Kejadian 11; Ayub 1-2
Kejadian 11
Menara Babel
1Pada saat itu, seluruh bumi itu memiliki satu bahasa dan logat yang sama.
2Dalam perjalanan ke timur, mereka menemukan dataran di tanah Sinear dan menetap di sana.
3Lalu, mereka berkata satu sama lain, “Mari kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik.” Lalu, mereka memakai bata-bata itu sebagai batu dan aspal sebagai perekatnya.
4Kemudian, mereka berkata, “Mari kita membangun kota bagi kita dengan menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita membuat nama bagi kita supaya kita jangan tersebar ke seluruh muka bumi.”
5Akan tetapi, TUHAN turun untuk melihat kota dan menara yang telah dibangun oleh anak-anak manusia itu.
6TUHAN berkata, “Lihat! Mereka ini adalah satu bangsa dan mereka memakai bahasa yang sama, dan ini baru awal dari yang dapat mereka lakukan. Mulai sekarang, segala yang mereka rencanakan untuk dilakukan, tidak ada yang tidak terlaksana.
7Ayo, Kita turun dan mengacaukan bahasa mereka supaya mereka tidak dapat memahami satu sama lain.”
8Lalu, TUHAN mencerai-beraikan mereka ke seluruh bumi. Mereka pun berhenti membangun kota itu.
9Karena itu, tempat itu disebut Babel karena di sana TUHAN mengacaukan bahasa seluruh bumi, dan dari tempat itu TUHAN mencerai-beraikan mereka ke seluruh muka bumi.
Keturunan Sem
10Inilah keturunan Sem. Ketika Sem berumur 100 tahun, Arpakhsad lahir baginya, yaitu dua tahun setelah peristiwa air bah.
11Setelah Arpakhsad lahir baginya, Sem hidup 500 tahun lagi dan masih ada anak laki-laki dan anak perempuan lainnya yang lahir baginya.
12Ketika Arpakhsad hidup selama 35 tahun, Selah lahir baginya.
13Setelah Selah lahir baginya, Arpakhsad hidup 403 tahun lagi dan masih ada anak laki-laki dan anak perempuan lainnya yang lahir baginya.
14Ketika Selah hidup selama 30 tahun, Eber lahir baginya.
15Setelah Eber lahir baginya, Selah hidup 403 tahun lagi dan masih ada anak laki-laki dan anak perempuan lainnya yang lahir baginya.
16Ketika Eber hidup selama 34 tahun, Peleg lahir baginya.
17Setelah Peleg lahir baginya, Eber hidup 430 tahun lagi dan masih ada anak laki-laki dan anak perempuan lainnya yang lahir baginya.
18Ketika Peleg hidup selama 30 tahun, Rehu lahir baginya.
19Setelah Rehu lahir baginya, Peleg hidup 209 tahun lagi dan masih ada anak laki-laki dan anak perempuan lainnya yang lahir baginya.
20Ketika Rehu hidup selama 32 tahun, Serug lahir baginya.
21Setelah Serug lahir baginya, Rehu hidup 207 tahun lagi dan masih ada anak laki-laki dan anak perempuan lainnya yang lahir baginya.
22Ketika Serug hidup selama 30 tahun, Nahor lahir baginya.
23Setelah Nahor lahir baginya, Serug hidup 200 tahun lagi dan masih ada anak laki-laki dan anak perempuan lainnya yang lahir baginya.
24Ketika Nahor hidup selama 29 tahun, Terah lahir baginya.
25Setelah Terah lahir baginya, Nahor hidup 119 tahun lagi dan masih ada anak laki-laki dan anak perempuan lainnya yang lahir baginya.
26Ketika Terah hidup selama 70 tahun, Abram, Nahor, dan Haran lahir baginya.
Keturunan Terah
27Inilah keturunan Terah. Abram, Nahor, dan Haran lahir bagi Terah. Setelah itu, Lot lahir bagi Haran.
28Haran mati di hadapan Terah, ayahnya, di tanah kelahirannya, Ur-Kasdim.
29Abram dan Nahor mengambil istri. Istri Abram bernama Sarai dan istri Nahor bernama Milka, anak Haran, ayah Milka dan Yiska.
30Sarai itu mandul, dia tidak punya anak.
31Dari Ur-Kasdim, Terah membawa Abram, anaknya, Lot anak Haran, cucunya, dan Sarai, menantunya, istri Abram, ke tanah Kanaan. Ketika sampai di Haran, mereka menetap di sana.
32Terah hidup selama 205 tahun, dan dia mati di Haran.
Ayub 1
Ayub, Orang Benar
1Ada seorang laki-laki di negeri Us yang bernama Ayub. Orang itu saleh dan benar, seorang yang takut akan Allah, dan menjauhkan diri dari kejahatan.
2Dia dikaruniai tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan.
3Kekayaannya mencakup tujuh ribu ekor domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang sapi, dan lima ratus ekor keledai betina, dan banyak sekali pelayan, sehingga orang ini adalah orang terbesar di antara semua orang dari daerah timur.
4Anak-anak laki-lakinya biasa pergi dan mengadakan pesta di rumah salah satu dari mereka menurut hari gilirannya, dan mereka juga mengirim dan mengundang tiga saudara perempuannya untuk makan dan minum dengan mereka.
5Ketika hari-hari pesta sudah berlalu, Ayub akan memanggil dan menguduskan mereka. Lalu, dia akan bangun pagi-pagi sekali, dan mempersembahkan kurban bakaran sesuai dengan jumlah semua anaknya. Sebab, Ayub berkata, “Mungkin anak-anak laki-lakiku telah berdosa dan mengutuk Allah dalam hati mereka.” Karena itulah Ayub melakukannya setiap kali.
6Ada suatu hari, ketika anak-anak Allah datang berdiri di hadapan Tuhan, Setan juga datang di antara mereka.
7TUHAN bertanya kepada Setan, “Dari mana kamu datang?” Lalu, Setan menjawab TUHAN, katanya, “Dari menjelajahi bumi, dan berjalan kian kemari di atasnya.”
8Kemudian, TUHAN bertanya kepada Setan, “Sudahkah kamu memperhatikan hamba-Ku, Ayub? Tidak ada orang yang seperti dia di muka bumi, seorang yang saleh dan benar, seorang yang takut akan Allah, dan menjauhkan diri dari kejahatan.”
9Kemudian, Setan menjawab TUHAN, katanya, “Apakah Ayub takut akan Allah tanpa alasan?
10Bukankah Engkau yang membuat pagar di sekeliling dia, sekeliling rumahnya, dan sekeliling semua yang dia miliki di semua sisinya? Engkau telah memberkati pekerjaan tangannya, dan kawanan ternaknya semakin bertambah di negeri itu.
11Akan tetapi, sekarang, ulurkan tangan-Mu, dan sentuh semua yang dia miliki, maka dia akan mengutuki-Mu di hadapan-Mu.”
12Lalu, TUHAN berfirman kepada Setan, “Baiklah, semua yang dia miliki ada dalam tanganmu, hanya jangan ulurkan tanganmu atas dia.” Kemudian, Setan pergi dari hadapan TUHAN.
Ayub Kehilangan Segalanya
13Pada suatu hari, ketika anak-anak laki-laki dan anak-anak perempuan Ayub sedang makan dan minum anggur di rumah saudara laki-laki mereka yang sulung,
14seorang suruhan datang kepada Ayub, dan berkata, “Ketika sapi-sapi sedang membajak, dan keledai-keledai sedang merumput di sampingnya,
15orang-orang Syeba menyerang ternak-ternak dan merampas mereka. Mereka membunuh para pelayan dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang dapat melarikan diri untuk memberi tahu engkau.”
16Sementara suruhan itu masih berbicara, yang lain datang, dan berkata, “Api Allah jatuh dari langit, dan membakar domba-domba dan para pelayan, dan menelan habis mereka. Hanya aku sendiri yang dapat melarikan diri untuk memberi tahu engkau.”
17Sementara suruhan itu masih berbicara, yang lain datang, dan berkata, “Orang-orang Kasdim membentuk tiga pasukan tentara. Mereka menyerbu unta-unta dan merampas mereka, dan membunuh para pelayan dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang dapat melarikan diri untuk memberi tahu engkau.”
18Sementara suruhan itu masih berbicara, yang lain datang, dan berkata, “Anak-anak laki-lakimu dan anak-anak perempuanmu sedang makan dan minum anggur di rumah saudara laki-laki mereka yang sulung.
19Tiba-tiba, angin besar datang dari seberang padang gurun, dan menghantam keempat penjuru rumah itu, lalu bangunan itu menimpa orang-orang muda itu sehingga mereka mati. Hanya aku sendiri yang dapat menyelamatkan diri untuk memberi tahu engkau.”
20Lalu, Ayub berdiri, merobek jubahnya, dan mencukur kepalanya. Kemudian, dia jatuh ke tanah, dan menyembah,
21katanya, “Dengan telanjang aku keluar dari rahim ibuku, dan dengan telanjang pula aku akan kembali ke sana. TUHAN memberi, TUHAN telah mengambil. Terpujilah nama TUHAN!”
22Dalam semuanya itu, Ayub tidak berbuat dosa atau menyalahkan Allah.
Ayub 2
Setan Mengganggu Ayub Lagi
1Sekali lagi, ada suatu hari ketika anak-anak Tuhan datang berdiri di hadapan TUHAN, dan Setan datang juga di antara mereka untuk berdiri di hadapan TUHAN.
2Kemudian, TUHAN bertanya kepada Setan, “Dari mana kamu datang?” Lalu, Setan menjawab TUHAN, dan berkata, “Dari menjelajahi bumi, dan berjalan kian kemari di atasnya.”
3TUHAN bertanya kepada Setan, “Sudahkah kamu memperhatikan hamba-Ku, Ayub? Tidak ada orang yang seperti dia di bumi, seorang yang saleh dan benar, seorang yang takut akan Allah, dan menjauhkan diri dari kejahatan. Dia masih terus berpegang teguh pada integritasnya walaupun kamu telah menghasut-Ku untuk menghancurkannya tanpa alasan.”
4Lalu, Setan menjawab TUHAN, dan berkata, “Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan semua yang dia miliki demi menyelamatkan nyawanya.
5Akan tetapi, sekarang, ulurkan tangan-Mu, dan sentuh tulang dan dagingnya, maka dia pasti akan mengutuki-Mu di hadapan-Mu.”
6Oleh karena itu, TUHAN berfirman kepada Setan, “Baiklah, dia ada dalam tanganmu, hanya sisakan nyawanya.”
7Kemudian, Setan pergi dari hadapan TUHAN, lalu menyerang Ayub dengan luka borok dari telapak kakinya hingga ujung kepalanya.
8Ayub mengambil sekeping pecahan tembikar untuk menggaruk-garuk badannya sendiri, sementara dia duduk di tengah-tengah abu.
9Lalu, istrinya berkata kepadanya, “Apakah kamu masih akan berpegang teguh pada integritasmu? Kutukilah Allah, dan matilah!”
10Namun, jawab Ayub kepadanya, “Kamu berbicara seperti perempuan bodoh berbicara. Apakah kita akan menerima yang baik dari Allah, dan tidak akan menerima yang buruk?” Dalam semuanya itu, Ayub tidak berdosa dengan bibirnya.
Tiga Sahabat Ayub
11Ketika tiga sahabat Ayub mendengar semua hal buruk yang terjadi padanya, satu per satu datang dari tempat tinggal mereka, yaitu Elifas, orang Teman, Bildad, orang Suah, dan Zofar, orang Naama. Sebab, mereka telah sepakat untuk pergi bersama-sama, dan berduka bersama dia, dan menghibur dia.
12Ketika mereka melayangkan mata dari jauh, mereka tidak mengenali Ayub. Lalu, mereka berseru dengan suara nyaring dan meratap. Satu per satu merobek jubahnya, dan menabur debu ke atas kepala mereka.
13Kemudian, mereka duduk bersama Ayub di atas tanah selama tujuh hari dan tujuh malam. Tidak seorang pun mengucapkan sepatah kata kepada Ayub karena mereka melihat penderitaan Ayub sangat berat.