Ayub 41-42; Kejadian 12-13
Ayub 41
1(40-20) Dapatkah kamu menarik Lewiatan dengan kail ikan, atau mengapit lidahnya dengan seutas tali?
2(40-21) Dapatkah kamu memasang tali pada hidungnya, atau menusuk rahangnya dengan kait?
3(40-22) Apakah ia akan memohon belas kasihanmu? Akankah ia berbicara kepadamu dengan kata-kata yang lembut?
4(40-23) Mungkinkah ia akan membuat perjanjian denganmu supaya kamu mengambilnya sebagai pelayanmu untuk selamanya?
5(40-24) Akankah kamu bermain bersamanya seperti dengan seekor burung, atau mengikatnya dengan tali untuk anak-anak perempuanmu?
6(40-25) Apakah para penjual akan memperdagangkannya? Akankah mereka membagi-bagikannya di antara para pedagang?
7(40-26) Dapatkah kamu menusuk kulitnya dengan tempuling, atau kepalanya dengan tombak penangkap ikan?
8(40-27) Taruhlah tanganmu di atasnya; pikirkan tentang pertarungannya, dan kamu tidak akan melakukannya lagi!
9(40-28) Lihat, harapannya itu sia-sia; Bukankah melihat sosoknya saja orang sudah gemetar ketakutan?
10(41-1) Tidak ada satu pun yang cukup berani membangunkannya. Lalu, siapakah yang sanggup berdiri di hadapan-Ku?
11(41-2) Siapakah yang menghadapi-Ku sehingga Aku harus membalas? Segala sesuatu di bawah langit adalah milik-Ku.
12(41-3) Aku tidak akan tetap diam tentang bagian-bagian tubuhnya, kekuatannya, dan perawakannya yang elok.
13(41-4) Siapakah yang dapat melucuti pakaian luarnya? Siapakah yang dapat menembus zirahnya yang berlapis dua?
14(41-5) Siapa yang dapat membuka pintu-pintu moncongnya? Di sekeliling giginya terdapat kengerian.
15(41-6) Punggungnya terbuat dari deretan perisai, tertutup rapat seperti meterai.
16(41-7) Satu dengan lainnya saling berdekatan sehingga tidak ada angin yang dapat menyusup di antaranya.
17(41-8) Mereka melekat satu sama lain; mereka saling bertautan dan tidak dapat dipisahkan.
18(41-9) Bersinnya berkilat mengeluarkan cahaya, dan matanya seperti pelupuk fajar.
19(41-10) Dari mulutnya keluar obor yang menyala-nyala, dan percikan-percikan api memancar keluar.
20(41-11) Asap keluar dari lubang hidungnya, seperti dari kuali yang mendidih dan semak-semak yang terbakar.
21(41-12) Napasnya menyalakan bara api, dan lidah api keluar dari mulutnya.
22(41-13) Kekuatan tinggal pada lehernya, dan kecemasan berlompatan di hadapannya.
23(41-14) Lipatan-lipatan dagingnya berlekatan, melekat kuat padanya, dan tidak tergerakkan.
24(41-15) Hatinya keras seperti batu, sekeras batu kilangan bagian bawah.
25(41-16) Ketika ia bangkit, yang perkasa menjadi takut. karena terjangannya, mereka berlari mundur.
26(41-17) Pedang yang menebasnya tidak berpengaruh, begitu juga tombak, anak panah, atau lembing.
27(41-18) Ia menganggap besi seperti jerami, dan tembaga seperti kayu lapuk.
28(41-19) Anak panah tidak dapat membuatnya melarikan diri; batu katapel menjadi seperti sekam baginya.
29(41-20) Pentungan dianggapnya seperti jerami; ia menertawakan gemeretak lembing.
30(41-21) Bagian bawahnya seperti bagian-bagian tembikar yang tajam; ia merentangkan diri seperti papan pengirik gandum di atas lumpur.
31(41-22) Ia membuat lautan mendidih seperti periuk; ia membuat laut seperti tempat racikan rempah-rempah.
32(41-23) Ia meninggalkan jejak yang berkilau di belakangnya; seseorang akan menyangka samudra itu beruban.
33(41-24) Tiada yang sebanding dengannya di atas bumi, suatu makhluk tanpa rasa takut.
34(41-25) Ia merendahkan semua yang sombong; ia adalah raja atas segala binatang buas.”
Ayub 42
Pengakuan dan Penyesalan Ayub
1Kemudian, Ayub menjawab TUHAN, katanya,
2“Aku tahu bahwa Engkau dapat melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang dapat dibendung.
3‘Siapakah dia yang menyembunyikan nasihat tanpa pengetahuan?’ Oleh karena itu, aku telah mengatakan apa yang tidak kumengerti, hal-hal yang terlalu ajaib bagiku untuk kuketahui.
4‘Dengarlah, Aku hendak berfirman; Aku hendak menanyaimu, dan kamu akan memberi tahu Aku’.
5Aku sudah mendengar kabar tentang Engkau hanya dengan telinga, tetapi sekarang, mataku telah melihat Engkau.
6Oleh karena itu, aku memandang hina diriku sendiri, dengan menyesal dalam debu dan abu.”
TUHAN Menegur Sahabat-Sahabat Ayub
7Setelah TUHAN mengucapkan firman itu kepada Ayub, Dia berfirman kepada Elifas, orang Teman, “Murka-Ku menyala terhadap kamu dan terhadap kedua sahabatmu karena kamu tidak mengatakan apa yang benar tentang Aku seperti hamba-Ku, Ayub.
8Maka dari itu, ambillah tujuh ekor sapi jantan dan tujuh ekor domba jantan, lalu pergilah kepada hamba-Ku, Ayub, dan persembahkanlah kurban bakaran bagi dirimu sendiri. Hamba-Ku, Ayub, akan berdoa bagimu. Sebab, Aku akan menerima doanya sehingga Aku tidak memperlakukanmu menurut kebodohanmu karena kamu tidak mengatakan apa yang benar tentang Aku seperti hamba-Ku, Ayub.”
9Lalu, Elifas, orang Teman, Bildad, orang Suah, dan Zofar, orang Naama pergi, lantas melakukan seperti apa yang difirmankan TUHAN kepada mereka, dan TUHAN menerima doa Ayub.
TUHAN Memulihkan Keadaan Ayub
10TUHAN mengembalikan keadaan Ayub sesudah dia berdoa bagi sahabat-sahabatnya. Lalu, TUHAN menambahkan kepadanya dua kali lipat dari semua milik kepunyaannya dahulu.
11Kemudian, semua saudaranya laki-laki dan perempuan serta semua orang yang telah mengenalnya sebelumnya datang, dan makan bersama-sama dengan dia di rumahnya. Mereka merasa berduka, lalu menghibur Ayub atas semua malapetaka yang TUHAN berikan kepadanya, dan setiap orang memberinya satu kesita dan sebuah cincin emas.
12TUHAN memberkati hari-hari Ayub selanjutnya lebih dari yang semula. Dia mempunyai empat belas ribu ekor domba, enam ribu ekor unta, seribu pasang ekor sapi, dan seribu ekor keledai betina.
13Dia juga mempunyai tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan.
14Dia menamai putrinya yang pertama dengan nama Yemima, yang kedua dengan nama Kezia, dan yang ketiga Kerenhapukh.
15Di seluruh negeri, tidak ada perempuan yang secantik anak-anak perempuan Ayub, dan ayahnya memberikan mereka milik pusaka kepada mereka di antara saudara-saudara laki-laki mereka.
16Setelah itu, Ayub hidup selama seratus empat puluh tahun. Dia melihat anak-anak dan cucu-cucunya sampai generasi keempat.
17Kemudian, Ayub mati karena tua dan lanjut umurnya.
Kejadian 12
Allah Memanggil Abram
1TUHAN berfirman kepada Abram, “Pergilah dari negerimu, dan dari keluargamu, dan dari rumah ayahmu, ke tanah yang akan Kutunjukkan kepadamu.
2Aku akan menjadikanmu suatu bangsa yang besar, dan Aku akan memberkatimu, dan membuat namamu masyhur, dan kamu akan menjadi berkat.
3Aku akan memberkati mereka yang memberkatimu, tetapi orang yang mengutukmu akan Aku kutuk. Melaluimu, semua kaum di bumi akan diberkati.”
4Lalu, Abram pergi seperti yang telah difirmankan TUHAN kepadanya dan Lot turut besertanya. Abram berumur 75 tahun ketika dia pergi dari Haran.
5Dia membawa Sarai, istrinya, dan Lot, keponakannya, dan semua harta yang telah mereka kumpulkan, serta orang-orang yang diperolehnya di Haran. Mereka pergi ke tanah Kanaan. Kemudian, mereka tiba di tanah Kanaan.
6Abram berjalan melalui tanah itu sampai ke suatu tempat di Sikhem, di pohon tarbantin More. Pada masa itu, orang Kanaan tinggal di tanah itu.
7Kemudian, TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berkata, “Aku akan memberikan tanah ini kepada keturunanmu.” Di sana, dia membangun mazbah bagi TUHAN, yang telah menampakkan diri kepadanya.
8Dari tempat itu, dia pindah ke pegunungan di sebelah timur Betel dan membentangkan tendanya dengan Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah timur. Di sana, dia mendirikan mazbah bagi TUHAN dan memanggil nama TUHAN.
9Kemudian, Abram meneruskan perjalanannya menuju Negeb.
Abram di Mesir
10Saat itu, kelaparan melanda negeri itu sehingga Abram pergi ke Mesir untuk tinggal sementara di sana sebab kelaparan di tanah itu sangat hebat.
11Ketika dia hampir memasuki Mesir, dia berkata kepada Sarai, istrinya: “Lihatlah, aku tahu bahwa kamu adalah perempuan yang cantik.
12Kalau orang Mesir melihatmu, mereka akan berkata, ‘Itu istrinya.’ Kemudian, mereka akan membunuhku, tetapi mereka akan membiarkanmu hidup.
13Aku mohon, katakanlah bahwa kamu adalah adikku, supaya karena kamu, hal itu menjadi baik bagiku dan nyawaku akan hidup karenamu.”
14Ketika Abram memasuki Mesir, orang Mesir melihat bahwa perempuan itu sangat cantik.
15Pejabat-pejabat Firaun juga melihatnya dan memuji-muji dia di hadapan Firaun sehingga perempuan itu dibawa ke istana Firaun.
16Dia pun memperlakukan Abram dengan baik demi perempuan itu dan memberikan kawanan domba, sapi-sapi jantan, keledai-keledai jantan, pelayan laki-laki dan pelayan perempuan, keledai-keledai betina, dan unta-unta kepada Abram.
17Akan tetapi, TUHAN menimpakan wabah penyakit yang dahsyat kepada Firaun dan seisi istananya karena Sarai, istri Abram.
18Karena itu, Firaun memanggil Abram dan berkata, “Apa yang sudah kamu lakukan terhadapku? Mengapa kamu tidak mengatakan kepadaku kalau dia itu istrimu?
19Mengapa kamu berkata, ‘Dia adalah adikku,’ sehingga aku mengambil dia menjadi istriku? Ini istrimu! Ambil dia dan pergi!”
20Kemudian, Firaun memberikan perintah kepada orang-orangnya tentang Abram sehingga mereka melepasnya pergi beserta dengan istrinya dan segala kepunyaannya.
Kejadian 13
Abram dan Lot Berpisah
1Abram pergi dari Mesir menuju ke selatan, dia dan istrinya, dan segala kepunyaannya, dan Lot bersamanya.
2Abram sangat kaya akan ternak, perak, dan emas.
3Abram meneruskan perjalanannya mulai dari selatan sampai Betel, ke tempat dia mendirikan tendanya mula-mula, yaitu di antara Betel dan Ai,
4tempat dia mendirikan mazbah untuk pertama kalinya. Di sana, Abram memanggil nama TUHAN.
5Lot, yang ikut bersama Abram, juga memiliki kawanan domba, kawanan sapi, dan tenda-tenda,
6sehingga negeri itu tidak cukup lagi menampung mereka untuk hidup bersama-sama. Karena harta milik mereka sangat banyak, mereka tidak dapat tinggal bersama-sama lagi.
7Lalu, terjadilah perselisihan di antara para gembala ternak Abram dan para gembala ternak Lot. Pada masa itu, orang Kanaan dan orang Feris mendiami negeri itu.
8Abram berkata kepada Lot, “Aku mohon, jangan sampai terjadi perselisihan antara kamu dan aku, atau antara gembala-gembalaku dan gembala-gembalamu sebab kita ini bersaudara.
9Bukankah seluruh tanah ini ada di hadapanmu? Pisahkanlah dirimu dariku. Jika kamu ke sebelah kiri, aku akan pergi ke kanan. Jika kamu pergi ke sebelah kanan, aku akan pergi ke kiri.”
10Lalu, Lot mengarahkan matanya dan melihat seluruh Lembah Yordan, yang terairi dengan baik di mana-mana seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir ke arah Zoar. Keadaan itu adalah sebelum TUHAN membinasakan Sodom dan Gomora.
11Jadi, Lot memilih bagi dirinya sendiri seluruh Lembah Yordan dan Lot menempuh perjalanan ke timur. Demikianlah keduanya berpisah satu sama lain.
12Abram menetap di tanah Kanaan, sedangkan Lot menetap di antara kota-kota di lembah itu dan memindahkan tendanya sampai ke Sodom.
13Namun, orang Sodom itu jahat dan sangat berdosa terhadap TUHAN.
14TUHAN berkata kepada Abram setelah Lot berpisah darinya, “Angkatlah matamu, dan dari tempatmu berdiri ini, pandanglah ke arah utara dan selatan, serta ke timur dan ke barat,
15sebab seluruh tanah yang kaulihat itu akan Aku berikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selamanya.
16Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah sehingga jika ada orang yang dapat menghitung jumlah debu tanah, keturunanmu pun akan dapat dihitung.
17Bangunlah, jelajahi tanah itu menurut panjang dan lebarnya sebab Aku akan memberikannya kepadamu.”
18Setelah itu, Abram memindahkan tendanya dan tinggal di dekat pohon-pohon tarbantin Mamre, di Hebron. Di sana, dia membangun mazbah bagi TUHAN.