Amsal 3-5
Amsal 3
Percayalah kepada TUHAN
1Anakku, jangan lupakan ajaranku, melainkan biarlah hatimu menyimpan perintah-perintahku,
2karena hari-hari yang panjang, tahun-tahun kehidupan, serta kesejahteraan akan mereka tambahkan kepadamu.
3Kiranya kasih dan kesetiaan tidak pernah meninggalkanmu. Ikatlah mereka pada lehermu, dan tulislah semuanya itu pada loh hatimu.
4Dengan demikian, kamu akan menemukan perkenanan dan pengertian yang baik menurut pandangan Allah dan manusia.
5Percayalah kepada TUHAN dengan sepenuh hatimu, dan jangan bersandar pada pengertianmu sendiri.
6Dalam segala jalanmu, akuilah Dia, dan Dia akan meluruskan jalanmu.
7Jangan berhikmat menurut pandanganmu sendiri; takutilah TUHAN, dan berbaliklah dari kejahatan.
8Itu akan membawa kesembuhan bagi tubuhmu, dan menjadi kesegaran bagi tulang-tulangmu.
9Hormatilah TUHAN dengan kekayaanmu dan dengan buah pertama dari segala penghasilanmu,
10maka lumbung-lumbungmu akan dipenuhi dengan kelimpahan, dan tempat-tempat pemerasan anggurmu akan meluap-luap dengan anggur baru.
11Anakku, jangan merendahkan didikan TUHAN, atau membenci teguran-Nya.
12Sebab, TUHAN menegur orang yang Dia kasihi, sama seperti seorang ayah terhadap anak yang dikasihinya.
Berbahagialah Orang yang Mendapatkan Hikmat
13Berbahagialah orang yang mendapatkan hikmat, dan orang yang memperoleh pengertian,
14karena labanya lebih baik daripada perak, dan hasilnya lebih baik daripada emas.
15Ia lebih berharga daripada batu-batu merah delima, dan segala yang kamu inginkan tidak dapat dibandingkan dengannya.
16Umur panjang ada di tangan kanannya; di tangan kirinya, ada kekayaan dan kehormatan.
17Jalan-jalannya adalah jalan kesukaan, dan segala langkahnya adalah kedamaian.
18Ia adalah pohon kehidupan bagi orang yang berpegang padanya; mereka yang memegangnya erat-erat disebut berbahagia.
19Dengan hikmat, TUHAN meletakkan dasar bumi; dengan pengertian, Dia menetapkan langit;
20dengan pengetahuan-Nya, samudra raya terbelah, dan awan-awan meneteskan embun.
21Anakku, jangan biarkan mereka menjauh dari matamu; peliharalah hikmat yang baik dan kebijaksanaan
22supaya mereka menjadi kehidupan bagi jiwamu, dan kasih karunia bagi lehermu.
23Lalu, kamu akan menempuh jalanmu dengan aman, dan kakimu tidak akan tersandung.
24Bila kamu berbaring, kamu tidak akan takut; ketika kamu berbaring, tidurmu akan nyenyak.
25Jangan takut terhadap kengerian yang tiba-tiba, atau kehancuran yang melanda orang fasik, ketika itu datang.
26Sebab, Tuhan akan menjadi kepercayaanmu, dan akan menjaga kakimu dari perangkap.
27Jangan menahan kebaikan dari mereka yang berhak menerimanya jika ada padamu kesanggupan untuk melakukannya.
28Jangan berkata kepada sesamamu, “Pergilah dan datanglah kembali, besok aku akan memberikannya,” padahal kamu memilikinya.
29Jangan merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, yang tinggal bersamamu dengan rasa aman.
30Jangan beradu dengan orang tanpa alasan ketika dia tidak berbuat jahat kepadamu.
31Jangan iri terhadap orang yang kejam, dan jangan memilih satu pun dari jalan-jalan mereka,
32karena orang-orang sesat itu memuakkan bagi TUHAN, tetapi Dia karib dengan mereka yang lurus hati.
33Kutukan TUHAN ada atas rumah orang fasik, tetapi Dia memberkati tempat tinggal orang benar.
34Kepada para pengejek, Dia pun mengejek, tetapi kepada yang rendah hati, Dia memberi perkenanan.
35Orang berhikmat akan mewarisi kehormatan, tetapi orang-orang bodoh mendapat malu.
Amsal 4
Nasihat Ayah tentang Hikmat
1Hai anak-anak, dengarkanlah didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya kamu mendapatkan pengertian.
2Sebab, aku memberikan kepadamu ajaran-ajaran kebaikan; jangan tinggalkan hukumku.
3Ketika aku masih tinggal sebagai seorang anak bersama ayahku, lemah, dan anak tunggal dari ibuku,
4ayahku mengajariku, katanya, “Biarlah hatimu berpegang pada perkataan-perkataanku; peliharalah perintah-perintahku sehingga kamu akan hidup.
5Milikilah hikmat, milikilah pengertian, dan jangan melupakan atau menyimpang dari perkataan-perkataan mulutku.
6Jangan meninggalkannya, maka ia akan memeliharamu. Cintailah ia, maka ia akan menjagamu.
7Hikmat adalah yang terutama. Milikilah hikmat, dan apa pun yang menjadi milikmu, milikilah pengertian.
8Tinggikanlah ia, dan ia akan meninggikanmu; ia akan memuliakanmu jika kamu memeluknya.
9Ia akan menaruh karangan bunga di atas kepalamu; ia akan mengaruniakan mahkota yang indah kepadamu.”
Memilih Jalan Hikmat
10Anakku, dengarkanlah dan terimalah perkataan-perkataanku supaya tahun-tahun kehidupanmu menjadi banyak.
11Aku telah mengajarkan kepadamu jalan hikmat; aku telah memimpinmu di jalan-jalan kebenaran.
12Ketika kamu berjalan, langkahmu tidak akan terhalang, dan jika kamu berlari, kamu tidak akan tersandung.
13Berpeganglah pada ajaran ini, dan jangan melepaskannya; jagalah ia karena ia adalah hidupmu.
14Jangan memasuki jalan orang fasik, dan jangan berjalan di jalan para penjahat.
15Hindarilah itu, dan jangan menempuhnya; berpalinglah darinya, dan berjalanlah terus.
16Sebab, mereka tidak dapat tidur jika tidak berbuat jahat; kantuk mereka hilang jika tidak membuat seseorang terjatuh.
17Sebab, mereka memakan roti kefasikan, dan meminum anggur kekejaman.
18Namun, jalan orang benar bagaikan cahaya fajar, yang bersinar semakin terang dan benderang hingga tengah hari.
19Jalan orang fasik bagaikan kegelapan kelam; mereka tidak tahu apa yang membuat mereka tersandung.
Tetap Berada di Jalan yang Benar
20Anakku, perhatikanlah perkataan-perkataanku; condongkanlah telingamu kepada ucapanku.
21Jangan biarkan mereka berlalu dari pandanganmu; peliharalah mereka dalam hatimu.
22Sebab, mereka adalah kehidupan bagi orang yang menemukannya, dan kesembuhan bagi segenap tubuh mereka.
23Peliharalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari sanalah pancaran kehidupan.
24Hilangkanlah ucapan yang tidak jujur dari mulutmu, dan jauhkanlah bibir yang serong darimu.
25Biarlah pandangan matamu menghadap ke depan, dan tatapanmu lurus ke hadapanmu.
26Pertimbangkanlah jalan-jalan kakimu sehingga segala jalanmu teguh.
27Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri; jauhkanlah kakimu dari yang jahat.
Amsal 5
Peringatan Mengenai Perzinaan
1Anakku, perhatikanlah hikmatku; condongkanlah telingamu kepada pengertianku
2supaya kamu memelihara petunjuk, dan bibirmu menjaga pengetahuan.
3Sebab, bibir perempuan jalang meneteskan madu, dan langit-langit mulutnya lebih licin daripada minyak.
4Namun, pada akhirnya, dia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua.
5Kakinya turun menuju maut; langkah-langkahnya menuju dunia orang mati.
6Dia tidak menimbang jalan kehidupan; jalurnya goyah, dan dia tidak mengetahuinya.
7Sekarang, hai anak-anakku, dengarkanlah aku, dan jangan berbelok dari perkataan-perkataan mulutku.
8Jauhkanlah jalanmu darinya, dan jangan mendekat ke pintu rumahnya.
9Kalau tidak, kamu akan menyerahkan kemuliaanmu kepada orang lain, dan tahun-tahunmu kepada orang kejam.
10Kalau tidak, orang-orang asing akan dipuaskan dengan kekuatanmu, dan jerih payahmu akan masuk ke rumah orang lain.
11Pada akhir hidupmu, kamu merintih ketika daging dan tubuhmu telah habis.
12Kemudian, kamu berkata, “Betapa aku membenci didikan, dan hatiku mencela teguran.
13Aku tidak mendengarkan suara guru-guruku, dan tidak mencondongkan telingaku kepada para pengajarku.
14Aku hampir terperosok ke dalam malapetaka di tengah-tengah seluruh jemaat dan perkumpulan.”
15Minumlah air dari tadah airmu sendiri, dan alirkanlah air dari sumurmu sendiri.
16Haruskah mata airmu terpencar keluar, dan aliran-aliran airmu di jalan-jalan?
17Biarlah itu bagi dirimu sendiri, dan bukan bagi orang-orang asing yang ada bersamamu.
18Biarlah sumber airmu diberkati, dan bersukacitalah dengan istri masa mudamu,
19rusa yang penuh kasih, kijang yang anggun. Kiranya buah dadanya memuaskanmu sepanjang waktu; kiranya kamu selalu berahi dengan cintanya.
20Mengapa kamu berahi terhadap perempuan jalang, hai anakku, dan memeluk dada perempuan asing?
21Sebab, jalan-jalan manusia ada di hadapan mata TUHAN, dan Dia menimbang segala langkahnya.
22Kesalahan-kesalahan orang fasik akan menjerat mereka, dan mereka akan tertangkap oleh tali dosanya sendiri.
23Dia mati karena kekurangan didikan, dan oleh karena kebodohannya yang besar, mereka tersesat.