Baca Alkitab Harian

Rencana Kronologis 365 Hari
Jumat, 4 September 2026
Kembali ke Hari Ini
Hakim-Hakim 6-9
Hakim-Hakim 6
Orang Midian Mengusir Israel
1Orang Israel melakukan yang jahat di mata TUHAN sehingga TUHAN menyerahkan mereka ke tangan orang Midian selama 7 tahun.
2Tangan orang Midian berkuasa atas orang Israel. Karena orang Midian itu, orang Israel membuat tempat-tempat perlindungan di pegunungan, yaitu di gua-gua dan kubu-kubu pertahanan.
3Sebab, kapan pun orang Israel menabur, orang Midian, orang Amalek, dan orang-orang dari sebelah timur, datang menyerang mereka.
4Orang-orang itu berkemah di tanah mereka dan memusnahkan hasil tanah mereka sampai dekat Gaza, dan tidak meninggalkan bahan makanan apa pun bagi orang Israel, bahkan domba, sapi, dan keledai.
5Sebab, orang-orang itu datang dengan ternak dan tenda mereka, datang dalam jumlah besar seperti belalang pindahan. Unta-untanya tidak terhitung jumlahnya, dan mereka datang ke tanah itu untuk memusnahkannya.
6Orang Israel pun menjadi sangat miskin karena orang Midian itu. Lalu, orang Israel berseru kepada TUHAN.
7Ketika orang Israel berseru kepada TUHAN karena orang Midian itu,
8TUHAN mengutus seorang nabi kepada orang Israel. Nabi itu berkata kepada mereka, “Inilah firman TUHAN, Allah Israel, ‘Akulah yang membawa kamu keluar dari Mesir dan membawa kamu keluar dari rumah perbudakan.
9Aku melepaskan kamu dari tangan orang Mesir dan dari tangan semua penindasmu. Aku mengusir mereka dari hadapanmu dan memberikan tanah mereka kepadamu.’
10Aku berkata kepadamu, ‘Akulah TUHAN, Allahmu. Kamu jangan menyembah ilah orang Amori yang tanahnya kamu tempati ini. Akan tetapi, kamu tidak menuruti perkataan-Ku.’”
Malaikat TUHAN Mengunjungi Gideon
11Malaikat TUHAN datang dan duduk di bawah pohon Tarbantin di Ofra milik Yoas, orang Abiezer. Gideon, anaknya, sedang mengirik gandum di tempat pemerasan anggur agar tersembunyi dari orang Midian.
12Lalu, Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya, dan berfirman, “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang perkasa!”
13Gideon berkata kepadanya, “Ya Tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semua ini terjadi kepada kami? Di manakah segala perbuatan-Nya yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ‘Bukankah TUHAN yang membawa kita keluar dari Mesir?’ Akan tetapi, sekarang, TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke tangan orang Midian.”
14TUHAN berpaling kepadanya dan berkata, “Pergilah dengan kekuatanmu ini, dan lepaskanlah orang Israel dari tangan orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau?”
15Gideon menjawab kepada-Nya, “Ah, Tuhanku, bagaimanakah aku akan menyelamatkan orang Israel? Lihatlah, kaumku adalah yang terkecil dari suku Manasye, dan aku pun yang paling muda dalam keluargaku.”
16TUHAN berkata kepadanya, “Sesungguhnya, Aku akan menyertaimu, dan engkau akan mengalahkan setiap orang Midian itu.”
17Gideon berkata kepada-Nya, “Jika kiranya aku mendapat kasih karunia dalam pandangan-Mu, tunjukkanlah tanda kepadaku bahwa Engkaulah yang berfirman kepadaku.
18Jangan kiranya beranjak dari sini sampai aku datang kepada-Mu untuk membawa persembahanku dan meletakkannya di hadapan-Mu.” Dia berkata, “Aku akan tinggal sampai engkau kembali.”
19Gideon pun masuk ke dalam, lalu mengolah seekor anak kambing dan satu efa tepung untuk roti tidak beragi. Dia meletakkan daging ke dalam bakul, sedangkan kuahnya ditaruh di dalam periuk, lalu dibawa kepada-Nya di bawah pohon Tarbantin untuk dihidangkannya.
20Malaikat Allah berkata kepadanya, “Ambillah daging dan roti yang tidak beragi itu, letakkanlah ke atas batu ini, lalu tuangkanlah kuahnya.” Dia melakukannya demikian.
21Lalu, Malaikat TUHAN mengulurkan ujung tongkat yang ada di tangannya dan menyentuh daging dan roti tidak beragi itu. Kemudian, api muncul dari batu itu dan memakan habis daging dan roti yang tidak beragi itu. Kemudian, Malaikat TUHAN itu pun hilang dari pandangannya.
22Jadi, Gideon pun mengetahui bahwa Dialah Malaikat TUHAN. Gideon berkata kepadanya, “Celakalah aku, Tuhanku Allah! Sebab, sesungguhnya, aku telah melihat Malaikat TUHAN muka terhadap muka!”
23Lalu, TUHAN berkata kepadanya, “Damai atas engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati!”
24Kemudian, Gideon mendirikan mazbah bagi TUHAN di sana dan menamainya “TUHAN adalah Damai”. Sampai saat ini, mazbah itu masih ada di Ofra, kota orang Abiezer.
Gideon Memecahkan Mazbah Baal
25Pada malam itu, TUHAN berkata kepadanya, “Ambillah seekor sapi jantan kepunyaan ayahmu, yaitu sapi jantan kedua yang berumur 7 tahun. Lalu, robohkanlah mazbah Baal kepunyaan ayahmu dan robohkanlah tiang berhala yang ada di atasnya.
26Kemudian, dirikanlah mazbah bagi TUHAN, Allahmu, di atas kubu pertahanan itu dengan disusun baik. Lalu, ambillah sapi jantan yang kedua dan persembahkanlah korban bakaran dengan kayu dari patung Asyera yang kamu tebang tadi.”
27Kemudian, Gideon membawa sepuluh orang hambanya dan melakukan seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya. Karena takut kepada sanak keluarganya dan orang-orang kota untuk melakukannya pada waktu siang, maka dia melakukannya pada waktu malam.
28Ketika orang-orang kota itu bangun pada keesokan harinya, tampaklah mazbah Baal itu roboh, tiang berhala yang ada di atasnya tumbang, dan sapi jantan yang kedua telah dipersembahkan di atas mazbah yang didirikan itu.
29Masing-masing orang bertanya kepada yang lain, “Siapakah yang melakukan hal itu?” Setelah menyelidiki dan mencari-cari, mereka berkata, “Gideon, anak Yoas, yang melakukan hal itu.”
30Kemudian, orang-orang kota itu berkata kepada Yoas, “Bawalah anakmu keluar, dia harus mati karena telah merobohkan mazbah Baal dan karena dia telah menebang tiang berhala yang ada di atasnya.”
31Yoas berkata kepada semua orang yang mengerumuninya, “Engkau ingin membela Baal? Atau, engkau ingin menyelamatkannya? Siapa yang membelanya akan dihukum mati sebelum pagi. Jika Baal adalah ilah, biarlah dia membela dirinya sendiri, sebab mazbahnya dirobohkan orang.”
32Pada hari itu, Gideon dinamai Yerubaal, sebab kata mereka, “Biarlah Baal melawan dia,” karena dialah yang merobohkan mazbahnya.
Gideon Mengalahkan Orang Midian
33Semua orang Midian, orang Amalek, dan orang-orang dari sebelah timur berkumpul bersama-sama. Mereka menyeberang dan berkemah di Lembah Yizreel.
34Roh TUHAN menguasai Gideon, lalu dia meniup trompet untuk memanggil orang-orang Abiezer supaya mengikuti dia.
35Dia mengirim utusan kepada seluruh suku Manasye dan memanggil orang-orang itu untuk mengikutinya. Dia juga mengirim utusan kepada suku Asyer, Zebulon, dan Naftali, dan mereka pergi untuk bertemu dia.
36Gideon berkata kepada Allah, “Jika Engkau akan menyelamatkan orang Israel melalui tanganku, seperti yang telah Kaufirmankan,
37sesungguhnya aku akan meletakkan guntingan bulu domba di tempat pengirikan. Apabila embun hanya ada di atas guntingan bulu domba, tetapi tanah di dekatnya kering, sesungguhnya aku mengetahui bahwa Engkau akan menyelamatkan orang Israel melalui perantaraanku, seperti yang Kaufirmankan.”
38Lalu, terjadilah demikian. Ketika dia bangun pagi-pagi pada keesokan harinya, dipulasnya guntingan bulu itu dan diperasnya embun dari guntingan bulu itu, secawan penuh air.
39Gideon berkata kepada Allah, “Jangan biarkan murka-Mu bangkit terhadap aku jika aku berkata sekali lagi: izinkanlah aku menguji satu kali lagi dengan guntingan bulu itu: biarlah yang kering hanya guntingan bulu itu, sedangkan di atas seluruh tanah itu tertimpa embun.”
40Allah berbuat demikian pada malam itu. Bagian yang kering hanya guntingan bulu, sedangkan di atas seluruh tanah itu terkena embun.
Hakim-Hakim 7
1Yerubaal, yang adalah Gideon, dan seluruh rakyat yang menyertai dia bangun pagi-pagi, lalu berkemah di dekat mata air Harod. Pertendaan orang Midian berada di sebelah utara mereka, di dekat Bukit More, di lembah.
2TUHAN berfirman kepada Gideon, “Rakyat yang menyertaimu terlalu banyak bagi-Ku untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka. Jangan sampai orang Israel menyombongkan diri terhadap Aku sambil berkata, ‘Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku.’
3Karena itu, sekarang, serukanlah ke telinga orang-orang itu, katakan, ‘Siapa yang takut dan gemetar, biarlah dia kembali dan pulang dari Pegunungan Gilead.’” Lalu, dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu kembali, tetapi sepuluh ribu orang tetap tinggal.
4Kemudian, TUHAN berfirman kepada Gideon, “Rakyat masih terlalu banyak. Bawalah mereka turun ke tempat air, Aku akan menyaring mereka di sana. Yang Aku katakan kepadamu, ‘Inilah yang akan pergi bersamamu,’ dialah yang akan pergi menyertaimu. Akan tetapi, siapa pun yang Aku katakan kepadamu, ‘Inilah orang yang tidak akan pergi bersamamu,’ dialah yang tidak akan pergi.”
5Lalu, dia membawa rakyat itu turun ke tempat air. TUHAN berkata kepada Gideon, “Setiap orang yang menjilat air dengan lidahnya, seperti anjing menjilat, harus kaupisahkan, demikian juga setiap orang yang berlutut untuk minum.”
6Jumlah orang yang menghirup dengan tangan ke dalam mulutnya ada tiga ratus orang. Sisanya, semua orang yang berlutut untuk minum air.
7TUHAN berkata kepada Gideon, “Dengan ketiga ratus orang yang menjilat air itu, Aku akan menyelamatkan kamu dan akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu. Biarlah setiap orang yang lain pergi ke tempat tinggalnya masing-masing.”
8Setelah itu, rakyat mengambil bekal dan trompet mereka. Lalu, dia menyuruh semua orang Israel pergi, masing-masing ke tendanya. Akan tetapi, ketiga ratus orang yang lain ditahannya. Sementara itu, pertendaan orang Midian ada di bawahnya, di lembah.
9Pada malam itu, TUHAN berfirman kepadanya, “Bangunlah, turunlah menyerang ke tempat pertendaan itu, sebab Aku telah menyerahkan mereka ke dalam tanganmu.
10Akan tetapi, jika engkau takut untuk turun, turunlah ke pertendaan itu bersama Pura, hambamu.
11Engkau akan mendengar apa yang mereka katakan. Kemudian, tanganmu akan mendapat keberanian untuk turun ke pertendaan.” Lalu, Gideon turun bersama Pura, hambanya, sampai ke laskar penjagaan terdepan di pertendaan.
12Orang Midian, orang Amalek, dan semua orang dari sebelah timur itu terbaring di sepanjang lembah seperti belalang pindahan banyaknya. Unta-unta mereka tidak terhitung jumlahnya, seperti pasir di tepi laut banyaknya.
13Saat Gideon tiba di sana, seseorang menceritakan mimpinya kepada kawannya. Dia berkata, “Lihatlah, aku bermimpi, tampak sekeping roti jelai terguling ke pertendaan orang Midian. Setelah sampai ke tenda, terguling masuk, menghantamnya, dan memorak-porandakan tenda itu sampai roboh.”
14Kawannya menjawab, “Sesungguhnya, itu tidak lain dari pedang Gideon, anak Yoas, orang Israel itu. Allah menyerahkan orang Midian ke dalam tangannya beserta seluruh pertendaan ini.”
15Sesudah Gideon mendengar mimpi itu dan maknanya, dia sujud menyembah. Lalu, dia kembali ke pertendaan orang Israel. Dia berkata, “Bangunlah, sebab TUHAN telah menyerahkan pertendaan orang Midian ke dalam tanganmu!”
16Dia membagi ketiga ratus orang itu dalam tiga pasukan, dan dia memberikan trompet ke tangan mereka semua dan tempayan kosong dengan suluh di dalam tempayan itu.
17Dia berkata kepada mereka, “Perhatikanlah aku dan perbuatlah seperti yang aku lakukan. Apabila aku sampai ke ujung pertendaan, perbuatlah seperti yang kulakukan.”
18Ketika aku dan semua orang yang bersama dengan aku meniup trompet, maka engkau juga harus meniup trompet di sekeliling pertendaan itu dan berseru, “Demi TUHAN dan demi Gideon.”
19Gideon dan keseratus orang yang bersama-sama dengan dia sampai di ujung pertendaan itu pada waktu permulaan giliran jaga di tengah malam ketika para penjaga baru saja bangkit dan bersiap. Kemudian, mereka meniup trompet sambil memecahkan tempayan yang mereka bawa di tangan mereka.
20Ketiga pasukan itu meniup trompet dan memecahkan tempayan, dengan memegang suluh di tangan kirinya dan meniup trompet di tangan kanannya, sambil berseru, “Pedang untuk TUHAN dan untuk Gideon!”
21Mereka berdiri di tempatnya, di seluruh pertendaan itu, sementara tentara musuh kacau balau, berteriak-teriak, dan melarikan diri.
22Ketika ketiga ratus orang itu meniup trompet, TUHAN mengarahkan pedang seseorang kepada yang lain di seluruh pertendaan itu sehingga tentara musuh lari sampai ke Bet-Sita ke arah Zerera, sampai ke tepi Abel-Mehola di dekat Tabat.
23Orang-orang Israel dari suku Naftali, suku Asyer, dan seluruh suku Manasye dikerahkan untuk mengejar orang-orang Midian.
24Gideon menyuruh beberapa pesuruh ke seluruh Pegunungan Efraim dengan pesan, “Turunlah untuk menyerang orang Midian dan rebutlah sungai-sungai sampai ke Bet-Bara serta Sungai Yordan.” Lalu, semua orang Efraim dikerahkan untuk merebut sungai-sungai sampai ke Bet-Bara serta Sungai Yordan.
25Mereka menangkap dua orang raja Midian, yaitu Oreb dan Zeeb. Mereka membunuh Oreb di Gunung Batu Oreb, sedangkan Zeeb dibunuh di tempat pemerasan anggur Zeeb. Mereka mengejar orang-orang Midian itu, lalu membawa kepala Oreb dan Zeeb kepada Gideon di seberang Sungai Yordan.
Hakim-Hakim 8
1Lalu, orang Efraim berkata kepadanya, “Perbuatan apa yang kamu lakukan terhadap kami? Mengapa tidak memanggil kami ketika engkau pergi berperang melawan orang Midian?” Mereka menyesalinya dengan sangat.
2Gideon menjawab kepada mereka, “Apa yang aku lakukan ini jika dibandingkan dengan kamu? Bukankah pemetikan oleh suku Efraim lebih baik daripada panen buah anggur keluarga Abiezer?
3Allah telah menyerahkan kedua raja Midian itu, yaitu Oreb dan Zeeb, ke dalam tanganmu. Apakah yang dapat aku lakukan jika dibandingkan dengan kamu?” Lalu, kemarahan mereka terhadap Gideon mereda setelah dia berkata demikian.
Gideon Menangkap Dua Raja Midian
4Gideon sampai ke Sungai Yordan dan dia menyeberang bersama ketiga ratus orang yang menyertainya. Mereka lelah, tetapi tetap mengejarnya.
5Kemudian, dia berkata kepada orang-orang Sukot, “Berikanlah beberapa ketul roti untuk orang-orang yang mengikuti aku, sebab mereka lelah. Aku sedang mengejar Zebah dan Salmuna, raja-raja Midian.”
6Para pemimpin Sukot itu menjawab, “Sudahkah Zebah dan Salmuna berada di tanganmu sehingga kami harus memberikan roti kepada tentaramu?”
7Gideon berkata, “Kalau begitu, jika TUHAN menyerahkan Zebah dan Salmuna ke dalam tanganku, aku akan mencambuk tubuhmu dengan duri padang belantara dan onak.”
8Kemudian, dari sana, dia berjalan ke Pnuel dan mengatakan hal itu kepada orang-orang Pnuel, tetapi mereka menjawabnya seperti orang-orang Sukot.
9Lalu, dia berkata kepada orang-orang Pnuel, “Jika aku kembali dengan selamat, aku akan merobohkan menara ini.”
10Sementara itu, Zebah dan Salmuna berada di Karkor, bersama tentara mereka yang berjumlah lima belas ribu orang, yaitu semua orang yang tersisa dari seluruh tentara orang-orang timur. Seratus dua puluh ribu orang yang bersenjatakan pedang sudah tewas.
11Kemudian, Gideon maju melalui jalan orang-orang yang tinggal di pertendaan di sebelah timur Nobah dan Yogbeha, lalu mengalahkan tentara itu ketika tentara itu menyangka dirinya aman.
12Zebah dan Salmuna melarikan diri, lalu dia mengejar dan menangkap kedua raja Midian itu, yaitu Zebah dan Salmuna, sementara seluruh tentaranya gemetar.
13Kemudian, Gideon, anak Yoas, kembali dari peperangan melalui pendakian Heres.
14Dia menangkap seorang muda penduduk dari Sukot dan menanyainya. Orang itu menuliskan kepada Gideon, nama para pemimpin dan para tua-tua Sukot, yaitu tujuh puluh tujuh orang banyaknya.
15Gideon pergi kepada orang-orang Sukot dan berkata, “Inilah Zebah dan Salmuna, yang karenanya kamu telah mencela aku dengan berkata, ‘Sudahkah Zebah dan Salmuna berada di tanganmu sehingga kami harus memberi roti kepada orang-orangmu yang lelah itu?’”
16Kemudian, dia membawa para tua-tua kota itu, mengambil duri di padang belantara dan onak, lalu dia menghajar orang-orang Sukot dengan itu.
17Dia merobohkan menara Pnuel dan membunuh orang-orang di kota itu.
18Kemudian, dia bertanya kepada Zebah dan Salmuna, “Di manakah orang-orang yang kamu bunuh di Tabor itu?” Mereka menjawab, “Mereka itu seperti engkau, setiap orang terlihat seperti anak raja.”
19Gideon berkata, “Mereka saudara-saudaraku, anak-anak ibuku. Demi TUHAN yang hidup, jika kamu membiarkan mereka hidup, aku tidak akan membunuh kamu.”
20Dia berkata kepada Yeter, anak sulungnya, “Bangunlah, bunuhlah mereka!” Akan tetapi, orang muda itu tidak menghunus pedangnya, sebab dia masih muda.
21Lalu, Zebah dan Salmuna berkata, “Bangunlah engkau dan paranglah kami, sebab seperti orangnya, begitu pula kekuatannya.” Lalu, Gideon bangkit dan membunuh Zebah dan Salmuna, lalu mengambil bulan-bulanan yang ada di leher unta mereka.
Gideon Membuat Efod
22Kemudian, orang Israel berkata kepada Gideon, “Memerintahlah atas kami, baik engkau, anakmu, maupun cucumu. Sebab, engkau telah menyelamatkan kami dari tangan orang Midian.”
23Gideon berkata kepada mereka, “Aku tidak akan memerintah atas kamu, dan bukan juga anakku memerintah atas kamu, melainkan TUHAN yang memerintah kamu.”
24Lalu, Gideon berkata kepada mereka, “Aku minta satu hal kepadamu, masing-masing dari kamu memberikan anting-anting hasil jarahannya kepadaku.” Mereka beranting-anting emas karena mereka orang Ismael.
25Mereka menjawab, “Kami akan memberikannya dengan senang hati.” Lalu, mereka membentangkan sehelai kain, dan setiap orang melemparkan anting-anting dari jarahannya ke atas kain itu.
26Berat anting-anting emas yang dia minta mencapai 1700 syikal emas, belum termasuk bulan-bulanan, perhiasan telinga, dan pakaian ungu muda yang dipakai oleh raja-raja Midian, selain kalung rantai di leher unta-unta mereka.
27Kemudian, Gideon membuat baju efod dari semuanya itu dan menempatkannya di kotanya, di Ofra. Di sana, semua orang Israel melakukan kekafiran dengan menyembahnya. Inilah yang menjadi jerat bagi Gideon dan keluarganya.
Kematian Gideon
28Orang Midian ditundukkan di hadapan orang Israel sehingga tidak dapat mengangkat kepalanya lagi. Negeri itu aman selama empat puluh tahun pada zaman Gideon.
29Kemudian, Yerubaal, anak Yoas, pergi dan menetap di rumahnya sendiri.
30Gideon memiliki tujuh puluh anak laki-laki, semua anak kandungnya sendiri, sebab dia beristri banyak.
31Gundiknya yang tinggal di Sikhem juga melahirkan anak laki-laki. Dia menamainya Abimelekh.
32Gideon, anak Yoas, mati ketika sudah sangat tua. Dia dikuburkan di dalam kubur Yoas, ayahnya, di Ofra, kota orang Abiezer.
33Segera sesudah Gideon mati, orang Israel kembali melakukan kekafiran dengan menyembah baal-baal dan membuat Baal-Berit menjadi ilah mereka.
34Orang Israel tidak mengingat TUHAN, Allah mereka, yang telah melepaskan mereka dari tangan semua musuh mereka di segala arah.
35Mereka juga tidak menunjukkan kemurahan kepada keluarga Yerubaal, yaitu Gideon, sesuai dengan semua kebaikan yang dilakukannya kepada orang Israel.
Hakim-Hakim 9
Abimelekh Menjadi Raja
1Abimelekh, anak Yerubaal, pergi ke Sikhem kepada saudara-saudara ibunya, dan berkata kepada mereka dan kepada seluruh keluarga ibunya, katanya,
2“Tolong katakan kepada seluruh penduduk Sikhem, ‘Manakah yang lebih baik bagimu, tujuh puluh orang memerintah kamu, yaitu semua anak Yerubaal, atau seorang saja? Ingatlah, bahwa aku adalah darah dagingmu.”
3Kemudian, saudara-saudara ibunya mengatakan segala hal kepada semua pemimpin Sikhem. Lalu, hati mereka condong untuk mengikuti Abimelekh, sebab mereka berkata, “Dialah saudara kita.”
4Mereka memberikan tujuh puluh keping perak dari kuil Baal-Berit. Lalu, Abimelekh memberikannya kepada orang-orang yang tidak berguna dan orang-orang nekat yang mengikutinya.
5Dia pergi ke rumah ayahnya di Ofra, lalu membunuh saudara-saudaranya, anak-anak Yerubaal, tujuh puluh orang, di atas batu. Akan tetapi, Yotam, anak bungsu Yerubaal, masih hidup karena dia bersembunyi.
6Seluruh penduduk Sikhem dan seluruh Bet-Milo berkumpul. Mereka pergi menobatkan Abimelekh menjadi raja di dekat pohon Tarbantin di tugu peringatan yang berada di Sikhem.
Cerita Yotam
7Ketika Yotam mendengar hal itu, dia pergi dan berdiri di puncak Gunung Gerizim. Dengan suara nyaring, dia berseru, “Dengarkanlah aku, penduduk Sikhem, maka Allah akan mendengarkan kamu.
8Sekali peristiwa, pohon-pohon pergi untuk mengurapi raja atas mereka. Mereka berkata kepada pohon Zaitun, ‘Memerintahlah atas kami.’
9Pohon zaitun menjawab kepada mereka, ‘Haruskah aku meninggalkan minyakku yang dipakai untuk menghormati Allah dan manusia, lalu pergi melayang-layang di atas pohon-pohon?’
10Lalu, pohon-pohon itu berkata kepada pohon ara, ‘Datanglah, memerintahlah atas kami.’
11Pohon ara menjawab, ‘Haruskah aku meninggalkan manisanku dan buah-buahku yang baik, lalu pergi melayang-layang di atas pohon-pohon?’
12Lalu, pohon-pohon itu berkata kepada pohon anggur, ‘Datanglah, memerintahlah atas kami.’
13Pohon anggur itu menjawab, ‘Haruskah aku meninggalkan air buah anggurku yang menyukakan Allah dan manusia, lalu pergi melayang-layang di atas pohon-pohon?’
14Akhirnya, segala pohon itu berkata kepada semak duri, ‘Marilah, memerintahlah atas kami.’
15Semak duri berkata kepada pohon-pohon itu, ‘Jika engkau sungguh-sungguh ingin mengurapi aku menjadi raja atas kamu, berlindunglah di bawah naunganku. Jika tidak, biarlah api keluar dari semak duri dan memakan habis pohon-pohon aras di Lebanon.’
16Sekarang, jika engkau berbuat setia dan jujur dengan mengangkat Abimelekh menjadi raja, dan jika engkau berbuat baik kepada Yerubaal dan keturunannya, dan jika perbuatanmu sesuai dengan perbuatannya,
17sebab ayahku berperang bagimu, mempertaruhkan nyawanya, dan melepaskan kamu dari tangan orang Midian.
18Akan tetapi, pada hari ini, engkau bangkit melawan keturunan ayahku dan membunuh ketujuh puluh anaknya di atas satu batu, dan mengangkat Abimelekh, anak hamba perempuannya, menjadi raja atas penduduk Sikhem karena dia saudaramu.
19Jika kamu berbuat setia dan jujur terhadap Yerubaal dan keturunannya pada hari ini, bergembiralah karena Abimelekh dan biarlah dia juga bergembira karena kamu.
20Jika tidak, biarlah api keluar dari Abimelekh dan membakar habis penduduk Sikhem dan keluarga Bet-Milo. Dan, biarlah api keluar dari penduduk Sikhem dan dari keluarga Bet-Milo untuk membakar habis Abimelekh.”
21Sesudah itu, Yotam berlari dan melarikan diri ke Beer. Dia tinggal di sana karena takut terhadap Abimelekh, saudaranya.
Abimelekh Bertempur Melawan Sikhem
22Abimelekh memerintah orang Israel selama tiga tahun.
23Kemudian, Allah mengirim roh jahat di antara Abimelekh dan penduduk Sikhem sehingga penduduk Sikhem berkhianat terhadap Abimelekh.
24Kekerasan terhadap ketujuh puluh anak Yerubaal pun dibalaskan. Darah mereka ditanggungkan atas Abimelekh, yang membunuh saudara-saudaranya, dan atas penduduk Sikhem yang membantu dia membunuh saudara-saudaranya itu.
25Penduduk Sikhem menempatkan orang untuk menyergap dia di puncak gunung, dan merampok setiap orang yang melewati jalan itu. Hal itu diberitahukan kepada Abimelekh.
26Pada saat itu, Gaal, anak Ebed, bersama saudara-saudaranya datang dan pindah ke kota Sikhem. Penduduk Sikhem pun percaya kepadanya.
27Mereka pergi ke ladang, memetik buah anggur dari kebun anggur mereka, mengiriknya, dan mengadakan perayaan. Sesudah itu, mereka masuk ke kuil ilah mereka, lalu makan dan minum sambil mengutuki Abimelekh.
28Gaal, anak Ebed, berkata, “Siapakah Abimelekh dan siapakah orang Sikhem sehingga kita harus melayaninya? Bukankah dia anak Yerubaal, dan Zebul, wakilnya? Layanilah orang-orang Hemor, ayah Sikhem! Mengapa kita harus melayaninya?
29Seandainya orang-orang di kota ini ada di bawah kekuasaanku, aku akan melenyapkan Abimelekh.” Lalu, dia berkata kepada Abimelekh, “Tambahlah tentaramu dan majulah!”
30Ketika Zebul, penguasa kota itu, mendengar perkataan Gaal, anak Ebed, kemarahannya bangkit.
31Dia mengirim beberapa pesuruh kepada Abimelekh secara diam-diam, dengan pesan, “Sesungguhnya, Gaal, anak Ebed, dan saudara-saudaranya telah datang ke Sikhem. Ketahuilah, mereka menghasut kota itu untuk melawanmu.
32Karena itu, pada waktu malam, engkau dan rakyat yang menyertaimu berangkatlah dan adakanlah penyergapan di padang.
33Keesokan harinya, saat matahari terbit, engkau harus bangun pagi-pagi dan menyerbu kota itu. Jika dia dan orang-orang yang menyertainya keluar melawanmu, lakukanlah kepadanya sesuai dengan yang dijumpai tanganmu.”
34Pada malam hari, Abimelekh dan seluruh rakyat yang menyertainya berangkat dan menyiapkan penyergapan terhadap Sikhem dalam empat pasukan.
35Ketika Gaal, anak Ebed, keluar dan berdiri di depan pintu gerbang kota, Abimelekh dan rakyat yang menyertainya bangkit dari tempat penyergapan.
36Ketika Gaal melihat rakyat itu, dia berkata kepada Zebul, “Lihat, banyak orang turun dari puncak gunung.” Zebul berkata kepadanya, “Itu bayang-bayang gunung yang engkau kira manusia.”
37Gaal berkata lagi, “Lihat, ada orang banyak turun dari Pusat Tanah dan satu kelompok datang dari pohon Tarbantin Peramal.”
38Zebul berkata kepadanya, “Di manakah sekarang mulut besarmu yang berkata, ‘Siapakah Abimelekh sehingga kita melayaninya?’ Bukankah ini orang-orang yang kamu hina itu? Karena itu, keluarlah sekarang dan perangilah mereka.”
39Lalu, Gaal maju di depan penduduk Sikhem dan berperang melawan Abimelekh.
40Abimelekh mengejarnya, dan Gaal melarikan diri dari hadapannya. Banyak orang mati terbunuh sampai di depan pintu gerbang.
41Abimelekh tinggal di Aruma, dan Zebul mengusir Gaal dan saudara-saudaranya yang tinggal di Sikhem.
42Kemudian, pada keesokan harinya, orang-orang itu pergi ke ladang, dan diberitahukanlah hal itu kepada Abimelekh.
43Dia membawa rakyatnya, lalu dibaginya menjadi tiga pasukan, lalu mereka mengadakan penyergapan di padang. Ketika dilihatnya orang-orang itu keluar dari kota, dia bangkit menyerang dan menewaskan mereka.
44Abimelekh dan pasukan yang menyertainya menyerbu dan menduduki pintu gerbang kota, sementara kedua pasukan lainnya menyerbu semua orang yang ada di padang dan menewaskan mereka.
45Abimelekh berperang melawan kota itu sepanjang hari. Dia merebut kota itu dan membunuh orang-orang yang berada di dalamnya, kemudian merobohkan kota dan menaburinya dengan garam.
46Ketika seluruh warga Menara Sikhem mendengar hal itu, mereka masuk ke dalam liang di bawah kuil El-Berit.
47Abimelekh diberi tahu bahwa seluruh warga Menara Sikhem telah berkumpul.
48Abimelekh naik ke Gunung Zalmon, dia dan seluruh rakyat yang menyertainya. Lalu, Abimelekh mengambil kapak di tangannya, lalu memotong dahan-dahan kayu, mengangkatnya, dan meletakkannya ke atas bahunya, dan berkata kepada rakyatnya yang bersama dia, “Apa pun yang kaulihat, lakukanlah dengan segera seperti yang kulakukan.”
49Lalu, seluruh rakyatnya juga memotong-motong dahan-dahan mengikuti Abimelekh, meletakkannya di atas liang, dan membakarnya di atas liang dengan api. Semua orang Menara Sikhem mati, kira-kira seribu laki-laki dan perempuan.
Kematian Abimelekh
50Sesudah itu, Abimelekh pergi ke Tebes. Dia mengepung Tebes, lalu merebutnya.
51Ada menara yang kuat di tengah-tengah kota itu sehingga semua laki-laki dan perempuan melarikan diri ke sana. Seluruh penduduk kota menutup pintu di belakangnya dan naik ke atas atap menara itu.
52Abimelekh sampai ke menara itu dan menyerangnya. Dia menerobos sampai ke pintu menara dan membakarnya dengan api.
53Namun, seorang perempuan melemparkan batu kilangan ke atas kepala Abimelekh sehingga memecahkan tengkorak kepalanya.
54Dengan segera, dia memanggil orang muda, pembawa senjatanya, dan berkata, “Hunuskan pedangmu dan bunuhlah aku supaya jangan orang berkata tentang aku, ‘Seorang perempuan membunuhnya.’ Kemudian, bujangnya menikamnya sampai mati.
55Ketika orang-orang Israel melihat bahwa Abimelekh telah mati, mereka pulang ke tempat tinggalnya masing-masing.
56Allah membalaskan kejahatan Abimelekh yang dilakukan terhadap ayahnya, yaitu pembunuhan atas ketujuh puluh saudaranya.
57Segala kejahatan orang-orang Sikhem pun dibalaskan Allah kepada kepala mereka sendiri sehingga kutuk Yotam, anak Yerubaal, menimpa mereka.
Total hari yang sudah dicatat: 5 / 365