Yakub membangun sebuah mazbah di sana dan menamai tempat itu “El-Betel” karena di tempat itulah Allah menampakkan diri kepadanya, ketika dia melarikan diri dari kakaknya.
8Lalu, Debora, pengasuh Ribka, mati di sana dan dia dikuburkan di bawah Betel, di bawah pohon tarbantin sehingga namanya disebut “Alon-Bakut”.
Nama Baru Yakub
9Kemudian, Allah kembali menampakkan diri kepada Yakub dan memberkatinya, ketika dia datang dari Padan-Aram.
10Allah berfirman kepadanya, “Namamu Yakub, namamu tidak lagi akan disebut Yakub, melainkan Israel yang akan menjadi namamu.” Jadi, Dia menamainya Israel.
11Allah berfirman kepadanya, “Akulah Allah Yang Mahakuasa, beranakcuculah dan berlipatgandalah: satu bangsa dan sekumpulan bangsa akan berasal darimu, dan raja-raja akan datang dari tubuhmu sendiri.
12Tanah yang Kuberikan kepada Abraham dan Ishak akan Kuberikan kepadamu, bahkan Aku akan memberikan tanah ini kepada keturunanmu yang akan datang.”
13Kemudian, naiklah Allah dari padanya, dari tempat Dia berfirman kepadanya.
14Lalu, Yakub mendirikan sebuah tugu di tempat itu, tempat Allah telah berfirman kepadanya, sebuah tugu batu. Lalu, dia mencurahkan persembahan minuman ke atasnya dan dia mencurahkan minyak ke atasnya.
15Lalu, Yakub menamai tempat itu, tempat Allah telah berfirman kepadanya, Betel.
Kematian Rahel
16Lalu, mereka berangkat dari Betel. Ketika tidak terlalu jauh lagi jarak menuju Efrata, Rahel melahirkan, tetapi dia mengalami kesulitan untuk melahirkan.
17Ketika dia sangat kesulitan untuk melahirkan, orang yang membantunya melahirkan berkata kepadanya, “Jangan takut sebab kamu mendapatkan anak laki-laki lagi.”
18Ketika nyawanya hampir melayang, dia menyebut nama anaknya, Ben-Oni, lalu dia pun mati. Namun, ayahnya menamainya Benyamin.
19Demikianlah Rahel mati dan dikuburkan di jalan menuju ke Efrata, yaitu Betlehem.
20Yakub mendirikan sebuah tugu di atas kuburnya, dan itulah tugu kubur Rahel sampai hari ini.
21Kemudian, Israel berangkat dan mendirikan tendanya di luar Migdal-Eder.
22Ketika Israel tinggal di tanah itu, Ruben bersetubuh dengan Bilha, gundik ayahnya, dan Israel mendengarnya. Saat itu, anak laki-laki Yakub berjumlah dua belas orang.
Anak-Anak Yakub
23Anak-anak Lea adalah Ruben, anak sulung Yakub, kemudian Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar, dan Zebulon.
24Anak-anak Rahel adalah Yusuf dan Benyamin.
25Anak-anak Bilha, hamba Rahel, adalah Dan dan Naftali.
26Anak-anak Zilpa, hamba Lea, adalah Gad dan Asyer. Mereka inilah anak-anak Yakub yang dilahirkan baginya di Padan-Aram.
27Lalu, Yakub datang kepada Ishak, ayahnya, di Mamre, di Kiryat-Arba, yaitu Hebron. Di sinilah Abraham dan Ishak tinggal sementara.
28Umur Ishak adalah 180 tahun.
29Kemudian, hidup Ishak berakhir dan dia pun mati. Dia dikumpulkan kepada kaumnya, menjadi tua, dan genap hari-harinya. Anak-anaknya, Esau dan Yakub, yang menguburkannya.