Amsal 31; Pengkhotbah 1-3
Amsal 31
Perkataan-Perkataan Hikmat untuk Raja Lemuel
1Perkataan Lemuel, raja Masa, yang diajarkan oleh ibunya kepadanya.
2Ada apa, anakku? Ada apa, anak kandungku? Ada apa, anak nazarku?
3Jangan berikan kekuatanmu kepada perempuan, atau jalan-jalanmu kepada mereka yang membinasakan raja-raja.
4Tidaklah pantas bagi raja, hai Lemuel, tidaklah pantas bagi raja untuk meminum anggur, atau bagi para pembesar untuk mengidamkan minuman keras,
5supaya jangan sampai mereka minum, lalu melupakan yang telah ditetapkan, dan membengkokkan hak semua orang tertindas.
6Berikan minuman keras kepada orang yang akan binasa, dan anggur kepada orang yang pahit hatinya.
7Biarkan mereka minum, dan melupakan kemiskinannya, dan tidak lagi mengingat kesusahannya.
8Bukalah mulutmu bagi orang bisu, bagi hak-hak semua orang yang akan lenyap.
9Bukalah mulutmu, hakimilah dengan adil, dan belalah yang miskin dan yang melarat.
Pujian untuk Istri yang Cakap
10Istri yang cakap, siapa dapat menemukan? Dia jauh lebih berharga daripada permata.
11Hati suaminya memercayainya, dan suaminya itu tidak akan kekurangan keuntungan.
12Dia berbuat baik kepada suaminya, dan tidak berbuat jahat, setiap hari dalam hidupnya.
13Dia mencari bulu domba dan rami, dan dengan senang hati bekerja dengan tangannya.
14Dia itu seperti kapal-kapal pedagang; dia membawa makanannya dari tempat yang jauh.
15Dia bangun selagi masih malam, lalu menyediakan makanan bagi seisi rumahnya, dan membagikan tugas kepada pelayan-pelayan perempuannya.
16Dia menimbang-nimbang ladang, lalu membelinya; dengan hasil tangannya, dia menanami kebun anggur.
17Dia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, dan menguatkan lengannya.
18Dia tahu bahwa keuntungannya itu baik. Pelitanya tidak padam pada waktu malam.
19Dia menaruh tangannya pada roda pemintal, dan jari-jarinya memegang tangkai pemintal.
20Dia membuka tangannya bagi orang miskin, dan mengulurkan tangannya kepada yang melarat.
21Dia tidak takut terhadap salju untuk seisi rumahnya karena seluruh isi rumahnya berpakaian kain kirmizi.
22Dia membuat permadani; pakaiannya adalah linen halus dan kain ungu.
23Suaminya dikenal di pintu-pintu gerbang, ketika dia duduk bersama-sama dengan para tua-tua negeri.
24Dia membuat pakaian-pakaian dari linen, lalu menjualnya; dia menyerahkan ikat-ikat pinggang kepada para pedagang.
25Kekuatan dan kehormatan adalah pakaiannya, dan dia tertawa tentang masa yang akan datang.
26Dia membuka mulutnya dengan hikmat, dan hukum kebaikan ada pada lidahnya.
27Dia mengawasi kelakuan seisi rumahnya, dan tidak makan hidangan kemalasan.
28Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia; suaminya pun memujinya,
29“Banyak perempuan telah berlaku baik, tetapi kamu melebihi mereka semua.”
30Keelokan paras itu menipu dan kecantikan itu sia-sia, tetapi perempuan yang takut akan TUHAN, dia dipuji-puji.
31Berikan kepadanya hasil tangannya; biarkan pekerjaannya sendiri memujinya di pintu-pintu gerbang.
Pengkhotbah 1
Segala Sesuatu Adalah Kesia-siaan
1Kata-kata Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem.
2“Kesia-siaan atas segala kesia-siaan,” kata Pengkhotbah, “Kesia-siaan atas segala kesia-siaan! Semuanya adalah kesia-siaan.”
3Apa untungnya semua kerja keras manusia, yang diusahakannya di bawah matahari?
4Satu generasi pergi, dan generasi lain datang, tetapi bumi tetap selama-lamanya.
5Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terengah-engah kembali ke tempat ia terbit di sana.
6Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara. Angin bertiup berputar-putar, lalu kembali ke peredarannya.
7Segala sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak pernah penuh. Ke tempat sungai-sungai itu mengalir, ke sanalah mereka mengalir kembali.
8Segala sesuatu melelahkan; tidak ada manusia yang sanggup mengatakannya. Mata tidak pernah puas melihat, begitu juga telinga tidak pernah penuh mendengar.
9Sesuatu yang pernah ada, itulah yang akan ada lagi. Sesuatu yang telah diperbuat, itulah yang akan diperbuat lagi. Tidak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.
10Adakah sesuatu yang tentangnya dikatakan, “Lihat, ini baru”? Itu sudah ada sejak dahulu kala sebelum kita ada.
11Tidak ada kenangan tentang hal-hal terdahulu, dan tidak akan ada kenangan tentang hal-hal yang akan datang pada orang-orang yang akan ada kelak.
Mengejar Hikmat Adalah Kesia-siaan
12Aku, Pengkhotbah, telah menjadi raja atas Israel di Yerusalem.
13Aku menetapkan hatiku untuk menyelidiki dan mencari-cari dengan hikmat segala sesuatu yang dilakukan di bawah langit. Itulah tugas menyulitkan yang Allah berikan kepada anak-anak manusia untuk menyibukkan mereka.
14Aku telah melihat semua yang dilakukan di bawah matahari, dan lihatlah, semuanya adalah kesia-siaan dan usaha mengejar angin.
15Yang bengkok tidak dapat diluruskan, dan yang kurang tidak dapat dihitung.
16Aku berbicara dalam hatiku, dan berkata, “Aku telah menumbuhkan dan menambahkan hikmat melebihi semua orang yang memerintah Yerusalem sebelum aku. Hatiku telah melihat hikmat serta pengetahuan yang besar.”
17Aku menetapkan hatiku untuk mengetahui hikmat dan pengetahuan, kebodohan dan kebebalan. Aku mengerti bahwa ini pun usaha mengejar angin.
18Sebab, dengan banyak hikmat, ada banyak kesusahan, dan dia yang memperbanyak pengetahuan memperbanyak kesengsaraan.
Pengkhotbah 2
Hikmat dan Kebodohan Adalah Kesia-siaan
1Aku berkata dalam hatiku, “Marilah, aku akan mengujimu dengan kegembiraan. Pandanglah kesenangan.” Lihatlah, ini pun kesia-siaan.
2Tentang tawa, aku berkata, “Ini kebodohan”, dan tentang kegembiraan, “Apa gunanya itu?”
3Aku menyelidiki hatiku untuk menyemangati tubuhku dengan anggur, sementara hatiku menuntunku dengan hikmat, dan dengan memegang kebodohan, sampai aku dapat melihat apa yang baik bagi anak-anak manusia untuk dilakukan di bawah langit selama beberapa hari kehidupan mereka.
4Aku memperbesar pekerjaan-pekerjaanku. Aku membangun rumah-rumah, dan menanami kebun-kebun anggur bagi diriku sendiri.
5Aku membuat bagiku sendiri kebun-kebun dan taman-taman, lalu menanaminya dengan segala jenis pohon buah.
6Aku membuat bagiku sendiri kolam-kolam air untuk mengairi hutan tempat pohon-pohon bertumbuh.
7Aku membeli budak-budak laki-laki dan perempuan, dan aku punya budak-budak yang lahir di rumahku. Aku juga mempunyai banyak ternak, kawanan sapi dan kawanan domba, melebihi semua orang yang ada sebelum aku di Yerusalem.
8Aku juga mengumpulkan bagiku sendiri perak dan emas, serta harta raja-raja dan provinsi-provinsi. Aku menyediakan bagiku sendiri para penyanyi laki-laki dan para penyanyi perempuan, serta kesenangan anak-anak manusia, yaitu gundik yang banyak.
9Karena itu, aku menjadi besar dan bertambah-tambah melebihi semua yang ada sebelum aku di Yerusalem. Hikmatku juga tinggal padaku.
10Segala sesuatu yang diminta oleh mataku, aku tidak menahan mereka. Aku tidak menahan hatiku dari segala kesenangan. Sebab, hatiku bersukacita atas segala kerja kerasku. Itulah bagianku dari segala kerja kerasku.
11Kemudian, aku berpaling kepada semua pekerjaan yang telah dilakukan oleh tanganku dan semua kerja keras yang telah kuusahakan. Lihatlah, semuanya adalah kesia-siaan dan usaha mengejar angin. Tidak ada keuntungan di bawah matahari.
12Karena itu, aku berpaling untuk menyelidiki hikmat, kebodohan, dan kebebalan. Sebab, apakah yang dapat dilakukan manusia yang akan menjadi raja berikutnya, selain hanya apa yang sudah dikerjakan sebelumnya?
13Kemudian, aku melihat bahwa hikmat mengungguli kebodohan, sama seperti terang mengungguli kegelapan.
14Orang berhikmat memiliki mata di kepalanya, tetapi orang bodoh berjalan dalam kegelapan. Namun, aku pun tahu bahwa nasib yang sama menimpa mereka semua.
15Lalu, aku berkata dalam hatiku, “Nasib orang bodoh juga akan menimpa aku. Mengapa selama ini aku begitu berhikmat?” Lalu, aku berkata dalam hatiku bahwa ini pun kesia-siaan.
16Sebab, tidak ada kenangan untuk waktu yang lama bagi yang berhikmat, sama seperti bagi yang bodoh. Pada hari mendatang, semuanya akan dilupakan. Orang berhikmat pasti mati, sama halnya dengan orang bodoh.
Kerja Keras Adalah Kesia-siaan
17Karena itu, aku membenci kehidupan karena pekerjaan yang dilakukan di bawah matahari itu menyedihkan bagiku. Sebab, semuanya adalah kesia-siaan dan usaha mengejar angin.
18Aku membenci segala kerja kerasku yang kuusahakan di bawah matahari karena aku harus meninggalkannya kepada orang yang datang sesudah aku.
19Siapa yang tahu apakah dia akan menjadi orang berhikmat atau orang bodoh? Namun, dia akan berkuasa atas segala kerja keras yang telah kuusahakan dengan hikmat di bawah matahari. Ini pun kesia-siaan.
20Karena itu, aku berpaling, dan hatiku berputus asa terhadap segala kerja keras yang telah kuusahakan di bawah matahari.
21Sebab, ada orang yang bekerja keras dengan hikmat, pengetahuan, dan keahlian, lalu dia memberikan bagiannya kepada orang lain yang tidak bekerja keras untuk itu. Ini pun kesia-siaan dan kejahatan besar.
22Apa yang didapat seseorang dari segala kerja keras dan keinginan hati yang menyertai kerja kerasnya di bawah matahari?
23Sebab, sepanjang seluruh harinya, kerja kerasnya adalah kepedihan dan kejengkelan. Pada malam hari pun, akal budinya tidak beristirahat. Ini pun kesia-siaan.
24Tidak ada yang lebih baik bagi manusia daripada makan, minum, dan jiwanya memandang kebaikan dari kerja kerasnya. Aku pun melihat bahwa ini berasal dari tangan Allah.
25Sebab, siapa dapat makan, dan siapa dapat memiliki kenikmatan di luar Dia?
26Sebab, kepada orang yang baik di hadapan-Nya, Allah memberikan hikmat, pengetahuan, dan sukacita. Namun, kepada orang berdosa, Dia memberikan tugas untuk mengumpulkan dan menimbun untuk diberikan kepada orang yang baik di hadapan Allah. Ini pun kesia-siaan dan usaha mengejar angin.
Pengkhotbah 3
Segala Sesuatu Ada Waktunya
1Ada masa tertentu untuk segala sesuatu, dan ada waktu yang tepat untuk segala sesuatu di bawah langit.
2Ada waktu untuk lahir, dan ada waktu untuk mati. Ada waktu untuk menanam, dan ada waktu untuk mencabut yang ditanam.
3Ada waktu untuk membunuh, dan ada waktu untuk menyembuhkan. Ada waktu untuk membongkar, dan ada waktu untuk membangun.
4Ada waktu untuk menangis, dan ada waktu untuk tertawa. Ada waktu untuk meratap, dan ada waktu untuk menari-nari.
5Ada waktu untuk membuang batu, dan ada waktu untuk mengumpulkan batu. Ada waktu untuk memeluk, dan ada waktu untuk menahan diri dari memeluk.
6Ada waktu untuk mencari, dan ada waktu untuk menghilangkan. Ada waktu untuk menyimpan, dan ada waktu untuk membuang.
7Ada waktu untuk merobek, dan ada waktu untuk menjahit. Ada waktu untuk diam, dan ada waktu untuk berbicara.
8Ada waktu untuk mencintai, dan ada waktu untuk membenci. Ada waktu untuk peperangan, dan ada waktu untuk kedamaian.
9Apa keuntungan pekerja dari kerja kerasnya?
10Aku telah melihat pekerjaan yang telah Allah berikan kepada anak-anak manusia untuk menyibukkan mereka.
11Dia telah menjadikan segala sesuatu dengan indah pada waktunya. Allah juga telah memberikan kekekalan dalam hati mereka, tetapi manusia tidak dapat mengetahui pekerjaan yang telah Allah lakukan dari awal sampai akhir.
12Aku tahu bahwa tidak ada yang lebih baik bagi mereka daripada bersukacita dan berbuat baik dalam kehidupan.
13Lagi pula, semua orang seharusnya makan, minum, dan merasakan yang baik dari segala kerja kerasnya. Ini adalah karunia Allah.
14Aku tahu bahwa semua yang Allah perbuat itu akan tetap untuk selama-lamanya, tidak ada yang ditambahkan padanya, dan tidak ada yang diambil darinya. Allah melakukannya supaya orang takut akan Dia.
15Yang sekarang ada sudah lama ada, dan yang akan ada sudah lama ada. Allah mencari yang sudah berlalu.
Ketidakadilan dalam Hidup
16Selain itu, aku melihat di bawah matahari bahwa di tempat pengadilan, di sana ada kefasikan, dan di tempat kebenaran, di sana ada kefasikan.
17Aku berkata dalam hati, “Allah akan menghakimi orang benar dan orang fasik karena ada waktu untuk setiap maksud dan setiap pekerjaan.”
18Aku berkata dalam hati mengenai anak-anak manusia, “Allah menguji mereka supaya mereka dapat melihat bahwa mereka adalah binatang.
19Sebab, nasib anak-anak manusia dan nasib binatang adalah nasib yang sama. Seperti halnya yang satu mati, yang lainnya pun mati. Mereka semua memiliki satu napas, dan manusia tidak unggul atas binatang. Sebab, semuanya itu adalah kesia-siaan!
20Semuanya pergi ke satu tempat. Semuanya berasal dari debu, dan semuanya kembali kepada debu.
21Siapa yang tahu bahwa roh anak-anak manusia naik ke atas, dan roh binatang turun ke bawah bumi?”
22Aku melihat bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia daripada bersukacita atas pekerjaan-pekerjaannya karena itu adalah bagiannya. Sebab, siapa yang dapat membawanya melihat apa yang akan terjadi kelak?