Kidung Agung 1-3
Kidung Agung 1
1Nyanyian di atas segala nyanyian dari Salomo.
Pengantin Perempuan dan Putri-Putri Yerusalem
2Biarlah dia menciumku dengan kecupan mulutnya! Sebab, cintamu lebih baik daripada anggur.
3Aroma minyak wangimu harum; namamu seperti minyak yang tercurah; karena itulah gadis-gadis mencintaimu.
4Tariklah aku di belakangmu. Ayo cepat lari! Raja telah membawaku masuk ke kamar tidurnya. Kami akan bersukacita dan bergembira karena engkau. Kami akan mengingat cintamu melebihi anggur. Pantaslah mereka mencintaimu.
5Aku hitam, tetapi cantik, hai putri-putri Yerusalem, seperti kemah-kemah Kedar, seperti tirai-tirai Salomo.
6Jangan memandangiku karena aku hitam, karena matahari telah menatapku. Putra-putra ibuku marah kepadaku. Mereka menjadikanku penjaga kebun-kebun anggur, tetapi kebun anggurku sendiri tidak kujaga.
7Beri tahu aku, hai kekasih jiwaku, di mana engkau menggembalakan kawanan dombamu? Di mana engkau membaringkan mereka pada waktu tengah hari? Sebab, mengapa aku harus seperti orang yang berselubung di samping kawanan domba teman-temanmu?
8Jika engkau tidak tahu, hai yang tercantik dari segala perempuan, ikutilah jejak-jejak kawanan itu, dan gembalakan kambing-kambing mudamu di dekat kemah-kemah para gembala.
9Aku mengumpamakan engkau, kekasihku, dengan kuda betina di antara kereta-kereta kuda Firaun.
10Pipimu elok dengan perhiasan-perhiasan, dan lehermu dengan untaian permata.
11Kami akan membuatkanmu perhiasan-perhiasan emas bertatah perak.
12Sementara Raja berada di mejanya, narwastuku menebarkan keharumannya.
13Bagiku, kekasihku seperti sekantong mur yang terletak di antara buah dadaku.
14Bagiku, kekasihku seperti serumpun bunga pacar di kebun anggur En-Gedi.
15Lihat, cantiknya engkau, kekasihku! Lihat, cantiknya engkau! Matamu bagaikan merpati.
16Lihat, tampannya engkau, kekasihku! Sungguh menyenangkan! Sungguh, tempat tidur kita hijau.
17Kasau rumah kita adalah pohon aras; dinding-dinding kita adalah pohon cemara.
Kidung Agung 2
1Aku adalah bunga mawar Saron, bunga bakung di lembah-lembah.
2Bagaikan bunga bakung di antara semak-semak berduri, seperti itulah kekasihku di antara para gadis.
3Bagaikan pohon apel di antara pohon-pohon di hutan, seperti itulah kekasihku di antara para jejaka. Aku senang duduk dalam naungannya, dan buahnya manis bagi mulutku.
4Dia membawaku ke rumah anggur, dan panjinya di atasku adalah cinta.
5Topanglah aku dengan kue kismis, segarkanlah aku dengan buah-buah apel, karena aku sakit asmara.
6Tangan kirinya ada di bawah kepalaku, dan tangan kanannya memelukku.
7Aku menyumpahimu, hai putri-putri Yerusalem, demi rusa-rusa betina atau kijang-kijang di padang. Jangan membangunkan dan jangan membangkitkan cinta sebelum ia menginginkannya.
Di Pintu Pengantin Perempuan
8Suara kekasihku! Lihat, dia datang, melompat-lompat di atas gunung-gunung, meloncat-loncat di atas bukit-bukit.
9Kekasihku bagaikan seekor kijang, atau anak rusa jantan. Lihat, dia berdiri di balik tembok kita, menatap melalui jendela-jendela, mengintip melalui kisi-kisi.
10Kekasihku menjawab aku, katanya, “Bangunlah, sayangku, cantikku. Marilah!
11Sebab, lihatlah bahwa musim dingin sudah lewat; hujan sudah berhenti, dan sudah berlalu.
12Bunga-bunga tampak di tanah. Waktu untuk bernyanyi telah tiba; suara tekukur terdengar di tanah kita.
13Pohon ara telah mematangkan buah-buah aranya. Pohon-pohon anggur yang berbunga memberikan keharumannya. Bangunlah, marilah, sayangku, cantikku. Marilah!”
14Oh merpatiku, di celah-celah bukit batu, di persembunyian di tempat-tempat yang curam, biarkan aku memandang penampilanmu, biarkan aku mendengar suaramu. Sebab, suaramu itu merdu, dan penampilanmu itu elok!
15Tangkaplah rubah-rubah bagi kami, rubah-rubah kecil yang merusak kebun-kebun anggur, karena kebun-kebun anggur kami sedang berbunga!
16Kekasihku adalah milikku, dan aku miliknya. Dia menggembala di antara bunga-bunga bakung.
17Sampai siang hari berembus, dan bayang-bayang menghilang, kembalilah, kekasihku, jadilah seperti seekor kijang, atau anak rusa jantan, di bukit-bukit terjal!
Kidung Agung 3
Angan-Angan Pengantin Perempuan
1Di atas tempat tidurku, pada malam hari, aku mencari-cari dia yang dicintai jiwaku. Aku mencarinya, tetapi tidak menemukannya.
2Aku akan bangun sekarang, dan pergi berkeliling kota, di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan; aku akan mencari dia yang dicintai jiwaku. Aku mencarinya, tetapi tidak menemukannya.
3Para penjaga yang berkeliling kota menemukanku. “Apakah kamu melihat dia yang dicintai jiwaku itu?”
4Ketika aku baru saja aku melewati mereka, aku menemukan dia yang dicintai jiwaku! Aku memegangnya, dan takkan membiarkannya pergi, sampai aku membawanya ke rumah ibuku, ke kamar orang yang mengandung aku.
5Aku menyumpahimu, hai putri-putri Yerusalem, demi rusa-rusa betina atau kijang-kijang di padang. Jangan membangunkan dan jangan membangkitkan cinta sebelum ia menginginkannya.
Iring-iringan Pengantin
6Apakah itu, yang muncul dari padang belantara bagaikan tiang-tiang asap yang wangi dengan mur dan kemenyan, dengan segala serbuk harum dari pedagang?
7Lihat, inilah joli Salomo! Yang mengelilinginya adalah enam puluh orang perkasa, dari antara orang-orang perkasa Israel.
8Mereka semua memegang pedang, dan terlatih dalam peperangan; setiap orang dengan pedang di pinggangnya untuk berjaga-jaga terhadap kengerian pada waktu malam.
9Raja Salomo membuat baginya sendiri sebuah tandu dari kayu lebanon.
10Dia membuat tiang-tiangnya dari perak, dan sandarannya dari emas. Tempat duduknya berwarna ungu; bagian dalamnya dihiasi dengan cinta oleh putri-putri Yerusalem.
11Keluarlah, putri-putri Sion, dan pandanglah Raja Salomo, dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya, pada hari pernikahannya, pada hari kegembiraan hatinya!