Kejadian 26-29
Kejadian 26
Ishak Mendustai Abimelekh
1Kelaparan pun terjadi di negeri itu, selain kelaparan yang terjadi pada zaman Abraham. Karena itu, Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin.
2TUHAN menampakkan diri kepada Ishak dan berkata, “Jangan pergi ke Mesir. Tinggallah di tanah yang akan Kukatakan kepadamu.
3Tinggallah untuk sementara di negeri ini dan Aku akan menyertaimu dan akan memberkatimu. Karena kepadamu dan kepada keturunanmulah, Aku akan memberikan seluruh negeri ini. Aku akan meneguhkan sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu.
4Aku akan melipatgandakan keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan akan memberikan seluruh negeri ini kepada keturunanmu. Melalui keturunanmu, seluruh bangsa di bumi akan diberkati,
5sebab Abraham menaati suara-Ku, dan memelihara kewajibannya terhadap-Ku, perintah-perintah-Ku, ketetapan-ketetapan-Ku, dan hukum-hukum-Ku.”
6Jadi, Ishak menetap di Gerar.
7Ketika orang-orang di tempat itu bertanya kepada Ishak tentang istrinya, dia berkata, “Dia adalah adikku.” Dia takut untuk berkata, “Dia adalah istriku,” karena pikirnya, “orang-orang di tempat ini akan membunuhku karena Ribka sebab dia cantik.”
8Ketika dia telah beberapa lama berada di sana, Abimelekh, raja orang Filistin, memandang dari jendela dan memperhatikan, tampak Ishak sedang bercumbu dengan Ribka, istrinya.
9Lalu, Abimelekh memanggil Ishak dan berkata, “Lihatlah, ternyata dia adalah istrimu! Lalu, mengapa kamu mengatakan bahwa dia adalah adikmu?” Kata Ishak kepadanya, “Karena aku pikir, jangan-jangan aku akan mati karena dia.”
10Abimelekh berkata, “Apa yang telah kaulakukan terhadap kami? Mudah sekali bagi salah seorang rakyatku ini berbaring dengan istrimu sehingga kamu mendatangkan sebuah kesalahan atas kami.”
11Lalu, Abimelekh memperingatkan semua orang, katanya, “Siapa pun yang menyentuh laki-laki ini atau istrinya, orang itu pasti dihukum mati!”
12Ishak menabur di tanah itu dan dia memanen seratus kali lipat pada tahun yang sama sebab TUHAN memberkatinya.
13Orang itu pun menjadi kaya, dan terus bertambah kaya sehingga dia menjadi kaya raya.
14Dia memiliki kawanan domba, dan ternak, dan banyak hamba sehingga orang-orang Filistin iri terhadapnya.
15Karena itu, semua sumur yang digali oleh hamba-hamba ayahnya, ketika ayahnya, Abraham, masih hidup, ditutup dan ditimbun dengan tanah oleh orang-orang Filistin.
16Kemudian, Abimelekh berkata kepada Ishak, “Pergilah dari kami sebab kamu menjadi lebih kuat daripada kami.”
17Lalu, Ishak pergi dari sana. Dia mendirikan tenda di Lembah Gerar dan tinggal di sana.
Perjanjian Ishak dengan Abimelekh
18Kemudian, Ishak kembali menggali sumur-sumur yang digali pada zaman Abraham, ayahnya, yang telah ditutup oleh orang Filistin setelah kematian Abraham. Ishak memberikan nama yang sama kepada sumur-sumur itu, sebagaimana Abraham menamakannya dahulu.
19Akan tetapi, ketika hamba-hamba Ishak menggali sumur di lembah itu dan menemukan mata air yang alirannya berlimpah-limpah,
20para penggembala Gerar bertengkar dengan hamba-hamba Ishak dan berkata, “Air itu adalah milik kami!” Jadi, Ishak menamakan sumur itu Esek sebab di sana orang-orang bertengkar dengannya.
21Kemudian, mereka menggali sumur yang lain, tetapi orang-orang itu juga mempertengkarkannya sehingga Ishak menamakan sumur itu Sitna.
22Ishak pindah dari sana dan menggali sumur yang lain. Di sana tidak ada pertengkaran lagi sehingga Ishak menamakan tempat itu Rehobot. Dia berkata, “Sekarang, TUHAN telah memberikan keleluasaan kepada kita sehingga kita dapat beranak cucu di tanah ini.”
23Dari situ, Ishak pergi ke Bersyeba.
24Pada malam itu, TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman, “Akulah Allah Abraham, ayahmu. Jangan takut sebab Aku menyertaimu. Aku akan memberkatimu dan melipatgandakan keturunanmu karena Abraham, hamba-Ku.”
25Lalu, Ishak membangun mazbah di sana dan memanggil nama TUHAN. Di sana, dia mendirikan tendanya dan hamba-hambanya juga menggali sumur di situ.
26Setelah itu, datanglah Abimelekh dari Gerar kepada Ishak bersama dengan Ahuzat, penasihatnya, dan Pikhol, panglima pasukannya.
27Ishak berkata kepada mereka, “Mengapa engkau datang menemuiku padahal sebelumnya engkau membenciku dan menyuruhku pergi darimu.”
28Mereka menjawab, “Sekarang kami melihat dengan jelas bahwa TUHAN menyertaimu. Jadi, kami mengatakan bahwa sebaiknya ada sumpah di antara kita, antara pihakmu dan kami. Biarlah kami membuat suatu perjanjian denganmu;
29bahwa kami tidak akan menyakitimu seperti dahulu, kami tidak menyentuhmu, dan tidak melakukan apa pun kepadamu, kecuali kebaikan. Bahkan, ketika menyuruhmu pergi, kami menyuruhmu pergi dalam damai. Sekarang, kamulah yang diberkati TUHAN.”
30Ishak mengadakan jamuan makan bagi mereka, lalu mereka makan dan minum.
31Mereka bangun pagi-pagi sekali dan saling bersumpah. Kemudian, Ishak melepas orang-orang itu dan mereka pergi darinya dalam damai.
32Pada hari itu, hamba-hamba Ishak datang dan memberi tahu tentang sumur yang telah mereka gali. Mereka berkata, “Kami menemukan air!”
33sehingga Ishak menamakan sumur itu Syeba. Karena itulah, kota itu masih disebut Bersyeba sampai hari ini.
Istri-Istri Esau
34Ketika Esau berumur 40 tahun, dia menikah dengan Yudit anak Beeri, orang Het, dan Basmat anak Elon, orang Het,
35yang mendukakan hati Ishak dan Ribka.
Kejadian 27
Yakub Menipu Ishak
1Ketika Ishak sudah tua dan matanya menjadi rabun sehingga dia tidak dapat melihat dengan jelas, dia memanggil Esau, anak sulungnya, dan berkata, “Anakku!” Esau menjawab, “Ya, Ayah.”
2Ishak berkata, “Lihatlah, sekarang aku sudah tua, aku tidak mengetahui hari kematianku.
3Jadi, ambillah senjatamu, tabung panahmu, dan busurmu, lalu pergilah ke padang untuk memburu makanan bagiku.
4Lalu, olahlah makanan lezat bagiku, seperti yang aku suka, dan bawalah kemari untuk kumakan supaya aku dapat memberkatimu sebelum aku mati.”
5Pada saat Ishak berbicara kepada Esau, anaknya, Ribka mendengar hal ini. Karena itu, ketika Esau pergi ke padang hendak memburu tangkapan untuk dibawa pulang,
6Ribka berkata kepada Yakub, anaknya, “Aku mendengar ayahmu berbicara kepada kakakmu, Esau, katanya,
7‘Bawalah kepadaku hasil buruan dan olahlah makanan yang lezat untukku supaya aku dapat memakannya dan memberkatimu di hadapan Allah sebelum aku mati.’
8Karena itu, Anakku, dengarlah perkataanku sesuai perintahku kepadamu.
9Pergilah kepada kawanan kambing kita dan dari itu ambillah dua ekor kambing jantan muda pilihan dan aku akan mengolahnya menjadi makanan lezat bagi ayahmu seperti yang dia sukai.
10Lalu, kamu harus membawanya kepada ayahmu supaya dimakannya sehingga dia dapat memberkatimu sebelum kematiannya.”
11Namun, Yakub berkata kepada Ribka, ibunya, “Lihatlah, Esau, kakakku, adalah orang yang berbulu, sedangkan aku adalah orang berkulit licin.
12Mungkin ayahku akan merabaku dan aku akan dianggapnya sebagai penipu sehingga aku malah akan mendatangkan kutuk atas diriku, bukannya berkat.”
13Namun, ibunya berkata kepadanya, “Kutukmu itu adalah tanggunganku, Anakku. Dengarkan saja suaraku. Pergilah dan bawa kambing-kambing itu kepadaku.”
14Lalu, dia pergi untuk mengambil dan membawanya kepada ibunya. Lalu, ibunya mengolah makanan lezat sesuai dengan kesukaan ayahnya.
15Kemudian, Ribka mengambil pakaian terbaik milik Esau, anak sulungnya, yang disimpannya di rumah dan mengenakannya pada anak bungsunya, Yakub.
16Dia juga menaruh kulit kambing muda pada tangan dan bagian leher Yakub yang tidak berbulu.
17Dia juga memberikan makanan lezat dan roti yang dibuatnya kepada Yakub, anaknya.
18Kemudian, Yakub pergi kepada ayahnya dan berkata, “Ayahku!” Ayahnya menjawab, “Ya, Nak. Siapakah kamu, Anakku?”
19Yakub berkata kepada ayahnya, “Aku Esau, anak sulungmu. Aku telah melaksanakan apa yang Ayah katakan kepadaku. Sekarang, duduklah dan makanlah hasil buruanku ini supaya engkau dapat memberkatiku.”
20Ishak berkata kepada anaknya, “Bagaimana kamu bisa mendapatkannya secepat itu, Anakku?” Yakub menjawab, “Karena TUHAN, Allahmu, yang membuatku berhasil.”
21Kemudian, Ishak berkata kepada Yakub, “Mendekatlah supaya aku dapat merabamu, Anakku, supaya aku tahu apakah kamu benar-benar anakku, Esau, atau bukan.”
22Lalu, Yakub mendekat kepada Ishak, ayahnya, dan Ishak merabanya, lalu berkata, “Suaranya suara Yakub, tetapi tangannya adalah tangan Esau.”
23Ishak tidak mengenali Yakub karena tangan Yakub berbulu seperti tangan Esau. Jadi, Ishak memberkati Yakub.
24Namun, sekali lagi Ishak bertanya, “Apakah kamu benar-benar anakku, Esau?” Yakub menjawab, “Ya, akulah dia.”
Ishak Memberkati Yakub
25Kemudian, Ishak berkata, “Bawalah kepadaku, aku akan memakan hasil buruan anakku supaya aku dapat memberkatimu.” Yakub membawa makanan itu kepada ayahnya dan Ishak pun memakannya. Yakub juga membawakan anggur untuk ayahnya, dan Ishak pun meminumnya.
26Kemudian, Ishak, ayahnya, berkata kepadanya, “Kemarilah dan ciumlah aku, Anakku.”
27Yakub pun mendekat kepada ayahnya dan menciumnya. Ketika Ishak mencium bau pakaiannya, dia memberkatinya dan berkata, “Bau anakku ini seperti bau padang yang diberkati TUHAN.
28Kiranya Allah memberikan kepadamu embun dari langit, tanah yang gemuk, gandum, dan anggur baru yang berlimpah-limpah.
29Kiranya bangsa-bangsa melayanimu dan suku-suku bangsa sujud kepadamu. Jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan kiranya anak-anak ibumu berlutut kepadamu. Terkutuklah orang yang mengutukmu, dan diberkatilah orang yang memberkatimu.”
Ishak Memberkati Esau
30Ishak baru saja selesai memberkati Yakub dan Yakub juga baru saja meninggalkan ayahnya, ketika Esau pulang dari pemburuannya.
31Kemudian, Esau juga mengolah makanan lezat dan dibawanya itu kepada ayahnya. Dia berkata kepada ayahnya, “Ayahku, bangun dan makanlah hasil buruan anakmu ini supaya engkau memberkati aku.”
32Namun, Ishak, ayahnya, bertanya kepadanya, “Siapa kamu?” Esau menjawab, “Aku anakmu, anak sulungmu, Esau.”
33Tubuh Ishak menjadi sangat gemetar dan berkata, “Siapa dia yang telah memburu hasil buruan dan membawanya kepadaku? Sebelum kamu datang, aku telah memakan semuanya itu dan memberkatinya; dan dialah yang tetap akan diberkati.”
34Ketika Esau mendengar perkataan ayahnya itu, Dia menjerit dengan suara yang sangat nyaring dan penuh kepahitan. Lalu, dia berkata kepada ayahnya, “Berkatilah juga aku, Ayahku!”
35Kata Ishak kepadanya, “Saudaramu telah datang kemari dengan tipu daya dan merampas berkatmu.”
36Esau berkata, “Memang tepat namanya Yakub, bukan? Sebab, sudah dua kali dia memperdaya aku. Dia telah merampas hak kesulunganku, lalu sekarang, lihatlah, dia merampas berkatku.” Dia pun bertanya lagi, “Apakah engkau tidak menyimpan berkat lain untukku?”
37Ishak menjawab Esau, “Aku telah menjadikannya tuan atasmu dan semua saudaranya kuberikan kepadanya untuk menjadi hambanya. Aku pun telah memberkatinya dengan banyak gandum dan anggur. Karena itu, apa lagi yang dapat kulakukan untukmu, Anakku?”
38Esau berkata kepada ayahnya, “Apakah engkau hanya memiliki satu berkat itu, Ayahku? Berkatilah juga aku, Ayahku!” Kemudian, Esau mulai menangis dengan suara keras.
39Lalu Ishak, ayahnya, berkata kepadanya, “Dengarlah, tempat tinggalmu akan jauh dari tanah yang subur di bumi, dan jauh pula dari embun langit di atas.
40Kamu akan hidup oleh pedang, dan kamu akan melayani saudaramu. Akan tetapi, jika kamu berusaha sungguh-sungguh, kamu akan dapat melemparkan kuknya dari lehermu.”
Yakub Melarikan Diri ke Padan-Aram
41Karena itu, Esau membenci Yakub karena berkat yang telah diberikan ayah mereka kepada adiknya. Kata Esau kepada dirinya sendiri, “Masa berkabung karena kematian ayah sudah dekat; setelah itulah aku akan membunuh saudaraku, Yakub.”
42Ketika Ribka diberitahu tentang apa yang dikatakan Esau, dia pun segera mengutus orang untuk memanggil Yakub, anak bungsunya, dan berkata kepadanya, “Dengarlah, Esau, saudaramu, hendak menghibur dirinya dengan membunuhmu.
43Karena itu, Anakku, lakukan apa yang kukatakan kepadamu: Cepat lari kepada Laban, saudara laki-lakiku, di Haran.
44Tinggallah dengannya selama beberapa waktu sampai kemarahan saudaramu reda.
45Ketika kemarahan saudaramu telah reda dan dia melupakan apa yang kaulakukan kepadanya, aku akan mengutus seseorang untuk membawamu kembali. Lagi pula, mengapa aku harus kehilangan kamu berdua dalam sehari?”
46Kemudian, Ribka berkata kepada Ishak, “Aku lelah dengan hidupku karena perempuan-perempuan Het ini. Jika Yakub mengambil istri dari antara perempuan di negeri ini, dari perempuan-perempuan Het seperti ini, tidak ada gunanya lagi aku hidup.”
Kejadian 28
1Kemudian, Ishak memanggil Yakub, memberkatinya, dan memerintahkannya, “Kamu tidak boleh mengambil istri dari antara anak perempuan Kanaan.
2Bersiaplah dan pergilah ke Padan-Aram, ke rumah Betuel, ayah dari ibumu. Dari sana, ambillah seorang istri bagimu, yaitu salah seorang anak perempuan Laban, saudara ibumu.
3Kiranya Allah Yang Mahakuasa memberkatimu, membuatmu beranak cucu, dan melipatgandakanmu sehingga kamu menjadi bangsa yang besar.
4Kiranya Dia memberikan berkat Abraham kepadamu dan kepada keturunanmu supaya kamu dapat memiliki tanah yang kautinggali sementara ini, yang diberikan Allah kepada Abraham.”
5Kemudian, Ishak melepas kepergian Yakub, dan dia berangkat ke Padan-Aram, kepada Laban, anak Betuel orang Aram itu, yang adalah saudara Ribka, ibu Yakub dan Esau.
6Esau melihat bahwa Ishak telah memberkati Yakub dan menyuruhnya pergi ke Padan-Aram untuk mengambil seorang istri dari sana, dan bahwa ketika dia memberkati Yakub, dia memberi perintah kepadanya, katanya, “Kamu tidak boleh mengambil istri dari antara anak perempuan Kanaan,”
7dan bahwa Yakub menaati ayahnya dan ibunya, lalu pergi ke Padan-Aram.
8Dengan demikian, Esau menyadari bahwa perempuan-perempuan Kanaan itu tidak disukai oleh Ishak, ayahnya.
9Karena itu, pergilah Esau kepada Ismael dan mengambil Mahalat sebagai istrinya di samping istri-istrinya yang lain. Mahalat adalah adik perempuan Nebayot, anak Ismael, anak Abraham.
Mimpi Yakub di Betel
10Yakub pergi dari Bersyeba dan berangkat ke Haran.
11Lalu, dia tiba di suatu tempat dan dia bermalam di sana sebab matahari telah terbenam. Yakub mengambil sebongkah batu dari tempat itu dan menjadikannya bantal, lalu berbaringlah dia di tempat itu untuk tidur.
12Kemudian, dia bermimpi, dan lihatlah, sebuah tangga didirikan di atas bumi yang ujungnya sampai ke langit. Lihatlah, para malaikat Allah turun naik melaluinya.
13Kemudian, lihatlah, TUHAN berdiri di atasnya dan berfirman, “Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenek moyangmu, dan Allah Ishak; tanah tempatmu berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.
14Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah, dan kamu akan menyebar ke barat, timur, utara, dan selatan. Melaluimu dan melalui keturunanmu, semua kaum di bumi akan diberkati.
15Lihatlah, Aku menyertaimu dan akan menjagamu, ke mana pun kamu pergi, dan akan membawamu kembali ke tanah ini. Sebab, Aku tidak akan meninggalkanmu sampai Aku menggenapi apa yang telah Kukatakan kepadamu.”
16Kemudian, Yakub terbangun dari tidurnya dan dia berkata, “Sesungguhnya, TUHAN ada di tempat ini, tetapi aku tidak mengetahuinya!”
17Dia menjadi takut dan berkata, “Betapa dahsyatnya tempat ini! Ini tidak lain adalah rumah Allah dan ini adalah gerbang surga!”
18Karena itu, Yakub bangun pagi-pagi benar dan mengambil batu yang diletakkannya di bawah kepalanya. Lalu, dia menyusunnya menjadi sebuah tugu dan mencurahkan minyak ke atasnya.
19Yakub menyebut tempat itu Betel, tetapi sebelumnya nama kota itu adalah Lus.
20Kemudian, Yakub bersumpah, katanya, “Jika Allah akan menyertaiku dan akan menjagaku dalam perjalanan yang kutempuh ini, dan jika Dia memberiku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dikenakan,
21sampai aku kembali lagi ke rumah ayahku dengan selamat, TUHAN akan menjadi Allahku.
22Batu ini, yang kudirikan sebagai tugu, akan menjadi rumah Allah dan segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku, aku akan memberikan sepersepuluhnya kepada-Mu.”
Kejadian 29
Yakub Bertemu Rahel
1Kemudian, Yakub meneruskan perjalanannya dan tiba di tanah orang-orang Timur.
2Dia melayangkan pandangannya, dan lihatlah, ada sebuah sumur di padang. Tampak tiga kawanan domba yang berbaring di dekat situ karena dari sumur itulah para gembala memberi minum kawanannya. Sebongkah batu besar ada di atas mulut sumur itu.
3Setelah semua kawanan itu berkumpul di sana, para gembala akan menggulingkan batu itu dari mulut sumur, memberi minum domba-domba mereka, lalu mereka mengembalikan batu itu ke tempatnya, di atas mulut sumur.
4Kata Yakub kepada mereka, “Saudara-saudaraku, dari manakah asal kalian?” Jawab mereka, “Kami dari Haran.”
5Dia berkata kepada mereka, “Apakah kalian mengenal Laban, anak Nahor?” Jawab mereka, “Kami mengenalnya.”
6Kemudian, dia bertanya kepada mereka, “Apakah dia baik-baik saja?” Jawab mereka, “Dia baik-baik saja. Lihatlah, itu Rahel, anak perempuannya, datang dengan domba-dombanya.”
7Dia berkata, “Lihatlah, hari masih siang. Belum waktunya untuk ternak dikumpulkan. Berilah domba-domba itu minum dan pergilah, gembalakanlah mereka.”
8Namun, mereka berkata, “Kami tidak dapat melakukannya sebelum semua kawanan domba itu dikumpulkan dan batu penutup itu digulingkan dari mulut sumur. Setelah itu, kami baru dapat memberi minum domba-domba ini.”
9Sementara dia sedang berbicara dengan mereka, Rahel datang bersama domba-domba ayahnya sebab dialah yang menggembalakannya.
10Ketika Yakub melihat Rahel, anak perempuan Laban, saudara ibunya, dan domba-domba Laban, saudara ibunya, Yakub pun mendekat dan menggulingkan batu itu dari mulut sumur, lalu memberi minum kawanan domba Laban, saudara ibunya itu.
11Kemudian, Yakub mencium Rahel dan menangis dengan menyaringkan suaranya.
12Yakub memberi tahu Rahel bahwa dia anak saudara ayahnya, dan bahwa dia adalah anak Ribka. Lalu, dia berlari untuk memberi tahu ayahnya.
13Ketika Laban mendengar kabar tentang Yakub, anak saudaranya, dia pun berlari untuk menemuinya, memeluknya, menciumnya, dan membawanya ke rumahnya. Dia pun menceritakan tentang segala sesuatunya kepada Laban.
14Laban berkata kepadanya, “Sesungguhnya, kamu adalah tulang dan dagingku!” Lalu, Yakub tinggal dengannya selama sebulan.
Laban Menipu Yakub
15Kemudian, Laban bertanya kepada Yakub, “Hanya karena kamu adalah saudaraku, apakah kamu harus bekerja padaku dengan cuma-cuma? Katakanlah kepadaku, apakah upahmu?”
16Laban mempunyai dua anak perempuan. Yang sulung bernama Lea dan yang lebih muda bernama Rahel.
17Mata Lea sayu, sedangkan Rahel itu cantik penampilannya dan wajahnya.
18Yakub mencintai Rahel dan dia berkata, “Aku akan bekerja padamu selama tujuh tahun demi Rahel, anak bungsumu.”
19Laban berkata, “Lebih baik aku memberikan Rahel kepadamu daripada aku harus memberikannya kepada orang lain. Jadi, tinggallah denganku.”
20Yakub bekerja selama tujuh tahun demi Rahel dan hal itu seperti beberapa hari saja baginya karena cintanya terhadap Rahel.
21Setelah tujuh tahun, Yakub berkata kepada Laban, “Berikanlah istriku kepadaku karena hari-hariku sudah genap. Dengan begitu, aku dapat mengawininya.”
22Lalu, Laban mengumpulkan semua orang dari tempat itu dan mengadakan pesta perjamuan.
23Malam itu, Laban mengambil anak perempuannya, Lea, dan membawanya kepada Yakub. Lalu, Yakub bersetubuh dengannya.
24Laban juga memberikan hamba perempuannya, Zilpa, kepada anaknya, Lea, untuk menjadi hamba anaknya itu.
25Keesokan paginya, lihatlah, itu adalah Lea! Karena itu, Yakub berkata kepada Laban, “Apa yang engkau lakukan terhadapku? Bukankah aku bekerja untukmu demi Rahel? Lalu, mengapa engkau menipuku?”
26Laban menjawab, “Bukan kebiasaan di negeri kami untuk memberikan yang termuda sebelum yang sulung.
27Genapilah dahulu 7 hari baginya, lalu kami akan memberikan dia juga kepadamu asalkan kamu kembali bekerja untukku selama tujuh tahun lagi.”
28Yakub melakukannya dan menggenapi tujuh hari perempuan itu. Kemudian, Laban memberikan Rahel, anaknya, sebagai istri Yakub.
29Laban memberikan hamba perempuannya, Bilha, kepada anaknya, Rahel, untuk menjadi hamba bagi anaknya itu.
30Lalu, Yakub bersetubuh juga dengan Rahel dan dia lebih mencintai Rahel daripada Lea. Dia masih bekerja untuk Laban selama tujuh tahun lagi.
Anak-Anak Yakub
31Ketika TUHAN melihat bahwa Lea tidak dicintai, Dia membuka kandungannya, sedangkan Rahel mandul.
32Lea mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Dia menamainya Ruben sebab katanya, “TUHAN telah melihat kesusahanku. Sebab itu, sekarang suamiku akan mencintaiku.”
33Lea mengandung lagi dan melahirkan anak laki-laki dan berkata, “Karena TUHAN telah mendengar bahwa aku tidak dicintai, Dia juga memberikan anak laki-laki ini kepadaku.” Sebab itu, dia menamainya Simeon.
34Lea mengandung lagi dan melahirkan anak laki-laki, katanya, “Sekaranglah waktunya, suamiku akan lekat kepadaku karena aku telah melahirkan tiga anak laki-laki baginya.” Karena itu, dia dinamai Lewi.
35Kemudian, Lea mengandung lagi dan melahirkan anak laki-laki, katanya, “Sekarang, aku akan memuji TUHAN.” Karena itu, dia menamakannya Yehuda. Setelah itu, dia berhenti melahirkan.