Amsal 6-8
Amsal 6
Peringatan Mengenai Kemalasan dan Kebodohan
1Anakku, jika kamu menjadi penanggung bagi sesamamu, dan mengikat perjanjian dengan orang lain,
2jika kamu terjerat oleh perkataan-perkataan mulutmu, tertangkap oleh perkataan-perkataan mulutmu,
3lakukanlah ini, hai anakku, bebaskanlah dirimu karena kamu telah jatuh ke dalam genggaman sesamamu; pergilah, rendahkanlah dirimu, dan desaklah sesamamu itu.
4Jangan biarkan matamu tertidur, atau kelopak matamu mengantuk.
5Bebaskanlah dirimu seperti seekor kijang dari tangan pemburu, seperti seekor burung dari tangan penangkap burung.
6Pergilah kepada semut, hai para pemalas; perhatikan cara hidupnya dan jadilah bijaksana.
7Tanpa ada pemimpin, pengatur, atau penguasa,
8ia menyiapkan rotinya pada musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.
9Berapa lama lagi kamu akan berbaring, hai para pemalas? Kapan kamu akan bangun dari tidurmu?
10“Tidur sebentar, mengantuk sebentar, melipat tangan sebentar untuk berbaring.”
11Dengan demikian, kemiskinan akan datang kepadamu seperti seorang perampok, dan kemelaratan seperti orang bersenjata.
12Orang yang tidak berguna, orang yang fasik, berjalan dengan mulut serong;
13dia mengedipkan mata, berisyarat dengan kaki, dan menunjuk-nunjuk dengan jari-jarinya;
14dia merencanakan kejahatan dengan hati yang menentang, dan menebar perselisihan sepanjang waktu.
15Dengan demikian, kebinasaan akan menimpanya dengan tiba-tiba; dalam sekejap, dia akan diremukkan tanpa adanya kesembuhan.
16Enam hal ini dibenci oleh TUHAN, tujuh hal yang menjadi kekejian bagi-Nya:
17mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah,
18hati yang memikirkan rencana-rencana jahat, kaki yang tergesa-gesa berlari menuju kejahatan,
19saksi dusta yang menyaksikan kebohongan, dan seseorang yang menabur percekcokan antarsaudara.
Peringatan Mengenai Perzinaan
20Anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan jangan membuang pengajaran ibumu.
21Ikatlah mereka selalu dalam hatimu; kalungkanlah mereka pada lehermu.
22Saat kamu berjalan, mereka akan menuntunmu; saat kamu berbaring, mereka akan menjagamu; saat kamu bangun, mereka akan berbicara kepadamu.
23Sebab, perintah adalah pelita, ajaran adalah cahaya, dan teguran didikan adalah jalan kehidupan,
24untuk melindungimu dari perempuan jahat, dari lidah licin perempuan asing.
25Jangan menginginkan kecantikannya dalam hatimu; jangan tergoda oleh bulu matanya.
26Sebab, harga seorang perempuan sundal hanyalah sepotong roti, tetapi istri orang lain memburu nyawa yang berharga.
27Dapatkah seseorang membawa api di depan dadanya tanpa membakar pakaiannya?
28Atau, dapatkah seseorang berjalan di atas bara tanpa menghanguskan kakinya?
29Demikian juga dia yang tidur bersama istri sesamanya; tidak seorang pun yang menjamahnya akan bebas dari hukuman.
30Orang tidak akan menghina pencuri jika dia mencuri untuk memuaskan keinginannya saat dia lapar,
31tetapi jika dia tertangkap, dia akan membayar tujuh kali lipat; dia akan menyerahkan seluruh harta benda rumahnya.
32Namun, orang yang berbuat zina dengan seorang perempuan tidaklah berakal budi; dia yang melakukannya menghancurkan dirinya sendiri.
33Luka dan aib akan dia peroleh, dan rasa malunya tidak akan terhapuskan.
34Sebab, cemburu menimbulkan kemarahan seorang laki-laki, dan dia tidak akan berbelaskasihan pada hari pembalasan.
35Dia tidak akan mengindahkan suap apa pun; dia tidak akan menerima berapa banyak pun pemberianmu.
Amsal 7
Peringatan terhadap Perempuan yang Berzina
1Anakku, peliharalah perkataan-perkataanku, dan simpanlah perintah-perintahku dalam dirimu.
2Peliharalah perintah-perintahku, dan hiduplah, dan pengajaranku sebagai biji matamu.
3Ikatkanlah mereka pada jari-jarimu; tuliskanlah mereka pada loh hatimu.
4Katakanlah kepada hikmat, “Engkau adalah saudariku,” dan panggillah pengertian itu kerabatmu,
5maka mereka akan melindungimu dari perempuan jalang, dari perempuan sundal dengan perkataannya yang licin.
6Sebab, dari balik jendela rumahku, aku telah memandang melalui kisi-kisi jendela,
7dan aku telah melihat di antara orang-orang naif, aku telah mengamati di antara anak-anak, seorang muda yang tidak berakal budi
8melewati jalanan di dekat sudut jalan perempuan itu, lalu mengambil jalan menuju rumahnya
9pada waktu senja, pada waktu petang, pada waktu malam dan gelap.
10Lihatlah, seorang perempuan menjumpainya dengan berpakaian seperti pelacur dengan hati licik.
11Dia itu cerewet dan membangkang; kakinya tidak tenang di rumah;
12sebentar di jalan, sebentar di alun-alun, dan di setiap sudut, dia mengadang.
13Dia memegang orang muda itu, dan menciumnya, dan dengan wajah tanpa malu, dia berkata,
14“Aku harus mempersembahkan kurban keselamatan, dan pada hari ini, aku telah membayar nazarku.
15Sebab itu, aku keluar untuk menemuimu, untuk mencarimu dengan penuh semangat, dan aku menemukanmu.
16Di atas tempat tidurku, aku telah membentangkan penutup, kain linen berwarna-warni dari Mesir.
17Aku telah mengharumkan ranjangku dengan mur, gaharu, dan kayu manis.
18Marilah kita memuaskan berahi sampai pagi, dan menyenangkan diri kita dengan asmara.
19Sebab, suamiku tidak ada di rumah; dia sedang menempuh perjalanan jauh.
20Dia membawa sekantong uang bersamanya; saat bulan purnama, dia akan pulang.”
21Dengan banyak bujukan, dia merayunya; dengan kelicinan bibir, dia mendesaknya.
22Serta-merta orang muda itu mengikutinya, seperti seekor sapi pergi ke penyembelihan, atau seperti seorang yang terbelenggu menuju penghukuman bagi orang bodoh,
23sampai sebatang anak panah menembus hatinya, seperti seekor burung tergesa-gesa menuju perangkap tanpa menyadari bahwa itu akan mengancam nyawanya.
24Sekarang, hai anak-anakku, dengarkanlah aku, dan perhatikanlah perkataan-perkataan mulutku.
25Jangan biarkan hatimu menyimpang ke jalan-jalan perempuan itu; jangan tersesat di jalan-jalannya.
26Sebab, banyak korban telah dijatuhkannya, dan banyak orang telah dibunuhnya.
27Rumahnya adalah jalan menuju dunia orang mati, yang membawa turun ke ruang-ruang kematian.
Amsal 8
Hikmat Menceritakan Kisahnya
1Bukankah hikmat berseru-seru, dan pengertian mengangkat suaranya?
2Di atas tempat-tempat tinggi di tepi-tepi jalan, di persimpangan-persimpangan jalan, di sanalah ia berdiri.
3Di samping gerbang-gerbang di depan kota, di pintu-pintu masuk, ia berseru-seru.
4“Kepadamu, hai semua manusia, aku memanggil, dan suaraku kepada anak-anak manusia.
5Hai orang-orang naif, pahamilah kecerdasan; hai orang-orang bodoh, pahamilah akal budi.
6Dengarkanlah, karena aku akan mengatakan perkara-perkara yang mulia, dan dari mulutku yang terbuka adalah perkara-perkara yang lurus.
7Sebab, mulutku akan mengucapkan kebenaran; kefasikan adalah kekejian bagi bibirku.
8Segala perkataan mulutku adalah kebenaran; tidak ada yang berbelit-belit atau serong.
9Semua itu jelas bagi dia yang bijak, dan benar bagi mereka yang menemukan pengetahuan.
10Terimalah didikanku melebihi perak, dan pengetahuan daripada emas pilihan.
11Sebab, hikmat lebih baik daripada batu-batu permata, dan segala sesuatu yang diinginkan orang tidak dapat dibandingkan dengannya.”
12“Aku, hikmat, tinggal bersama dengan kecerdasan, dan aku menemukan pengetahuan dan kebijaksanaan.
13Takut akan TUHAN adalah membenci kejahatan. Kesombongan dan kecongkakan, jalan kejahatan dan mulut yang menentang, aku membencinya.
14Nasihat dan suara hikmat adalah milikku; aku memiliki pengertian; aku memiliki kekuatan.
15Oleh karena aku, raja-raja memerintah, dan penguasa-penguasa menetapkan keadilan.
16Oleh karena aku, pemimpin-pemimpin berkuasa, begitu juga para bangsawan dan semua hakim di bumi.
17Aku mengasihi mereka yang mengasihiku, dan mereka yang mencariku dengan tekun akan mendapatkanku.
18Kekayaan dan kehormatan ada bersama denganku, juga kemakmuran yang abadi dan keadilan.
19Buahku lebih baik daripada emas, bahkan emas murni, dan hasilku melebihi perak pilihan.
20Aku menempuh jalan kebenaran, di tengah jalan-jalan keadilan,
21mengaruniakan harta bagi mereka yang mengasihiku, dan memenuhi perbendaharaan mereka.
22TUHAN memiliki aku sebagai permulaan jalan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama dahulu kala.
23Aku ditegakkan sejak kekekalan, sejak awal, sebelum permulaan bumi.
24Ketika belum ada samudra, aku dilahirkan, ketika belum ada sumber-sumber yang melimpah dengan air.
25Sebelum gunung-gunung ditempatkan, sebelum bukit-bukit, aku dilahirkan,
26sebelum Dia membuat bumi dan padang-padangnya, ataupun debu yang pertama di bumi.
27Ketika Dia mendirikan langit, aku ada di sana, ketika Dia menggaris kaki langit di atas permukaan samudra,
28ketika Dia menetapkan awan-awan di atas, ketika Dia menderaskan pancuran mata air samudra,
29ketika Dia menetapkan batas-batas kepada lautan supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Dia menentukan dasar-dasar bumi.
30Aku ada di sisi-Nya, seperti seorang kepala pekerja, dan hari demi hari, aku menjadi kesenangan-Nya, senantiasa bersukaria di hadapan-Nya,
31bersenang-senang di atas dunia, bumi-Nya, dan bersukacita bersama anak-anak manusia.
32Sekarang, hai anak-anak, perhatikanlah aku; berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku.
33Dengarkanlah didikan, dan jadilah bijak; jangan mengabaikannya.
34Berbahagialah orang yang mendengarkanku, yang berjaga-jaga hari demi hari di gerbang-gerbangku, dan menanti di samping tiang-tiang pintuku.
35Sebab, siapa yang menemukanku menemukan hidup, dan memperoleh perkenanan dari TUHAN.
36Akan tetapi, dia yang berdosa terhadap aku, mencelakakan dirinya sendiri; semua yang membenciku mencintai maut.”