2 Raja-Raja 5-7
2 Raja-Raja 5
Elisa Menyembuhkan Naaman
1Naaman, panglima tentara dari raja Aram, adalah seorang yang terpandang di hadapan tuannya dan sangat dihormati, karena melalui dia, TUHAN memberikan kemenangan kepada orang Aram. Namun, laki-laki yang merupakan pahlawan gagah perkasa itu, sakit kusta.
2Pasukan orang Aram pernah maju berperang dan menawan seorang anak perempuan dari tanah Israel, yang kemudian menjadi pelayan bagi istri Naaman.
3Dia berkata kepada nyonyanya, “Sekiranya Tuanku menghadap kepada nabi yang ada di Samaria itu, tentulah dia akan menyembuhkannya dari penyakit kustanya.”
4Lalu, Naaman pergi untuk memberitahukan kepada tuannya, dengan berkata, “Itulah yang dikatakan oleh gadis yang berasal dari tanah Israel itu.”
5Raja Aram menjawab, “Berangkat dan pergilah. Aku akan mengirim surat kepada Raja Israel.” Lalu, Naaman pergi dengan membawa di tangannya 10 talenta perak, 6.000 syikal emas, dan 10 potong pakaian.
6Naaman membawa surat itu kepada Raja Israel, yang berbunyi, “Jadi, dengan sampainya surat ini kepadamu ketahuilah bahwa aku mengutus Naaman, pegawaiku, menghadapmu untuk disembuhkan dari penyakit kustanya.”
7Sesudah Raja Israel membaca surat itu, dia mengoyakkan pakaiannya sambil berkata, “Apakah aku Allah yang dapat mematikan dan menghidupkan sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku untuk menyembuhkan seseorang dari penyakit kustanya? Oleh karena itu, ketahuilah dan perhatikanlah sekarang, tentu sesungguhnya dia hanya mencari gara-gara terhadapku.”
8Saat Elisa, abdi Allah itu, mendengar bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya, dia mengirim pesan kepada raja yang berbunyi, “Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Biarlah dia datang kepadaku supaya dia mengetahui bahwa ada nabi di Israel.”
9Lalu, Naaman datang dengan kuda dan keretanya, berhenti di depan pintu rumah Elisa.
10Kemudian, Elisa mengirim utusan kepadanya dengan berkata, “Pergilah mandi tujuh kali di Sungai Yordan dan tubuhmu akan pulih kembali serta engkau akan menjadi tahir.”
11Naaman menjadi gusar dan pergi sambil berkata, “Lihat, aku sangka dia akan pergi keluar dan berdiri untuk memanggil nama TUHAN, Allahnya, dan menggerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan menyembuhkan penyakit kustaku.
12Apakah sungai-sungai di Damsyik, yaitu Abana dan Parpar, tidak lebih baik dari semua sungai di Israel? Apakah jika aku mandi di sana aku tidak akan menjadi tahir?” Lalu, dia berbalik dan pergi dengan marah.
13Namun, pegawai-pegawainya mendekati dan berkata kepadanya, serta berkata, “Bapakku, jika nabi itu mengatakan hal-hal yang sukar kepadamu, apakah engkau tidak akan melakukannya? Bahkan, terlebih lagi dia hanya mengatakan kepadamu untuk mandi dan engkau akan menjadi tahir.”
14Lalu, dia turun untuk membenamkan diri di Sungai Yordan sebanyak tujuh kali sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu, tubuhnya pulih seperti tubuh seorang anak dan menjadi tahir.
15Kemudian, dia kembali kepada abdi Allah itu bersama seluruh pasukannya. Sesudah sampai, dia berdiri di hadapan Elisa dan berkata, “Lihatlah, sekarang aku mengetahui bahwa tidak ada Allah di seluruh bumi kecuali di Israel. Oleh sebab itu, terimalah sekarang pemberian dari hambamu ini.”
16Elisa menjawab, “Demi TUHAN yang hidup, yang di hadapan-Nya aku melayani, aku tidak akan menerima apa-apa.” Namun, Naaman mendesaknya untuk menerimanya dan dia sungguh-sungguh menolak.
17Naaman berkata, “Jikalau tidak demikian, berikanlah kepada hambamu ini tanah sebanyak muatan sepasang bagal, karena hambamu ini tidak akan mempersembahkan lagi kurban bakaran atau kurban sembelihan kepada ilah lain, kecuali hanya kepada TUHAN.
18Lalu, dalam perkara yang berikut ini, kiranya TUHAN mengampuni hambamu ini: jika tuanku masuk ke dalam kuil Rimon untuk sujud menyembah di sana, dia akan bersandar pada tanganku, sehingga aku juga sujud menyembah dalam kuil Rimon itu. Jika aku sujud menyembah dalam kuil Rimon itu, biarlah TUHAN mengampuni hambamu ini dalam hal itu.”
19Elisa berkata, “Pergilah dengan selamat!” Saat dia baru berjalan tidak seberapa jauh dari tempat itu,
20Gehazi, pelayan Elisa, abdi Allah itu, berpikir, “Sesungguhnya tuanku menahan diri terhadap Naaman, orang Aram ini, untuk menerima apa yang dibawa dari tangannya. Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya jika aku berlari mengikutinya, aku akan menerima sesuatu.”
21Lalu, Gehazi mengejar Naaman dari belakang. Saat Naaman melihat ada yang berlari mengejarnya, dia turun dari atas kereta untuk menemuinya dan bertanya, “Apakah semua baik-baik saja?”
22Gehazi menjawab, “Baik-baik saja. Tuanku menyuruhku untuk berkata, ‘Ketahuilah, baru saja tadi datang menghadapku dua orang muda dari Pegunungan Efraim, dari rombongan para nabi. Berilah kiranya mereka setalenta perak dan dua potong pakaian.’”
23Naaman menjawab, “Silakan, ambillah dua talenta.” Dia mendesaknya, lalu membungkus dua talenta perak dalam dua pundi-pundi serta dua potong pakaian, lalu memberikannya kepada dua pelayannya yang mengangkutnya ke hadapan Gehazi.
24Saat sampai di bukit, diambilnya itu dari tangan mereka dan disimpannya di rumahnya, lalu menyuruh kedua orang itu pergi.
25Saat Gehazi masuk dan berdiri di hadapan tuannya, Elisa bertanya kepadanya, “Dari manakah kamu, Gehazi?” Jawabnya, “Hambamu ini tidak pergi ke mana-mana.”
26Elisa menjawab, “Apakah hatiku tidak ikut pergi ketika orang itu turun dari keretanya untuk menemuimu? Sekarang, kamu telah menerima perak untuk mendapatkan pakaian-pakaian, kebun-kebun zaitun, kebun-kebun anggur, kawanan domba, kawanan sapi, budak-budak laki-laki, dan budak-budak perempuan.
27Oleh sebab itu, penyakit kusta Naaman akan melekat kepadamu dan keturunanmu untuk selama-lamanya!” Lalu, Gehazi keluar dari hadapannya dengan sakit kusta, putih seperti salju.
2 Raja-Raja 6
Elisa dan Mata Kapak
1Rombongan nabi berkata kepada Elisa, “Lihatlah sekarang, tempat yang kami diami di dekatmu ini terlalu sesak.
2Biarkanlah kami pergi ke Sungai Yordan dan masing-masing mengambil satu balok, supaya kami membuat sebuah tempat tinggal untuk kami di sana.” Elisa menjawab, “Pergilah.”
3Lalu, seseorang berkata, “Sudilah kiranya engkau ikut bersama hamba-hambamu ini.” Jawabnya, “Aku akan mengikutimu.”
4Lalu, dia ikut bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di Sungai Yordan, mereka pun menebang pohon-pohon.
5Saat salah seorang sedang menumbangkan sebatang pohon, mata kapaknya jatuh ke dalam air. Lalu, ia berseru sambil berkata, “Aduh, Tuanku! Itu barang pinjaman!”
6Abdi Allah itu berkata, “Ke mana jatuhnya?” Orang itu menunjukkan tempat itu, lalu Elisa memotong sepotong kayu dan melemparkannya ke sana, sehingga mata kapak itu timbul.
7Kemudian, katanya, “Ambillah!” Orang itu lalu mengulurkan tangannya dan mengambilnya.
Aram Berusaha Menipu Israel
8Raja Aram sedang berperang melawan Israel. Dia pun berunding dengan pegawai-pegawainya dan berkata, “Di tempat seperti ini dan itu, akan menjadi perkemahanku.”
9Namun, abdi Allah mengirim orang menghadap kepada Raja Israel dengan berkata, “Hati-hatilah ketika melewati tempat itu, karena orang Aram sudah mengadang di sana.”
10Lalu, raja Israel mengirim orang ke tempat yang disebutkan oleh abdi Allah itu, dia diperingatkan untuk berhati-hati di sana, bukan sekali atau bukan dua kali saja.
11Lalu, hati raja Aram mengamuk terhadap hal itu sehingga memanggil pegawai-pegawainya menghadap dan berkata kepada mereka, “Apakah kamu tidak dapat memberitahukan kepadaku siapa yang memihak kepada Raja Israel?”
12Salah seorang pegawainya menjawab, “Tidak, Tuanku Raja. Sebab, Elisa, nabi yang berada di Israel yang memberitahukan kepada Raja Israel mengenai perkataan yang Tuanku titahkan di kamar tidurmu.”
13Raja berkata, “Pergi dan lihatlah di mana dia supaya aku dapat menyuruh orang untuk menangkapnya.” Lalu, diberitahukan kepadanya, “Dia ada di Dotan.”
14Dia mengirim kuda dan kereta serta tentara dengan jumlah yang besar ke sana. Mereka sampai pada waktu malam dan mengepung kota itu.
15Keesokan paginya, ketika pelayan abdi Allah itu bangun dan keluar, dia melihat tentara ada di sekeliling kota itu dengan kuda-kuda dan kereta-kereta. Pelayan itu berkata kepada Elisa, “Celaka Tuanku! Apa yang akan kita lakukan?”
16Jawabnya, “Jangan takut, karena yang bersama dengan kita lebih banyak daripada yang bersama dengan mereka.”
17Lalu, Elisa berdoa sambil berkata, “Ya TUHAN, kiranya Engkau membuka matanya supaya dia dapat melihat.” Kemudian, TUHAN membuka mata pelayan itu sehingga dia dapat melihat. Ternyata, gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi yang mengelilingi Elisa.
18Saat mereka turun mendatanginya, Elisa berdoa kepada TUHAN sambil berkata, “Hajarlah orang-orang ini dengan kebutaan.” Lalu, Dia menghajar dan membutakan mereka sesuai dengan doa Elisa.
19Kemudian, Elisa berkata kepada mereka, “Bukan ini jalannya dan bukan ini kotanya. Aku akan mengantar dan menggiringmu pergi kepada orang yang kamu cari.” Lalu, dia mengantar mereka ke Samaria.
20Saat mereka sampai di Samaria, Elisa berkata, “Ya, TUHAN, bukalah mata orang-orang ini supaya mereka dapat melihat.” Kemudian, TUHAN membuka mata mereka sehingga mereka melihat dan merasa heran karena berada di tengah-tengah Samaria.
21Raja Israel bertanya kepada Elisa, ketika dia melihat mereka, “Apakah aku boleh membunuhnya? Apakah aku boleh membunuhnya, Bapakku?”
22Jawabnya, “Jangan membunuh orang yang kamu tawan dengan pedang dan panahmu. Namun, hidangkanlah makanan dan minuman di depan mereka untuk dimakan dan diminum, supaya mereka dapat pulang kepada tuan mereka.”
23Lalu, dia menyediakan jamuan besar bagi mereka sehingga mereka makan dan minum. Setelah itu, disuruhnya mereka kembali kepada tuan mereka. Selanjutnya, tidak ada lagi pasukan Aram yang memasuki negeri Israel.
Kelaparan Besar Melanda Samaria
24Adapun sesudah itu, Benhadad, raja Aram, mengumpulkan seluruh tentaranya untuk maju mengepung dan menyerang Samaria.
25Kemudian, terjadilah kelaparan hebat di Samaria ketika mereka mengepung di sekelilingnya sehingga berlaku harga kepala seekor keledai sebesar 80 syikal perak dan 1/4 kab kotoran merpati sebesar 5 syikal perak.
26Pada suatu kali, saat raja Israel sedang berjalan di atas tembok, seorang perempuan mengadukan perkaranya kepada raja sambil berkata, “Tolonglah aku, ya Tuanku Raja.”
27Jawabnya, “Jika TUHAN tidak menolongmu, dengan apakah aku dapat menolongmu? Dengan tempat pengirikankah atau dengan hasil pemerasan anggur?”
28Lalu, raja bertanya, “Ada apa?” Perempuan itu menjawab, “Perempuan ini berkata kepadaku, ‘Berikan anakmu laki-laki untuk kita makan pada hari ini, dan besok anakku laki-laki akan kita makan.’
29Jadi, kami memasak anakku dan memakannya. Lalu, aku berkata kepadanya pada hari berikutnya, ‘Berikan anakmu untuk kita makan.’ Namun, dia menyembunyikan anaknya.”
30Sesudah raja mendengar perkataan perempuan itu, dia mengoyakkan pakaiannya. Saat dia sedang berjalan di tembok, terlihatlah kepada orang banyak bahwa dia mengenakan kain kabung di kulit tubuhnya.
31Lalu, dia berkata, “Beginilah kiranya akan diperbuat Allah kepadaku, bahkan lebih dari itu, jika kepala Elisa, anak Safat, masih tetap pada tubuhnya, pada hari ini.”
32Pada waktu itu Elisa sedang duduk di rumahnya bersama para tua-tua. Raja mengirim utusan ke hadapan Elisa tetapi sebelum suruhan itu tiba kepadanya, dia berkata kepada para tua-tua, “Apakah engkau mengetahui bagaimana si pembunuh itu mengutus orang untuk memenggal kepalaku? Ketahuilah, ketika utusan itu datang, tutuplah pintu dan tahanlah dia kuat-kuat di pintu. Apakah langkah kaki tuannya tidak berada di belakangnya?”
33Saat Elisa sedang berbicara dengan mereka, utusan itu datang menghadapnya, dan dia berkata, “Ketahuilah, malapetaka ini berasal dari TUHAN. Mengapa aku harus berharap kepada TUHAN lagi?”
2 Raja-Raja 7
1Lalu, Elisa berkata, “Dengarlah firman TUHAN! Inilah firman TUHAN: Besok, pada waktu seperti sekarang, sesukat tepung terbaik berharga sesyikal dan sesukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria.”
2Namun, perwira yang menjadi ajudan dalam kekuasaan raja menjawab kepada abdi Allah, “Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, akankah hal itu terjadi?” Elisa menjawab, “Ketahuilah, kamu akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi kamu tidak akan makan dari sana.”
Orang Kusta Menemukan Tenda Aram yang Kosong
3Ada empat orang berpenyakit kusta di pintu gerbang. Seseorang berkata kepada yang lain, “Mengapa kita duduk-duduk di sini sampai mati?
4Jika kita berkata, ‘Kita akan masuk ke kota, sementara ada kelaparan di kota, kita akan mati di sana. Namun, jika kita tinggal di sini, kita juga akan mati. Sekarang, mari kita menyeberang ke perkemahan tentara Aram. Jika mereka membiarkan kita hidup, kita akan hidup, tetapi jika mereka membunuh kita, maka kita akan mati.”
5Lalu, mereka bangkit pada waktu senja untuk masuk ke perkemahan orang Aram. Saat mereka sampai di pinggir perkemahan orang Aram itu, ternyata tidak ada orang di sana.
6Tuhan telah membuat tentara Aram itu mendengar bunyi kereta, bunyi kuda, dan bunyi tentara yang sangat besar sehingga mereka berkata seorang kepada yang lain, “Sesungguhnya Raja Israel telah memberi upah kepada raja-raja orang Het dan raja-raja orang Mesir untuk datang menyerang kita.”
7Oleh sebab itu, mereka bangkit pada waktu senja untuk melarikan diri dengan meninggalkan kemah, kuda dan keledai mereka di tempat perkemahan itu. Mereka melarikan diri untuk menyelamatkan jiwanya.
Orang Kusta dalam Tenda Musuh
8Orang-orang kusta itu sampai di pinggir perkemahan dan masuk ke sebuah kemah, lalu makan dan minum. Lalu, mereka mengangkat dari sana perak dan emas serta pakaian dan pergi untuk menyembunyikannya. Lalu, mereka kembali untuk masuk ke dalam kemah yang lain dan mengangkat barang-barang juga dari sana dan pergi untuk menyembunyikannya.
9Kemudian, seorang berkata kepada yang lain, “Yang kita perbuat tidaklah patut. Hari ini adalah waktu untuk kabar yang baik dan kita hanya tinggal diam. Jika kita menanti sampai fajar menyingsing besok pagi, kita akan mendapat hukuman. Oleh sebab itu, mari kita pergi untuk menghadap dan memberitahukan ke istana raja.”
Orang Kusta Menyampaikan Kabar Baik
10Lalu, mereka pergi dan berseru kepada penunggu pintu gerbang untuk memberi tahu orang-orang itu, katanya, “Kami sudah masuk ke perkemahan orang Aram. Ternyata tidak ada orang di sana, bahkan suara manusia, kecuali kuda-kuda dan keledai yang tertambat di tempat perkemahan kepunyaan orang-orang itu.”
11Para penunggu pintu gerbang berseru untuk memberitahukan hal itu ke dalam istana raja.
12Raja bangun pada malam hari lalu berkata kepada para pegawainya, “Biarlah aku beritahukan kepadamu apa yang dilakukan oleh orang-orang Aram itu. Mereka mengetahui bahwa kita sedang menderita kelaparan sehingga mereka keluar dari perkemahan itu untuk bersembunyi di padang sambil berpikir, ‘Apabila mereka keluar dari kota, kita akan menangkap mereka hidup-hidup lalu masuk ke dalam kota.’”
13Salah seorang pegawainya menjawab, katanya, “Biarkanlah kiranya kami mengambil lima ekor dari kuda yang masih tersisa dan tinggal di kota ini. Sesungguhnya seluruh jumlah orang Israel di kota ini sekarang sama keadaannya seperti jumlah seluruh orang Israel yang sudah habis mati itu. Biarlah kita mengutus orang untuk melihatnya.”
14Lalu, mereka mengambil dua kereta kuda dan raja menyuruh mereka untuk menyusul tentara Aram sambil berkata, “Pergilah untuk melihatnya!”
15Mereka pergi untuk menyusul orang-orang itu sampai ke Sungai Yordan. Ternyata, seluruh jalan itu penuh dengan pakaian dan barang-barang yang dilemparkan oleh orang-orang Aram ketika mereka terburu-buru. Lalu, para utusan itu kembali untuk memberitahukannya kepada raja.
16Kemudian, penduduk keluar untuk menjarah perkemahan orang Aram itu. Oleh sebab itu, sesukat tepung yang terbaik berharga sesyikal dan sesukat jelai berharga sesyikal sesuai dengan firman TUHAN.
17Lalu, raja menetapkan kekuasaan kepada perwira yang menjadi ajudannya itu untuk mengawasi pintu gerbang. Namun, rakyat menginjak-injaknya di pintu gerbang sehingga dia mati seperti yang telah dikatakan oleh abdi Allah pada waktu dia berbicara ketika raja datang menemuinya.
18Lalu, terjadilah sesuai dengan yang dikatakan oleh abdi Allah itu kepada raja demikian, “Dua sukat jelai akan berharga sesyikal dan sesukat tepung terbaik akan berharga sesyikal. Itu akan terjadi besok pada waktu seperti ini di pintu gerbang Samaria.”
19Namun, perwira itu menjawab kepada abdi Allah pada saat itu, “Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, akankah hal itu terjadi?” Lalu, Elisa menjawab, “Lihatlah, kamu akan melihatnya dengan matamu, tetapi engkau tidak akan makan dari sana.”
20Demikianlah hal itu terjadi. Rakyat menginjak-injaknya di pintu gerbang sehingga dia mati.