Mazmur 11-13
Mazmur 11
Keyakinan akan Kehadiran TUHAN
1Kepada pemimpin pujian: Nyanyian Daud. Dalam TUHAN, aku mencari perlindungan. Bagaimana kamu dapat berkata kepada jiwaku, “Terbanglah ke gunungmu seperti burung!”
2Sebab, lihat, orang fasik melenturkan busurnya; Mereka menyiapkan panahnya pada tali busur, untuk memanah dalam kegelapan orang-orang yang tulus hati.
3Jika dasar-dasar diruntuhkan, apa yang bisa orang benar lakukan?
4TUHAN ada di bait kudus-Nya; takhta TUHAN ada di surga. Mata-Nya melihat, dan kelopak mata-Nya menguji anak-anak manusia.
5TUHAN menguji orang benar, tetapi Dia membenci orang fasik dan orang yang mencintai kekerasan.
6Dia menghujani orang fasik dengan perangkap; api, belerang, dan angin panas, akan menjadi bagian dari cawan mereka.
7Sebab, TUHAN itu benar, Dia mencintai kebenaran. Orang benar akan melihat wajah-Nya.
Mazmur 12
Keselamatan Datang dari TUHAN
1Kepada pemimpin pujian. Menurut syeminit. Nyanyian Daud. (12-2) Ya TUHAN, selamatkanlah. Sebab, orang saleh telah habis. Sebab, orang-orang setia telah lenyap dari antara anak-anak manusia.
2(12-3) Mereka mengatakan yang tidak benar kepada sesamanya. Dengan bibir yang manis dan hati yang bercabang mereka berbicara.
3(12-4) Kiranya TUHAN memotong semua bibir manis, dan lidah yang berbicara besar.
4(12-5) Mereka yang berkata, “Dengan lidah, kami menjadi kuat. Bibir kami adalah milik kami. Siapa tuan kami?”
5(12-6) “Oleh karena kekerasan terhadap orang-orang tertindas, oleh karena ratapan orang-orang melarat, sekarang Aku akan bangkit,” kata TUHAN. “Aku akan menaruh keselamatan yang mereka rindukan.”
6(12-7) Perkataan TUHAN adalah perkataan yang murni, seperti perak yang diuji dalam dapur peleburan bumi, dimurnikan sampai tujuh kali.
7(12-8) Engkau, ya TUHAN, akan menjaga mereka. Engkau akan memelihara mereka dari generasi ini, untuk selama-lamanya.
8(12-9) Orang fasik berjalan di sekeliling, ketika kebusukan ditinggikan oleh anak-anak manusia.
Mazmur 13
Percaya pada Kasih Setia TUHAN
1Kepada pemimpin pujian: Nyanyian Daud. (13-2) Berapa lama lagi, ya TUHAN? Apakah Engkau akan melupakanku selama-lamanya? Berapa lama lagi Engkau menyembunyikan wajah-Mu dariku?
2(13-3) Berapa lama aku harus menaruh nasihat di dalam jiwaku, dan kesedihan di dalam hatiku sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku akan ditinggikan atas aku?
3(13-4) Lihat dan jawablah aku, ya TUHAN, Allahku. Terangi mataku, jangan sampai aku tidur dalam kematian.
4(13-5) Jangan sampai musuhku berkata, “Aku telah mengalahkan dia,” lalu lawan-lawanku akan bersukacita ketika aku goyah.
5(13-6) Namun, aku percaya pada kasih setia-Mu. Hatiku bersukacita karena keselamatan-Mu.
6(13-7) Aku akan bernyanyi bagi TUHAN karena Dia telah berbuat baik kepadaku.