Bilangan 21-23
Bilangan 21
Perang terhadap Kanaan
1Raja Arad, orang Kanaan, yang tinggal di selatan, mendengar bahwa umat Israel datang melalui jalan Atarim, maka raja itu datang menyerang orang Israel dan menangkap beberapa orang dari mereka untuk dijadikan tawanan.
2Umat Israel bernazar kepada TUHAN: “Jika Engkau menyerahkan bangsa ini kepada kami, kami akan menghancurkan seluruh kota mereka.”
3TUHAN mendengar umat Israel dan membuat mereka mengalahkan orang Kanaan. Mereka benar-benar membinasakannya beserta kota-kota mereka. Kemudian, tempat itu dinamakan Horma.
Ular Tembaga
4Bangsa Israel meninggalkan Gunung Hor dan berjalan menuju Laut Teberau untuk mengelilingi negeri Edom. Namun, umat itu tidak sabar selama dalam perjalanan.
5Mereka mengeluh terhadap Allah dan Musa dengan berkata, “Mengapa kamu membawa kami keluar dari Mesir, supaya kami mati di padang gurun? Tidak ada roti dan air! Kami muak dengan makanan yang tidak enak ini!”
6Kemudian, TUHAN mengirimkan ular-ular tedung ke tengah umat itu untuk menggigit mereka, dan banyak orang Israel yang mati.
7Mereka datang kepada Musa dan berkata, “Kami tahu bahwa kami telah berdosa karena kami mengeluh terhadap TUHAN dan engkau. Berdoalah kepada TUHAN, minta kepada-Nya agar Dia menjauhkan ular-ular ini.” Musa pun berdoa untuk mereka.
8TUHAN berfirman kepada Musa, “Buatlah seekor ular tedung dan letakkan di atas sebuah tiang. Jika ada orang digigit ular, orang itu harus memandang ular itu. Maka orang itu tidak akan mati.”
9Lalu, Musa membuat seekor ular dari tembaga dan menempatkannya di atas tiang. Apabila ada orang yang digigit ular, orang itu harus memandang ular tembaga itu. Maka, orang itu akan tetap hidup.
Perjalanan ke Moab
10Bangsa Israel meninggalkan tempat itu dan berkemah di Obot.
11Kemudian, mereka meninggalkan Obot dan berkemah di Abarim, di padang gurun sebelah timur Moab.
12Dari sana, mereka melanjutkan perjalanan dan berkemah di lembah Zered.
13Mereka kembali berjalan dan berkemah di seberang Sungai Arnon, di padang gurun yang merupakan batas antara Moab dan Amori, itulah perbatasan Amori.
14Itulah sebabnya kata-kata ini ditulis dalam Kitab Peperangan TUHAN, “Waheb di Sufa, dan lembah-lembah di Arnon,
15dan bukit-bukit dekat lembah-lembah yang terbentang hingga Kota Ar, tempat perbatasan Moab.”
16Mereka berjalan ke Beer. Di sini terdapat sumur, tempat TUHAN berkata kepada Musa, “Kumpulkanlah umat itu, dan Aku akan memberi mereka air.”
17Lalu, umat Israel menyanyikan nyanyian ini: “Hai sumur, meluaplah dengan air! Nyanyikanlah itu!
18Ini adalah sumur yang digali bangsawan itu. memakai tongkat kerajaan, tongkatnya.” Dari padang gurun, mereka menuju ke Kota Matana.
19Dari Matana ke Nahaliel. Dari Nahaliel ke Bamot.
20Dari Bamot mereka berjalan ke Lembah Moab, di mana puncak Gunung Pisga menghadap ke padang gurun.
Sihon dan Og
21Bangsa Israel mengutus utusan kepada Sihon, raja Amori. Katanya,
22“Izinkanlah kami melewati negerimu. Kami tidak akan berbelok memasuki ladang atau kebun anggur. Kami tidak akan minum air dari sumur mana pun. Kami hanya akan berjalan di jalan raya sampai kami melewati perbatasanmu.”
23Namun, Raja Sihon tidak mengizinkan orang Israel melewati negerinya. Dia mengumpulkan tentaranya dan keluar ke padang belantara untuk melawan orang Israel. Sesampainya di Yahas, mereka berperang melawan orang Israel.
24Orang Israel mengalahkan raja itu dengan pedang dan merebut negerinya, mulai dari Sungai Arnon, Sungai Yabok, sampai perbatasan orang Amon, sebab perbatasan orang Amon itu kuat.
25Israel merebut semua kota orang Amori dan tinggal di kota-kota itu, di Hesybon dan di semua desanya.
26Hesybon adalah kota Sihon, raja Amori. Dia pernah berperang melawan Moab dan merebut tanah sepanjang Sungai Arnon.
27Sebab itu, para penyair mengatakan: Datanglah dan bangunlah kembali Hesybon! Teguhkan kota Sihon.
28Api keluar dari Hesybon, nyalanya dari kota Sihon. Api itu membinasakan Ar-Moab, berkuasa atas bukit-bukit sepanjang Sungai Arnon.
29Celakalah kamu, Moab. Binasalah kamu, bangsa Kamos. Anak-anaknya laki-laki menjadi pelarian. Anak-anaknya perempuan menjadi tawanan Sihon, raja Amori.
30Namun, kami mengalahkan mereka, dari Hesybon hingga Dibon, dan dari Nofah, di Medeba.
31Bangsa Israel pun tinggal di tanah orang Amori.
32Musa mengutus beberapa orang untuk menyelidiki Kota Yaezer. Kemudian, orang Israel merebut kota itu dan mengusir orang Amori yang tinggal di tempat itu.
33Mereka berbalik dan berjalan menuju Basan. Og, raja Basan, beserta semua rakyatnya keluar menghadapi mereka untuk berperang di Edrei.
34Namun, TUHAN berfirman kepada Musa, “Jangan takut kepadanya. Aku akan menyerahkan dia beserta seluruh rakyat dan negerinya kepadamu. Lakukanlah hal yang sama kepadanya, seperti yang telah kamu lakukan terhadap Sihon, raja Amori yang tinggal di Hesybon.”
35Mereka pun mengalahkan Og, anak-anaknya, dan seluruh pasukannya sampai tidak bersisa. Setelah itu, mereka menduduki negerinya.
Bilangan 22
Bileam dan Raja Moab
1Umat Israel berangkat dan berkemah di dataran Moab, seberang Sungai Yordan, dekat Yerikho.
2Balak, anak Zipor, telah melihat segala yang dilakukan umat Israel terhadap Amori.
3Seluruh Moab sangat takut terhadap orang Israel karena jumlahnya banyak. Mereka menjadi ciut hati terhadap umat Israel.
4Orang-orang Moab berkata kepada tua-tua Midian, “Kumpulan orang itu akan membabat habis segala sesuatu di sekitar kita, seperti sapi memakan semua rumput di ladang.” Raja Moab saat itu adalah Balak, anak Zipor.
5Dia mengirim utusan kepada Bileam, anak Beor. Bileam ada di Petor dekat Sungai Efrat. Dia berkata: “Suatu bangsa telah keluar dari Mesir. Mereka menduduki seluruh negeri dan berkemah di dekatku.
6Datang dan tolonglah aku. Orang-orang ini terlalu kuat untukku maka kutuklah mereka bagiku supaya aku mampu mengalahkan dan mengusir mereka dari negeriku. Sebab jika kamu memberkati, maka akan diberkati. Jika kamu mengutuk, maka akan kena kutuk.”
7Tua-tua Moab dan Midian pergi dengan membawa uang di tangannya dan menyampaikan semua yang telah dikatakan Balak.
8Bileam berkata kepada mereka, “Bermalamlah di sini. Aku akan berbicara kepada TUHAN dan memberitahumu jawaban-Nya kepadaku.” Para pemimpin Moab tinggal di sana bersama Bileam.
9Kemudian, Allah datang kepada Bileam dan berfirman, “Siapa orang-orang yang bersamamu?”
10Jawab Bileam kepada Allah, “Balak, anak Zipor, raja Moab, mengutus mereka kepadaku,
11‘Suatu bangsa telah keluar dari Mesir dan menduduki seluruh negeri. Jadi datanglah dan kutuklah mereka ini supaya aku mampu menyerang dan mengusir mereka.’”
12Namun, Allah berfirman kepada Bileam, “Jangan pergi bersama mereka. Jangan mengutuk bangsa itu sebab mereka diberkati.”
13Keesokan paginya, Bileam bangun dan berkata kepada tua-tua Balak, “Pergilah kembali ke negerimu. TUHAN tidak ingin aku pergi bersamamu.”
14Para pemimpin Moab itu kembali kepada Balak dan berkata, “Bileam menolak untuk datang bersama kami.”
15Kemudian, Balak mengirim pemimpin lainnya kepada Bileam. Kali ini, dia mengutus lebih banyak daripada yang pertama. Para pemimpin ini jauh lebih terhormat dari yang pertama diutus.
16Mereka pergi kepada Bileam dan berkata, “Inilah yang dikatakan Balak, anak Zipor, kepadamu: ‘Janganlah ada sesuatu yang menghalangimu untuk datang kepadaku.
17Aku akan membayar upah yang besar kepadamu, dan aku akan melakukan apa pun yang kamu minta. Datanglah dan kutuklah bangsa ini demi aku.’”
18Bileam menjawab pembantu Balak. Katanya, “Aku tidak akan melanggar perintah TUHAN, Allahku. Baik itu perintah-Nya besar atau kecil. Bahkan, jika Balak menawarkan kepadaku istananya yang penuh dengan emas dan perak, aku tidak akan melakukan apa pun melawan perintah-Nya.
19Namun, kamu dapat bermalam di sini seperti yang dilakukan oleh rombongan sebelumnya, dan malam ini aku akan tahu apa yang TUHAN katakan kepadaku.”
20Malam itu, Allah datang kepada Bileam dan berkata, “Orang-orang ini telah memintamu untuk pergi bersama mereka. Pergilah bersama mereka, tetapi lakukanlah seperti yang Kukatakan kepadamu.”
Bileam dan Keledainya
21Keesokan paginya, Bileam bangun, memasang pelana pada keledainya, dan berangkat bersama para pemimpin Moab.
22Allah menjadi murka ketika Bileam pergi. Ketika Bileam sedang menunggang keledainya bersama dengan dua orang hambanya, malaikat TUHAN berdiri di jalan, di depannya.
23Keledai Bileam melihat malaikat TUHAN berdiri di jalan dengan pedang terhunus. Lalu, keledai itu berbelok dari jalan dan masuk ke ladang. Ia memukul keledai itu untuk memaksanya kembali ke jalan.
24Malaikat TUHAN berdiri di jalan yang sempit di antara kebun anggur dengan pagar tembok di kedua sisinya.
25Keledai itu kembali melihat malaikat TUHAN sehingga keledai itu merapatkan tubuhnya pada tembok. Ia memukul kembali keledai itu karena kaki Bileam terimpit tembok.
26Sesudah itu, malaikat TUHAN berdiri di tempat lain. Malaikat itu berdiri di jalan yang sempit sehingga tidak ada jalan bagi keledai itu untuk melewatinya. Keledai itu juga tidak bisa berbelok ke kiri maupun ke kanan.
27Keledai itu melihat malaikat TUHAN dan merebahkan tubuhnya. Saat itu, Bileam masih duduk di atasnya. Bileam menjadi marah dan memukul keledai itu dengan tongkatnya.
28Kemudian, TUHAN membuka mulut keledai itu dan keledai itu berkata kepada Bileam, “Mengapa kamu marah kepadaku? Apa yang telah kuperbuat kepadamu sehingga kamu telah memukul aku tiga kali!”
29Bileam menjawab kepada keledai itu, “Kamu mempermainkan aku. Jika aku memegang pedang, aku akan membunuhmu sekarang!”
30Keledai itu berkata kepada Bileam, “Lihatlah, aku keledaimu. Kamu telah menunggangiku selama bertahun-tahun. Kamu tahu bahwa aku tidak pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya!” “Itu benar,” kata Bileam.
31Kemudian, TUHAN membuka mata Bileam dan dia melihat malaikat TUHAN berdiri di jalan dengan pedang di tangannya. Maka, Bileam bersujud sampai ke tanah.
32Malaikat TUHAN bertanya kepada Bileam, “Mengapa kamu memukul keledaimu tiga kali? Akulah yang telah menentangmu. Karena jalanmu bertentangan denganku.
33Keledaimu melihatku dan menghindariku sampai tiga kali. Jika keledai itu tidak menghindar, aku sudah membunuhmu tetapi keledaimu akan kuselamatkan.”
34Bileam berkata kepada malaikat TUHAN, “Aku telah berdosa. Aku tidak tahu bahwa engkau berdiri di jalan. Jika aku melakukan yang salah, aku akan pulang kembali.”
35Malaikat TUHAN berkata kepada Bileam, “Tidak, pergilah bersama orang-orang itu. Namun, kamu harus berkata seperti yang Kusuruh untuk kamu katakan.” Lalu, Bileam pergi bersama para pemimpin yang diutus Balak itu.
36Ketika Balak mendengar bahwa Bileam datang. Balak pun keluar untuk menemuinya di Kota Moab, perbatasan Sungai Arnon, tepatnya di ujung perbatasan itu.
37Balak berkata kepada Bileam, “Aku sebelumnya telah memintamu untuk datang. Mengapa kamu tidak datang kepadaku? Apakah kamu kira aku tidak sanggup membayarmu?”
38Jawab Bileam kepada Balak, “Aku sekarang telah datang, tetapi aku tidak dapat mengatakan apa pun seperti yang kauminta. Aku hanya mengatakan apa yang sudah Allah katakan kepadaku.”
39Kemudian, Bileam pergi bersama Balak ke Kiryat-Huzot.
40Balak menyembelih beberapa sapi dan domba sebagai kurban. Dia memberikan sebagian daging kepada Bileam dan beberapa kepada para pemimpin yang ada bersamanya.
41Besok paginya Balak membawa Bileam ke Bukit Baal. Dari sana, dia dapat melihat sebagian perkemahan orang Israel.
Bilangan 23
Pesan Pertama Bileam
1Bileam berkata kepada Balak, “Dirikanlah 7 mazbah bagiku di sini. Persiapkanlah juga 7 sapi jantan dan 7 domba jantan bagiku.”
2Balak melakukan yang diminta Bileam. Kemudian, Balak dan Bileam menyembelih seekor sapi jantan dan seekor domba jantan di atas setiap mazbah.
3Bileam berkata kepada Balak, “Berdirilah di samping kurban bakaranmu. Aku akan pergi. Kiranya TUHAN akan datang kepadaku, dan apa pun yang Dia katakan kepadaku akan kukatakan kepadamu.” Lalu, dia pergi ke suatu bukit.
4Allah menemui Bileam di tempat itu, dan Bileam berkata kepada-Nya, “Aku telah mendirikan 7 mazbah dan sudah mengurbankan seekor sapi jantan dan seekor domba jantan pada setiap mazbah.”
5TUHAN menaruh firman pada mulut Bileam, dan berkata, “Kembalilah kepada Balak dan sampaikanlah demikian.”
6Dia pun kembali kepada Balak. Balak masih berdiri di samping kurban bakarannya bersama dengan semua pemimpin Moab.
7Kemudian, Bileam menyampaikan sajaknya: “Balak, raja Moab, telah menyuruh aku datang dari pegunungan timur Aram. katanya, ‘Datanglah, kutuklah Yakub bagiku. Datanglah, kutuklah Israel.”
8Bagaimana aku mengutuk yang tidak dikutuk Allah? Bagaimana aku memurkai yang tidak dimurkai TUHAN?
9Aku melihat umat ini dari atas gunung batu. Aku memandangnya dari bukit. Bangsa yang tinggal sendirian dan bukan bagian dari bangsa-bangsa lain.
10Siapa yang dapat menghitung debu Yakub? dan siapakah yang dapat menghitung 1/4 Israel? Kiranya jiwaku mati sebagai orang jujur dan ajalku seperti mereka.’”
11Balak berkata kepada Bileam, “Apakah yang kamu lakukan terhadapku? Aku membawamu ke sini untuk mengutuk musuh-musuhku, tetapi kamu malah memberkati mereka!”
12Jawab Bileam, “Aku harus mengatakan yang telah TUHAN sampaikan kepadaku.”
13Kemudian, Balak berkata kepadanya, “Marilah bersamaku ke tempat lain. Di tempat itu kamu juga dapat melihatnya namun hanya bagian paling ujung dan tidak seluruhnya. Kutuklah mereka bagiku dari sana.”
14Balak pun membawanya ke Padang Pengintai di puncak Gunung Pisga. Di situ, Balak membangun tujuh mazbah dan mempersembahkan seekor sapi jantan dan satu domba jantan pada setiap mazbah itu.
15Bileam berkata kepada Balak, “Berdirilah di dekat kurban bakaranmu dan aku akan menemui TUHAN di sana.”
16TUHAN menemui Bileam dan menyampaikan pesan kepadanya, “Kembalilah kepada Balak dan berkatalah demikian”.
17Bileam kembali kepada Balak, dia masih berdiri dekat kurban bakarannya bersama para pemimpin Moab. Kemudian, Balak berkata kepadanya, “Apa yang telah difirmankan TUHAN?”
Pesan Kedua dari Bileam
18Kemudian, Bileam bersajak: “Bangkitlah, hai Balak, dan dengarkanlah. Berilah telinga padaku, hai anak Zipor.
19Allah bukanlah manusia, Dia tidak akan berbohong. Allah bukan anak manusia; Dia tidak akan menyesal. Jika Dia berfirman, Dia melakukannya. Jika Dia berbicara, Dia menepatinya.
20Aku disuruh memberkati mereka. Dia juga memberkati, aku tidak dapat mengubahnya.
21Dia tidak melihat yang salah pada Yakub. dan kejahatan bangsa Israel. TUHAN, Allah mereka, bersama mereka. sorak-sorai raja di tengah mereka!
22Allah yang membawa mereka keluar dari Mesir, bagaikan tanduk banteng kuat baginya.
23Tidak ada mantra dapat mengalahkan Yakub, ataupun tenungan terhadap Israel. Orang akan berkata tentang Yakub dan Israel: ‘Apa yang telah Allah lakukan!’
24Bangsa itu bangkit seperti singa betina, dan berdiri tegak bagai singa jantan. Dan ia tidak berbaring sampai ia makan mangsanya, dan minum darah kurbannya.”
25Balak berkata kepada Bileam, “Jikalau kamu tidak mengutuki mereka, janganlah kamu memberkatinya!”
26Jawab Bileam kepadanya, “Aku telah mengatakan kepadamu bahwa aku hanya mengatakan semua yang TUHAN firmankan, itu yang kulakukan.”
27Kemudian, Balak berkata kepada Bileam, “Marilah bersamaku ke tempat yang lain. Mungkin Allah berkenan di mata-Nya dan mengizinkanmu mengutuk bagiku dari tempat itu.”
28Balak pun membawa Bileam ke puncak Gunung Peor, yang menghadap ke padang gurun.
29Bileam berkata kepada Balak, “Dirikanlah 7 mazbah di sini. Lalu siapkanlah 7 sapi jantan dan 7 domba jantan.”
30Balak melakukan yang diminta oleh Bileam. Balak mempersembahkan sapi jantan dan domba jantan pada setiap mazbah.