Baca Alkitab Harian

Rencana Kronologis 365 Hari
Jumat, 4 September 2026
Kembali ke Hari Ini
1 Samuel 23-25
1 Samuel 23
Daud di Kehila
1Mereka memberitahukan kepada Daud, katanya, “Ketahuilah, orang Filistin menyerang Kehila dan merampok tempat-tempat pengirikan.”
2Daud bertanya kepada TUHAN, “Haruskah aku pergi dan mengalahkan orang Filistin itu?” Jawab TUHAN kepada Daud, “Pergilah! Kalahkanlah orang Filistin dan selamatkanlah Kehila.”
3Namun, orang-orang Daud berkata kepadanya, “Ingatlah, kita sangat ketakutan di sini, di Yehuda. Lebih lagi jika kita pergi ke Kehila untuk menyerang barisan perang orang Filistin.”
4Daud bertanya lagi kepada TUHAN. TUHAN menjawab dia, katanya, “Bangkitlah, pergilah ke Kehila, sebab Aku akan menyerahkan orang-orang Filistin ke dalam tanganmu.”
5Setelah itu, Daud pergi bersama orang-orangnya ke Kehila, lalu memerangi orang-orang Filistin itu. Digiringnya ternak mereka sehingga menimbulkan kekalahan besar bagi mereka. Daud pun menyelamatkan penduduk Kehila.
6Ketika Abyatar, anak Ahimelekh, melarikan diri kepada Daud ke Kehila, dia datang dengan baju efod di tangannya.
7Kepada Saul diberitahukan bahwa Daud datang ke Kehila. Saul berkata, “Allah menyerahkannya ke dalam tanganku, sebab dia masuk untuk mengurung dirinya di kota yang berpintu dan berpalang.”
8Saul pun mengerahkan seluruh rakyatnya untuk pergi berperang, untuk mengepung Daud dengan orang-orangnya.
9Ketika Daud mengetahui bahwa Saul berniat jahat terhadap dirinya, dia berkata kepada Imam Abyatar, “Bawalah baju efod itu ke sini.”
10Daud berkata, “TUHAN, Allah Israel, hamba-Mu ini mendengar dengan pasti bahwa Saul berusaha untuk datang ke Kehila untuk menghancurkan kota ini karena aku.
11Akankah aku diserahkan oleh warga Kehila ke dalam tangannya? Akan datangkah Saul seperti yang sudah didengar hamba-Mu ini? Ya TUHAN, Allah Israel, beritahukanlah kiranya kepada hamba-Mu ini.” TUHAN menjawab, “Dia akan datang.”
12Kemudian, Daud berkata, “Akankah aku dan orang-orangku diserahkan oleh warga-warga Kehila ke dalam tangan Saul?” TUHAN berkata, “Mereka akan menyerahkanmu.”
13Daud dan orang-orangnya, sekitar enam ratus orang banyaknya, bangun dan keluar dari Kehila untuk pergi ke mana pun mereka dapat pergi. Saul pun diberitahukan bahwa Daud telah meloloskan diri dari Kehila sehingga dia enggan untuk maju berperang.
Saul Mengejar Daud
14Daud tinggal di padang belantara dan tempat-tempat perlindungan. Dia tinggal di pegunungan, di padang gurun Zif. Setiap hari, Saul mencari dia, tetapi Allah tidak menyerahkan Daud ke dalam tangannya.
15Daud takut, karena Saul keluar untuk mencabut nyawanya. Saat Daud berada di Padang Gurun Zif di Koresa,
16bersiaplah Yonatan, anak Saul, untuk pergi mendapatkan Daud di Koresa, untuk menguatkan kepercayaan Daud kepada Allah.
17Dia berkata kepadanya, “Janganlah takut, sebab tidak akan tangan Saul, ayahku, menangkapmu. Kamu akan menjadi raja atas Israel, dan aku akan menjadi orang keduamu. Bahkan, Saul, ayahku, telah mengetahui hal itu.”
18Keduanya lalu mengikat perjanjian di hadapan TUHAN. Tinggallah Daud di Koresa, dan Yonatan pun pulang ke rumahnya.
Orang Zif Memberitahukan tentang Daud kepada Saul
19Orang Zif pergi menghadap Saul di Gibea dan berkata, “Bukankah Daud menyembunyikan diri di dekat kami, di kubu-kubu pertahanan di Koresa, di Bukit Hakhila, yang ada di sebelah selatan padang belantara?
20Oleh sebab itu, dengan segenap hati, jika tuanku raja ingin datang, datanglah. Kami serahkan dia ke dalam tangan raja.”
21Saul berkata, “Diberkatilah kamu oleh TUHAN karena menunjukkan sayangmu terhadapku.
22Pergilah sekarang, carilah kepastian lagi dan berusahalah untuk mengetahui tempat kiranya dia berada, serta siapa yang melihatnya di sana. Sebab, telah dikatakan orang kepadaku bahwa dia sangat cerdik.
23Berusahalah untuk mengetahui semua tempat persembunyiannya yang menjadi tempatnya berlindung di sana. Kembalilah kepadaku dengan kabar yang pasti, maka aku akan pergi bersamamu. Jika dia ada di dalam negeri, aku akan mencarinya dengan teliti di antara segenap ribuan orang Yehuda.”
24Bersiaplah mereka kemudian untuk pergi ke Zif mendahului Saul. Daud dan orang-orangnya ada di padang gurun Maon, di dataran sebelah selatan padang belantara.
25Saul pun pergi bersama orang-orangnya untuk mencari Daud. Diberitahukanlah hal itu kepada Daud, lalu dia pergi ke gunung batu dan tinggal di padang gurun Maon. Hal itu terdengar oleh Saul, yang kemudian berusaha mengejar Daud di padang gurun Maon.
26Berjalanlah Saul di gunung, di sisi yang satu, sementara Daud dan orang-orangnya di sisi gunung yang lain. Maka, Daud cepat-cepat berjalan untuk mengelakkan Saul, tetapi Saul dan orang-orangnya hampir mengepung di dekat Daud dan orang-orangnya dan akan menangkap mereka.
27Kemudian, seorang suruhan datang kepada Saul dengan pesan, “Segeralah mundur, sebab orang Filistin mengadakan penyerbuan atas negeri.”
28Karena itu, berbaliklah Saul dari usaha mengejar Daud dan pergi untuk menghadapi orang Filistin. Itulah sebabnya, tempat itu disebut: Gunung Batu Keluputan.
Daud Mempermalukan Saul
29(24-1) Pergilah Daud dari situ, kemudian tinggal di benteng-benteng gunung di En-Gedi.
1 Samuel 24
1(24-2) Sesudah Saul kembali dari mengejar orang Filistin, diberitahukanlah kepadanya, katanya, “Ketahuilah, Daud ada di Padang Gurun En-Gedi.”
2(24-3) Saul mengambil tiga ribu orang pilihan dari seluruh Israel, lalu pergi mencari Daud dan orang-orangnya di dekat Gunung Batu Kambing Hitam.
3(24-4) Sampailah dia di kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana, ada gua, dan masuklah Saul melangkah ke dalamnya untuk membuang hajat. Daud dan orang-orangnya duduk di belakang gua itu.
4(24-5) Orang-orang Daud berkata kepadanya, “Hari yang dikatakan TUHAN sudah tiba, ‘Aku akan menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu. Perbuatlah kepadanya apa yang engkau pandang baik.’” Daud bangun, lalu memotong ujung jubah kepunyaan Saul dengan diam-diam.
5(24-6) Sesudah itu, hati Daud menjadi berdebar-debar, sebab dia sudah memotong ujung jubah kepunyaan Saul.
6(24-7) Dia berkata kepada orang-orangnya, “Kiranya dijauhkanlah oleh TUHAN dariku untuk melakukan hal yang seperti itu kepada tuanku, orang yang diurapi TUHAN, yaitu mengulurkan tanganku kepadanya. Sebab, dialah orang yang diurapi TUHAN.”
7(24-8) Daud mencegah orang-orangnya dengan perkataan itu, sebab dia tidak mengizinkan mereka bangkit untuk menyerang Saul. Kemudian, Saul bangkit dan meninggalkan gua itu, dan melanjutkan perjalanannya.
8(24-9) Kemudian, Daud bangkit dan keluar dari gua itu, sambil berseru di belakang Saul, katanya, “Tuanku raja!” Ketika Saul menoleh ke belakang, Daud berlutut dengan muka ke tanah dan sujud menyembah.
9(24-10) Daud berkata kepada Saul, “Mengapa engkau mendengarkan perkataan orang-orang yang berkata, ‘Sesungguhnya, Daud berusaha mencelakaimu’?
10(24-11) Ketahuilah, pada hari ini, engkau melihat dengan matamu sendiri, engkau telah diserahkan sekarang oleh TUHAN ke dalam tanganku di gua itu. Beberapa orang menyuruhku untuk membunuhmu, tetapi aku merasa sayang kepadamu, sebab pikirku, ‘Janganlah aku mengulurkan tanganku kepada tuanku, sebab dia orang yang diurapi oleh TUHAN.’
11(24-12) Lihatlah ayahku, lihatlah ujung jubahmu dalam tanganku ini. Sebab, dengan aku memotong ujung jubahmu dan tidak membunuhmu, ketahuilah dan lihatlah bahwa tanganku bersih dari kejahatan dan pelanggaran, bahwa aku tidak berdosa terhadapmu walau engkau mengejar-ngejar aku untuk mengambil nyawaku.
12(24-13) Kiranya TUHAN menjadi hakim antara aku dan engkau, kiranya TUHAN membalaskan perbuatanmu kepadaku, tetapi tanganku tidak melawanmu.
13(24-14) Seperti peribahasa kuno mengatakan; ‘Dari orang jahat timbul kejahatan.’ Namun, tanganku tidak pernah melawanmu.
14(24-15) Terhadap siapakah raja Israel maju berperang? Siapa yang engkau kejar? Seekor anjing mati? Seekor kutu?
15(24-16) TUHAN menjadi hakim yang memutuskan antara aku dan engkau. Dia melihat dan memperjuangkan perkaraku, dan melepaskanku dari tanganmu.”
16(24-17) Setelah Daud selesai menyampaikan perkataan itu kepada Saul, Saul berkata, “Suaramukah itu, anakku Daud?” Saul pun menangis dengan suara nyaring.
17(24-18) Katanya kepada Daud, “Kamu lebih benar dariku, sebab kamu melakukan yang baik kepadaku padahal aku memperlakukanmu dengan tidak baik.
18(24-19) Pada hari ini, kamu menunjukkan bahwa kamu melakukan kebaikan. Sekalipun aku telah diserahkan TUHAN ke dalam tanganmu, kamu tidak membunuhku.
19(24-20) Apabila didapati oleh seseorang musuhnya, akankah dilepaskannya untuk berjalan dengan selamat? TUHAN akan membalaskan kebaikan kepadamu sebagai ganti dari hari ini atas apa yang telah kaulakukan.
20(24-21) Karena itu, sesungguhnya aku tahu kamu akan memerintah menjadi raja, dan menegakkan kerajaan Israel di dalam tanganmu.
21(24-22) Sekarang, bersumpahlah demi TUHAN bahwa kamu tidak akan melenyapkan anak keturunanku dan tidak akan menghapuskan namaku dari kaum keluargaku.”
22(24-23) Daud bersumpah kepada Saul. Lalu, Saul pulang ke rumahnya, tetapi Daud dan orang-orangnya pergi ke benteng pertahanan mereka.
1 Samuel 25
Daud dan Nabal
1Samuel mati, dan seluruh orang Israel berkumpul untuk meratapi dan menguburkan dia di rumahnya, di Rama. Sesudah itu, Daud bangkit, lalu pergi ke Padang Gurun Paran.
2Ada seorang laki-laki di Maon yang memiliki usaha di Karmel. Orang itu sangat kaya, dan dia mempunyai tiga ribu ekor domba dan seribu ekor kambing. Dia sedang menggunting bulu dombanya di Karmel.
3Nama orang itu Nabal, dan nama istrinya Abigail. Istrinya itu baik akal budinya dan wajahnya cantik, tetapi laki-laki itu kasar dan jahat tingkah lakunya. Dia adalah orang Kaleb.
4Ketika Daud mendengar di padang gurun bahwa Nabal sedang menggunting bulu dombanya,
5Daud mengutus sepuluh orang muda. Daud berkata kepada orang-orang muda itu, “Pergilah ke Karmel, mendekatlah kepada Nabal, dan tanyakanlah keselamatannya atas namaku.
6Katakanlah demikian, “Damailah, engkau! Damailah keluargamu, damailah seluruh hidup yang kaumiliki.
7Sekarang pun, aku sudah mendengar bahwa engkau menggunting bulu domba. Gembala-gembalamu yang berada bersama kami tidak kami ganggu dan tidak ada sesuatu pun yang hilang selama mereka berada di Karmel.
8Tanyakanlah kepada orang-orangmu, mereka akan menceritakannya kepadamu. Biarlah orang-orang muda ini mendapat belas kasihan dalam pandanganmu. Bukankah pada hari raya ini kami datang? Berikanlah kiranya yang ada padamu kepada hamba-hambamu ini dan kepada anakmu, Daud.”
9ketika orang-orang Daud tiba, mereka berkata kepada Nabal atas nama Daud, lalu mereka menunggu.
10Namun, Nabal menjawab anak buah Daud, “Siapakah Daud? Siapakah anak Isai? Setiap hari, ada banyak hamba yang lari, masing-masing dari hadapan tuannya.
11Haruskah aku mengambil rotiku, air minumku, dan hewan bantaian yang disembelih oleh penggunting bulu dombaku, lalu memberikannya kepada orang-orang yang tidak aku ketahui dari mana mereka datang?”
12Orang-orang muda Daud berbalik untuk pulang dan setelah sampai, mereka pun memberitahukan setiap perkataan tadi.
13Daud berkata kepada orang-orangnya, “Masing-masing kamu, sandanglah pedangmu!” Kemudian, setiap orang menyandang pedangnya dan Daud juga menyandang pedangnya. Empat ratus orang pergi mengikuti Daud, sedangkan dua ratus orang tinggal untuk menjaga barang-barang.
Abigail Mencegah Bencana
14Akan tetapi, salah seorang pelayannya memberi tahu Abigail, istri Nabal, katanya, “Sesungguhnya, Daud mengirim beberapa utusan dari padang gurun untuk memberi salam kepada tuan, tetapi dia merendahkan mereka.
15Orang-orang itu sangat baik. Mereka tidak mengganggu, dan kami tidak kehilangan apa pun selama kami hidup bersama mereka di ladang.
16Mereka adalah tembok bagi kami, baik malam maupun siang, selama kami menggembalakan domba-domba bersama mereka.
17Sekarang, ketahuilah dan pertimbangkanlah apa yang harus kauperbuat, sebab malapetaka akan menimpa tuan kita dan seluruh keluarganya. Dia seorang yang berkelakuan jahat sehingga tidak seorang pun dapat berbicara kepadanya.”
18Kemudian, Abigail cepat-cepat mengambil dua ratus ketul roti, dua tempayan anggur, lima ekor domba yang sudah diolah, lima sukat bertih gandum, seratus kue kismis, dan dua ratus potong kue ara, dan meletakkan semua itu ke atas keledai.
19Dia berkata kepada orang-orangnya, “Berjalanlah di depanku, aku akan mengikutimu.” Namun, dia tidak memberitahukannya kepada suaminya, Nabal.
20Dengan menunggangi keledainya, dia turun dengan bagian yang tersembunyi di pegunungan, tampaklah Daud dan orang-orangnya turun ke arahnya sehingga mereka pun bertemu.
21Daud berkata, “Sesungguhnya, sia-sialah aku menjaga semua milik orang ini di padang gurun sehingga tidak ada sesuatu pun yang hilang dari seluruh kepunyaannya. Dia membalas kebaikanku dengan kejahatan.
22Kiranya Allah melakukan kepada musuh-musuh Daud, bahkan lebih lagi, jika kutinggalkan semua yang ada padanya, seorang laki-laki pun, sampai pagi.”
23Ketika Abigail melihat Daud, dia segera turun dari keledainya, lalu sujud di depan Daud dengan mukanya dan membungkuk sampai ke tanah.
24Dia bersujud di kakinya dan berkata, “Akulah, tuanku, yang menanggung kesalahannya. Biarkanlah hambamu ini berbicara kepadamu dan dengarkanlah perkataan hambamu ini.
25Jangan biarkan tuanku mengarahkan hati kepada Nabal, orang berkelakuan jahat itu. Sebab, seperti namanya, begitulah dia. Nabal namanya dan kebodohan menyertainya. Namun, aku, hambamu ini, tidak melihat orang-orang muda yang dikirim tuanku.
26Karena itu, tuanku, demi TUHAN yang hidup dan demi jiwamu yang telah dicegah TUHAN dari penumpahan darah dan menuntut balas dengan tanganmu sendiri, biarlah musuh-musuhmu dan mereka yang berusaha mencelakakan tuanku menjadi seperti Nabal.
27Sekarang, biarlah pemberian ini, yang dibawa oleh hambamu untuk tuanku, diberikan kepada orang-orang yang mengikuti tuanku.
28Ampunilah kesalahan hambamu ini, sebab TUHAN pasti akan membangun bagi tuanku keturunan yang kukuh. Sebab, tuanku melakukan peperangan TUHAN dan tidak ada kejahatan padamu seumur hidupmu.
29Jika seseorang bangkit mengejarmu dan meminta nyawamu, nyawa tuanku akan dibungkus dalam bungkusan kehidupan bersama TUHAN, Allahmu. Akan tetapi, nyawa musuh-musuhmu akan diumban-Nya dari dalam salang umban.
30Apabila TUHAN melakukan kepada tuanku segala kebaikan yang telah difirmankan-Nya kepadamu, serta menunjuk engkau menjadi raja atas Israel,
31tuanku tidak akan bersusah hati karena memikirkan hal itu karena tuanku telah menumpahkan darah dan karena tuanku telah bertindak sendiri untuk mencari keadilan. Jika TUHAN berbuat baik kepada tuanku, ingatlah kepada hambamu ini.”
32Daud berkata kepada Abigail, “Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang mengutusmu pada hari ini untuk menemuiku.
33Terpujilah hikmatmu dan terpujilah kamu, sebab pada hari ini telah mencegah aku dari penumpahan darah dan dari tindakan mencari keadilan dengan tanganku sendiri.
34Akan tetapi, demi TUHAN, Allah Israel yang hidup, yang mencegahku untuk berbuat jahat kepadamu, apabila kamu tidak segera datang menemuiku, tentu tidak akan ada seorang laki-laki pun yang hidup pada Nabal sampai keesokan hari.”
35Lalu, Daud menerima ke dalam tangannya apa yang dibawa perempuan itu kepadanya dan berkata, “Pulanglah ke rumahmu dalam damai. Ketahuilah, aku mendengarkan perkataanmu dan mengabulkan permintaanmu.”
Kematian Nabal
36Abigail datang kepada Nabal, dan tampaklah dia mengadakan perjamuan di rumahnya, seperti perjamuan seorang raja. Hati Nabal gembira dan dia sangat mabuk. Karena itu, dia tidak menceritakan apa pun kepadanya sampai keesokan harinya.
37Keesokan harinya, ketika sudah hilang mabuknya, istrinya memberitahukan kepada Nabal tentang perkara itu. Lalu, berhentilah jantung di dalam dadanya, dan dia menjadi membatu.
38Kira-kira sepuluh hari sesudah itu, TUHAN memukul Nabal sehingga dia mati.
39Ketika Daud mendengar bahwa Nabal telah mati, dia berkata, “Terpujilah TUHAN, yang telah membela perkaraku dari penghinaan Nabal dan yang mencegah hamba-Nya dari kejahatan. Kejahatan Nabal telah dibalikkan TUHAN ke kepalanya sendiri.” Lalu, Daud mengutus orang untuk berbicara kepada Abigail, untuk mengambilnya menjadi istrinya.
40Hamba-hamba Daud datang kepada Abigail di Karmel, dan berkata kepadanya, “Daud mengutus kami kepadamu untuk mengambilmu menjadi istrinya.”
41Lalu, dia bangkit dan bersujud dengan muka sampai ke tanah, sambil berkata, “Sesungguhnya, hambamu ini ingin menjadi pelayan untuk membasuh kaki para hamba dari tuanku itu.”
42Abigail segera berkemas, lalu menunggangi keledainya, dengan lima pelayan perempuan yang pergi mengikutinya. Dia pergi mengikuti orang-orang suruhan Daud itu, dan menjadi istrinya.
43Daud juga mengambil Ahinoam dari Yizreel, dan kedua perempuan itu menjadi istrinya.
44Akan tetapi, Saul memberikan Mikhal, anaknya perempuan, istri Daud, kepada Palti, anak Lais, yang berasal dari Galim.
Total hari yang sudah dicatat: 5 / 365