Mazmur 72; 1 Raja-Raja 1-3
Mazmur 72
Raja dan Kerajaan
1Dari Salomo. Ya Allah, berikanlah kepada raja hukum-hukum-Mu; keadilan-Mu kepada putra raja!
2Kiranya dia mengadili umat-Mu dengan kebenaran, dan orang-orang tertindas-Mu dengan keadilan.
3Biarlah gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit, dalam keadilan.
4Kiranya dia mengadili rakyat miskin, menyelamatkan anak-anak melarat, dan menghancurkan para penindas.
5Biarlah mereka takut akan Engkau selagi ada matahari dan bulan, sampai segala generasi.
6Kiranya dia turun seperti hujan di atas rumput yang telah dipotong; seperti hujan lebat yang merendam bumi.
7Pada hari-harinya, kiranya keadilan bermekaran, dan damai sejahtera berlimpah sampai bulan tak ada lagi.
8Kiranya dia memerintah dari laut ke laut, dan dari sungai hingga ke ujung-ujung bumi!
9Kiranya penghuni padang belantara sujud di hadapannya, dan musuh-musuhnya menjilat debu.
10Kiranya raja-raja Tarsis dan pulau-pulau mempersembahkan kurban; raja-raja Syeba dan Seba membawa persembahan.
11Biarlah semua raja sujud di hadapannya, semua bangsa melayaninya!
12Sebab, dia akan melepaskan orang-orang melarat ketika mereka berseru minta tolong; orang-orang miskin, dan mereka yang tidak punya penolong.
13Dia akan mengasihani orang miskin dan melarat, dan nyawa orang melarat akan diselamatkannya.
14Dia akan menebus jiwa mereka dari penindasan dan kekerasan, dan di matanya, darah mereka berharga.
15Kiranya dia hidup! Kiranya emas Syeba dipersembahkan kepadanya; kiranya mereka senantiasa berdoa baginya dan memberkatinya sepanjang hari!
16Kiranya ada limpahan gandum di dalam negeri, di puncak-puncak gunung; kiranya buahnya bergoyang-goyang seperti Lebanon, dan kota-kotanya bermekaran bagaikan rumput di bumi.
17Kiranya namanya abadi selamanya, kemasyhurannya bertambah selama matahari ada. Kiranya segala suku bangsa diberkati dengan namanya, yang menyebut dia diberkati.
18Pujilah TUHAN, Allah Israel, yang melakukan pekerjaan-pekerjaan ajaib seorang diri.
19Dan, pujilah nama-Nya yang mulia selama-lamanya! Kiranya kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi! Amin dan Amin!
20Doa Daud, anak Isai, diakhiri.
1 Raja-Raja 1
Adonia Ingin Menjadi Raja
1Raja Daud pun sudah tua dan lanjut umurnya. Meskipun mereka menutupinya dengan selimut, dia tidak merasa hangat.
2Lalu, pelayan-pelayannya berkata kepadanya, “Hendaklah orang mencari untuk Tuanku Raja, seorang perempuan muda, yaitu seorang perawan agar dia selalu ada di hadapan Raja untuk merawat Tuanku dan biarlah dia berbaring di pangkuanmu sehingga Tuanku Raja menjadi hangat.”
3Mereka mencari seorang perempuan muda yang cantik di seluruh daerah Israel dan mendapatkan Abisag, perempuan Sunem, dan membawanya kepada raja.
4Perempuan muda itu sangat cantik dan dia menjadi perawat raja untuk melayaninya, tetapi raja tidak bersetubuh dengannya.
5Lalu, Adonia, anak Hagit, meninggi-ninggikan dirinya dan berkata, “Aku akan menjadi raja.” Dia memperlengkapi dirinya dengan kereta-kereta, pasukan berkuda, dan lima puluh orang yang berlari di depannya.
6Ayahnya belum pernah menegurnya dengan berkata, “Mengapa kamu melakukan hal itu?” Memang, dia sangat tampan dan dia lahir setelah Absalom.
7Lalu, Adonia berunding dengan Yoab, anak Zeruya, dan Imam Abyatar. Mereka membantu Adonia sebagai pendukungnya.
8Namun, Imam Zadok, Benaya, anak Yoyada, Nabi Natan, Simei, Rei, dan para pahlawan Daud, tidak memihak Adonia.
9Adonia mengurbankan domba, sapi, dan ternak yang tambun di dekat Batu Zohelet yang terletak di samping En-Rogel. Dia mengundang semua saudaranya, anak-anak raja, semua orang Yehuda, dan semua pelayan raja.
10Namun, dia tidak mengundang Nabi Natan, Benaya, pahlawan-pahlawan, dan Salomo, saudaranya.
Natan Menasihati Batsyeba
11Kemudian, Natan bertanya kepada Batsyeba, ibu Salomo, katanya, “Apakah kamu tidak mendengar bahwa Adonia, anak Hagit, telah menjadi raja, dan Tuan kita, Daud, tidak mengetahuinya?
12Oleh sebab itu, biarlah aku memberikan nasihat kepadamu supaya kamu dapat menyelamatkan nyawamu dan nyawa anakmu, Salomo.
13Masuklah menghadap Raja Daud dan katakan kepadanya, ‘Tuanku Raja, bukankah engkau sudah bersumpah kepada hambamu dengan berkata: Sesungguhnya Salomo, anakmu, akan menjadi raja sesudah aku. Dialah yang akan duduk di takhtaku. Namun, mengapa Adonia yang menjadi raja?’
14Selagi kamu berbicara dengan raja, aku akan masuk mengikutimu dan memperkuat perkataanmu.”
15Lalu, Batsyeba masuk menghadap raja di kamarnya. Raja sudah sangat tua dan Abisag, perempuan Sunem itu, sedang melayani raja.
16Batsyeba berlutut dan sujud menyembah raja. Raja bertanya, “Apa yang kamu inginkan?”
17Jawabnya, “Tuanku, engkau telah bersumpah demi TUHAN, Allahmu, kepada hambamu ini: ‘Sesungguhnya Salomo, anakmu, akan menjadi raja sesudah aku dan dia akan duduk di takhtaku.’
18Namun, sekarang Adonia sudah menjadi raja dan Tuanku Raja tidak mengetahuinya.
19Dia mengurbankan sapi jantan, ternak tambun, dan domba dalam jumlah yang besar, dan dia mengundang semua anak raja, Imam Abyatar, dan Yoab, panglima tentaramu. Namun, Salomo, hambamu, tidak dia undang.
20Tuanku Raja, seluruh mata Israel tertuju kepadamu supaya engkau memberitahukan kepada mereka siapa yang akan duduk di takhta Tuanku Raja sesudah engkau.
21Jika tidak, segera sesudah Tuanku Raja dibaringkan bersama para nenek moyang, aku dan anakku, Salomo akan dianggap sebagai orang yang bersalah.”
22Lalu, selagi dia berbicara dengan raja, Nabi Natan datang.
23Mereka berkata kepada raja, “Lihatlah, ada Nabi Natan.” Dia masuk menghadap raja dan berlutut di hadapan raja dengan wajahnya sampai ke lantai.
24Natan berkata, “Tuanku Raja, apakah engkau pernah berkata: ‘Adonia akan menjadi raja sesudah aku. Dialah yang akan duduk di takhtaku?’
25Sebab, dia telah pergi untuk mengurbankan banyak sapi jantan, ternak tambun, dan domba hari ini, dan mengundang semua anak-anak raja, para panglima tentara serta Imam Abyatar. Lihatlah, mereka sedang makan dan minum di hadapannya dan berseru: ‘Hidup Raja Adonia!’
26Akan tetapi, aku, hambamu, Imam Zadok, Benaya, anak Yoyada, dan Salomo, hambamu, tidak dia undang.
27Apakah hal ini dilakukan oleh Tuanku Raja tanpa memberitahukan kepada hambamu, siapa yang akan duduk di takhta Tuanku Raja sesudah tuan?”
28Raja Daud menjawab dan berkata, “Panggillah Batsyeba menghadap aku.” Kemudian, dia datang menghadap raja dan berdiri di hadapan raja.
29Raja bersumpah, katanya, “Demi TUHAN yang hidup, yang telah menebus jiwaku dari segala kesesakan,
30aku telah bersumpah kepadamu demi TUHAN, Allah Israel, dengan berkata, ‘Salomo, anakmu, akan menjadi raja sesudah aku,’ dan dialah yang akan duduk di takhtaku sebagai penggantiku. Demikianlah aku akan melakukannya pada hari ini.”
31Lalu, Batsyeba berlutut dengan wajah sampai ke lantai, dan sujud menyembah di hadapan raja, katanya, “Hidup Tuanku Raja Daud sampai selama-lamanya!”
Raja Salomo Diurapi sebagai Raja
32Lalu, Raja Daud berkata, “Panggillah Imam Zadok, Nabi Natan, dan Benaya, anak Yoyada, menghadap aku.” Mereka datang menghadap raja.
33Raja berkata kepada mereka, “Bawalah bersamamu para hamba tuanmu ini, lalu naikkan Salomo, anakku, ke atas bagal betina milikku, dan bawalah Salomo ke Gihon.
34Imam Zadok dan Nabi Natan akan mengurapinya di sana untuk menjadi raja atas Israel. Tiuplah trompet dan berserulah, ‘Hidup Raja Salomo!’
35Lalu, pulanglah kamu bersamanya, dia akan masuk dan duduk di takhtaku dan memerintah sebagai penggantiku. Aku telah menunjuknya sebagai raja atas Israel dan Yehuda.”
36Benaya, anak Yoyada, menjawab raja, “Amin! Demikianlah kiranya firman TUHAN, Allah Tuanku Raja!
37Seperti TUHAN telah menyertai Tuanku Raja, seperti itu juga kiranya Dia menyertai Salomo dan menjadikan takhtanya lebih besar daripada takhta Tuanku Raja Daud.”
38Lalu, Imam Zadok, Nabi Natan, Benaya, anak Yoyada, serta orang Kreti dan Pleti, pergi turun dan menaikkan Salomo di atas bagal betina Raja Daud, dan membawanya ke Gihon.
39Imam Zadok mengambil tabung tanduk berisi minyak dari dalam tenda, lalu mengurapi Salomo. Kemudian, mereka meniup trompet dan seluruh rakyat berseru, “Hidup Raja Salomo!”
40Seluruh rakyat kemudian mengiringi dia, dan orang-orang membunyikan suling sangat keras dan bersukaria sampai bumi seakan-akan terbelah oleh suara nyaring mereka.
41Adonia dan semua undangan yang bersamanya mendengarnya ketika mereka selesai makan. Yoab yang mendengar bunyi trompet itu bertanya, “Mengapa ada suara gemuruh di kota?”
42Selagi dia berbicara, Yonatan, anak Imam Abyatar, datang. Adonia berkata kepadanya, “Masuklah, kamu seorang kesatria dan tentu menyampaikan kabar baik.”
43Yonatan menjawab Adonia, “Tidak! Tuan kita, Raja Daud, telah mengangkat Salomo sebagai raja.
44Raja telah menyuruh Imam Zadok, Nabi Natan, Benaya, anak Yoyada, serta orang Kreti dan orang Pleti menyertainya dan menaikkan dia ke atas bagal betina raja.
45Imam Zadok dan Nabi Natan mengurapinya sebagai raja di Gihon, dan mereka pulang dari sana dengan bersukaria sehingga kota menjadi gempar. Itulah bunyi yang kalian dengar tadi.
46Lagi pula, Salomo sudah duduk di takhta kerajaan.
47Bahkan, pelayan-pelayan raja telah datang dan mengucapkan selamat kepada Tuan kita, Raja Daud, katanya, ‘Semoga Allah Tuanku membuat nama Salomo lebih terkenal daripada namamu dan takhta Salomo lebih besar daripada takhtamu!’ Lalu, raja sujud menyembah di tempat tidurnya.
48Raja berkata, ‘Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang telah memberikan hari ini seseorang yang duduk di takhtaku, selagi mataku masih dapat melihat.’”
49Semua tamu Adonia terkejut dan bangkit berdiri. Mereka pergi ke jalannya masing-masing.
50Adonia takut kepada Salomo sehingga dia bangkit dan pergi untuk memegang tanduk-tanduk mazbah.
51Lalu, kepada Salomo diberitahukan, katanya, “Lihatlah, Adonia takut kepada Raja Salomo, dan sekarang dia memegang tanduk-tanduk mazbah dan berkata, ‘Biarlah, Raja Salomo bersumpah kepadaku hari ini bahwa dia tidak akan membunuh hambanya dengan pedang.’”
52Salomo berkata, “Jika dia memperlihatkan diri sebagai kesatria, tidak sehelai pun rambut kepalanya akan jatuh sampai ke bumi. Namun, jika dia bermaksud jahat, pastilah dia dihukum mati.”
53Lalu, Raja Salomo mengirim orang dan mereka menjemputnya dari mazbah. Adonia masuk dan dia sujud menyembah kepada Raja Salomo. Salomo berkata, “Pulanglah ke rumahmu.”
1 Raja-Raja 2
Raja Daud Meninggal
1Pada waktu kematian Daud sudah mendekat, dia berpesan kepada Salomo, anaknya, dengan berkata,
2“Aku akan menempuh segala jalan dunia, maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah sebagai seorang laki-laki,
3dan lakukanlah kewajiban dari TUHAN, Allahmu untuk hidup seturut jalan-Nya, memelihara ketetapan-ketetapan-Nya, perintah-perintah-Nya, dan peraturan-peraturan-Nya, dan peringatan-peringatan-Nya seperti yang tertulis dalam Hukum Musa, supaya kamu berhasil dalam apa saja yang kamu lakukan dan ke mana pun kamu pergi,
4supaya TUHAN menepati janji-Nya yang telah dia firmankan kepadaku, firman-Nya, ‘Jika keturunanmu memperhatikan cara hidup mereka dan hidup di hadapan-Ku dengan setia, dengan sepenuh hati mereka, dan sepenuh jiwa mereka, tidak akan terputus keturunanmu dari takhta kerajaan Israel.’
5Lagi pula, kamu mengetahui yang telah dilakukan oleh Yoab, anak Zeruya, kepadaku, dan yang telah dia lakukan kepada dua panglima Israel, yaitu Abner, anak Ner dan Amasa, anak Yeter. Dia membunuh mereka dan menumpahkan darah pada masa damai seperti dalam peperangan. Dia berlumuran darah perang pada ikat pinggangnya dan sandal kakinya.
6Berlakulah bijaksana dan jangan biarkan rambut putihnya turun ke dunia orang mati dengan damai.
7Namun, tunjukkanlah kemurahan kepada anak-anak Barzilai, orang Gilead, dan biarlah mereka termasuk orang yang makan di mejamu karena mereka menyambutku ketika aku melarikan diri dari Absalom, kakakmu.
8Lihatlah, masih ada padamu Simei, anak Gera, orang Benyamin, dari Bahurim. Dia telah mengutukiku dengan kutukan yang kejam sewaktu aku pergi ke Mahanaim. Namun, ketika dia turun menemuiku di Sungai Yordan, aku telah bersumpah demi TUHAN, kataku, ‘Aku tidak akan membunuhmu dengan pedang.’
9Namun sekarang, janganlah membebaskan dia dari hukuman, karena kamu seorang yang bijaksana dan mengetahui apa yang harus dilakukan kepadanya, yaitu menurunkan rambut putihnya ke dunia orang mati bersama darah.”
10Lalu, Daud dibaringkan bersama nenek moyangnya dan dikuburkan di Kota Daud.
11Daud memerintah atas Israel selama 40 tahun. Dia memerintah selama 7 tahun di Hebron dan dia memerintah selama 33 tahun di Yerusalem.
Salomo dan Adonia
12Lalu, Salomo duduk di takhta Daud, ayahnya, dan kerajaannya sangat kukuh.
13Suatu hari, Adonia, anak Hagit, menghadap Batsyeba, ibu Salomo. Dia bertanya, “Apakah kamu membawa damai?” Jawabnya, “Dengan damai.”
14Lalu, dia berkata, “Ada sesuatu yang ingin kukatakan kepadamu.” Katanya, “Bicaralah.”
15Dia berkata, “Engkau mengetahui bahwa kerajaan itu adalah milikku dan seluruh Israel mengarahkan wajah mereka kepadaku supaya menjadi raja. Namun, kerajaan itu berbalik dan menjadi milik adikku karena dia mendapatkannya dari TUHAN.
16Akan tetapi, sekarang aku meminta satu permintaan dari engkau. Janganlah memalingkan wajah dariku.” Katanya, “Bicaralah.”
17Dia berkata, “Tolong katakanlah kepada Raja Salomo karena dia tidak akan memalingkan wajah darimu untuk memberikan kepadaku Abisag, perempuan Sunem itu sebagai istriku.”
18Batsyeba menjawab, “Baik, aku akan berbicara kepada raja bagimu.”
19Lalu, Batsyeba datang menghadap Raja Salomo untuk berbicara kepadanya bagi Adonia. Raja bangkit menyambutnya dan sujud menyembah kepadanya. Dia duduk di takhtanya dan menempatkan kursi bagi ibunda raja, sehingga Batsyeba duduk di sebelah kanannya.
20Lalu, dia berkata, “Aku meminta satu permintaan kecil darimu. Janganlah memalingkan wajah dariku.” Raja menjawab kepadanya, “Mintalah Ibu sebab aku tidak akan memalingkan wajah darimu.”
21Dia berkata, “Berikanlah Abisag, perempuan Sunem itu kepada Adonia, kakakmu, sebagai istrinya.”
22Raja Salomo menjawab dan berkata kepada ibunya, “Mengapa engkau meminta Abisag, perempuan Sunem bagi Adonia? Mintalah juga kerajaan baginya karena dia saudaraku yang lebih tua, ya, untuknya, untuk Imam Abyatar dan untuk Yoab, anak Zeruya?”
23Lalu, Raja Salomo bersumpah demi TUHAN, katanya, “Biarlah Allah menghukumku, bahkan lebih lagi, jika Adonia tidak membayar permintaan ini dengan nyawanya.
24Sekarang, demi TUHAN yang hidup, yang menegakkan dan mendudukkan aku di takhta Daud, ayahku, dan membangun suatu keluarga bagiku sesuai dengan yang Dia firmankan, Adonia harus dihukum mati hari ini!”
25Lalu, Raja Salomo menyerahkan kuasa kepada Benaya, anak Yoyada, dan dia menyerangnya sehingga dia mati.
26Raja berkata kepada Imam Abyatar, “Pergilah ke Anatot, ke ladang-ladangmu karena kamu layak mati. Namun, pada hari ini aku tidak akan membunuhmu karena kamu mengangkat Tabut Tuhan ALLAH di hadapan Daud, ayahku, dan karena kamu telah turut menderita dalam segala yang diderita ayahku.”
27Lalu, Salomo memecat Abyatar dari jabatannya sebagai imam TUHAN, dan menggenapi firman TUHAN yang telah Dia firmankan mengenai keluarga Eli di Silo.
28Ketika berita itu sampai kepada Yoab -- karena Yoab telah memihak Adonia meskipun dia tidak memihak kepada Absalom -- Yoab berlari ke tenda TUHAN, dan memegang tanduk-tanduk mazbah.
29Saat diberitahukan kepada Raja Salomo bahwa Yoab lari ke tenda TUHAN dan dia telah berada di samping mazbah, Salomo menyuruh Benaya, anak Yoyada, katanya, “Pergilah, seranglah dia.”
30Benaya masuk ke tenda TUHAN serta berkata kepadanya, “Beginilah raja berkata, ‘Keluarlah!’” Namun, Yoab menjawab, “Tidak, karena aku ingin mati di sini.” Lalu, Benaya menyampaikan jawaban itu kepada raja, katanya, “Begitulah Yoab berbicara dan begitulah dia menjawabku.”
31Raja menjawab kepadanya, “Lakukanlah seperti yang dia bicarakan. Seranglah dia dan kuburkan dia, supaya kamu dapat menyingkirkan dariku dan dari kaum keluargaku utang darah yang telah Yoab tumpahkan.
32TUHAN akan membalas darahnya atas kepalanya, sebab dia telah membunuh dua orang yang lebih benar dan lebih baik dari dirinya, lalu membunuh mereka dengan pedang, dan Daud, ayahku, tidak mengetahuinya, yaitu Abner, anak Ner, panglima tentara Israel dan Amasa, anak Yeter, panglima tentara Yehuda.
33Demikianlah darah mereka dibalaskan ke atas kepala Yoab dan ke atas kepala keturunannya, sampai selama-lamanya. Namun, keturunan Daud, keluarganya, dan takhtanya akan mendapat damai sejahtera dari TUHAN sampai selama-lamanya.”
34Lalu, Benaya, anak Yoyada pergi dan menyerang, serta membunuh Yoab, lalu menguburkan dia ke rumahnya di padang belantara.
35Raja mengangkat Benaya, anak Yoyada sebagai panglima tentara menggantikan Yoab, dan raja mengangkat Imam Zadok menggantikan Abyatar.
36Kemudian, raja mengutus dan memanggil Simei, serta berkata kepadanya, “Bangunlah rumah bagimu di Yerusalem, lalu tinggallah di sana dan janganlah keluar ke mana pun.
37Sebab, pada hari kamu keluar dan menyeberangi Sungai Kidron, kamu pasti mengerti bahwa kamu akan mati dibunuh, darahmu akan berada di atas kepalamu.”
38Simei berkata kepada raja, “Perkataan ini adalah baik, seperti yang Tuanku Raja titahkan, maka hambamu akan melakukannya.” Lalu, Simei tinggal di Yerusalem selama beberapa hari.
39Namun, sesudah lewat tiga tahun, dua orang hamba Simei berlari kepada Akhis, anak Maakha, raja Gat. Saat mereka memberitahukan kepada Simei, katanya, “Lihatlah, hamba-hambamu berada di Gat,”
40Simei berkemas dan memelana keledainya, serta pergi ke Gat kepada Akhis untuk mencari hamba-hambanya. Lalu, Simei pulang dan membawa hamba-hambanya dari Gat.
41Pada saat diberitahukan kepada Salomo bahwa Simei pergi dari Yerusalem ke Gat dan sudah pulang,
42Raja mengutus dan memanggil Simei serta bertanya kepadanya, “Apakah aku tidak menyuruhmu bersumpah demi TUHAN dan memperingatkanmu, kataku: ‘Pada waktu kamu keluar dan pergi ke mana pun, kamu pasti mati dibunuh’? Kamu telah berkata kepadaku: ‘Perkataan ini adalah baik, aku mendengarkan.’
43Mengapa kamu tidak memegang sumpah demi TUHAN dan perintah yang aku perintahkan kepadamu?”
44Raja juga berkata kepada Simei, “Kamu mengetahui segala kejahatan yang diketahui hatimu, yang kamu lakukan kepada Daud, ayahku, dan TUHAN akan membalas kejahatanmu ke atas kepalamu.
45Namun, Raja Salomo akan diberkati dan takhta Daud akan kukuh di hadapan TUHAN sampai selamanya.”
46Lalu, raja memerintahkan Benaya, anak Yoyada dan dia keluar, serta menyerang Simei sehingga dia mati. Demikianlah kerajaan itu kukuh di tangan Salomo.
1 Raja-Raja 3
Salomo Memohon Hikmat
1Salomo bersekutu dengan Firaun, raja Mesir, dan mengawini anak perempuan Firaun. Dia membawanya ke Kota Daud, sampai dia selesai membangun istananya dan Bait TUHAN serta tembok yang mengelilingi Yerusalem.
2Namun, rakyat masih mempersembahkan kurban di bukit-bukit pengurbanan karena belum ada bait yang dibangun bagi nama TUHAN sampai hari itu.
3Salomo mengasihi TUHAN dengan hidup seturut ketetapan Daud, ayahnya. Namun, dia masih mengurbankan dan membakar dupa di bukit-bukit pengurbanan.
4Kemudian, raja pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan kurban, karena di sana ada bukit pengurbanan yang besar. Salomo mengurbankan seribu kurban bakaran di atas mazbah itu.
5Di Gibeon, TUHAN menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada malam hari. Allah berfirman, “Mintalah apa yang patut Kuberikan kepadamu.”
6Salomo menjawab, “Engkau telah menunjukkan belas kasih yang besar kepada hamba-Mu, Daud, ayahku, karena dia hidup di hadapan-Mu dalam kesetiaan, kebenaran, dan kejujuran hati terhadap-Mu. Engkau telah memelihara belas kasih yang besar ini kepadanya, dan Engkau memberikan kepadanya seorang anak untuk duduk di takhtanya, seperti pada hari ini.
7Sekarang, ya TUHAN, Allahku, Engkau telah mengangkat hamba-Mu sebagai raja pengganti Daud, ayahku. Namun, aku hanya anak muda yang belum berpengalaman.
8Hamba-Mu ini berada di antara umat-Mu yang Kaupilih, umat yang besar, yang tidak terbilang dan tidak terhitung banyaknya.
9Karena itu, berikanlah hati yang bijaksana kepada hamba-Mu untuk memerintah umat-Mu, supaya aku dapat membedakan yang baik dan yang jahat. Sebab, siapakah yang sanggup memerintah umat-Mu yang besar ini?”
10Perkataan Salomo itu baik di mata Tuhan, Dia berkenan karena hal itulah yang diminta oleh Salomo.
11Lalu, Allah berfirman kepadanya, “Karena kamu telah meminta hal ini, dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan bagi dirimu, dan tidak meminta nyawa musuhmu, melainkan meminta pengertian bagimu untuk memutuskan keadilan,
12lihatlah, Aku mengabulkannya sesuai perkataanmu. Lihatlah, Aku mengaruniakan kepadamu hati yang bijak serta berpengertian sehingga sebelum kamu tidak ada orang yang sepertimu, dan setelahmu tidak akan bangkit orang yang sepertimu.
13Aku juga memberikan kepadamu apa yang tidak kauminta, yaitu kekayaan dan kemuliaan, sehingga di antara semua raja tidak ada yang sepertimu sepanjang umurmu.
14Jika kamu hidup seturut jalan-Ku, memelihara ketetapan-ketetapan-Ku serta perintah-perintah-Ku seperti Daud, ayahmu, Aku akan memperpanjang umurmu.”
15Lalu, Salomo bangun dan ternyata itu mimpi. Dia kembali ke Yerusalem, dan berdiri di hadapan Tabut Perjanjian Tuhan untuk mempersembahkan kurban-kurban bakaran dan kurban-kurban perdamaian, serta mengadakan perjamuan makan bagi seluruh hambanya.
Bukti Hikmat Salomo
16Lalu, dua orang perempuan sundal datang kepada raja dan berdiri di hadapannya.
17Salah seorang dari perempuan itu berkata, “Ya Tuanku, aku dan perempuan ini tinggal dalam satu rumah dan aku melahirkan anak ketika dia berada di rumah.
18Kemudian, tiga hari sesudah aku melahirkan, perempuan ini melahirkan juga. Di rumah itu, tidak ada orang lain yang bersama kami. Hanya kami berdua di dalam rumah itu.
19Anak dari perempuan ini mati pada waktu malam karena dia tidur di atasnya.
20Lalu, dia bangun saat tengah malam, dan mengambil anakku dari sisiku saat hambamu tidur dan membaringkannya di dadanya. Kemudian, dia membaringkan anaknya yang mati di dadaku.
21Saat aku bangun pada pagi hari untuk menyusui anakku, ternyata dia sudah mati. Namun, saat aku mengamat-amatinya pada pagi hari, sesungguhnya dia bukanlah anak yang telah aku lahirkan.”
22Namun, perempuan lainnya berkata, “Tidak, anakkulah yang hidup dan anakmu yang mati.” Akan tetapi, perempuan yang pertama berkata, “Tidak! Anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup.” Begitulah mereka berbicara di hadapan raja.
23Lalu, raja berkata, “Yang seorang berkata: ‘Ini anakku yang hidup, anakmulah yang mati.’ Yang lain berkata: ‘Tidak! Anakmu yang mati dan anakku yang hidup.’”
24Raja berkata, “Ambilkan aku pedang.” Lalu, mereka membawa pedang ke hadapan raja.
25Raja berkata, “Penggallah anak yang hidup itu menjadi dua. Berikanlah yang setengah kepada yang pertama dan setengah kepada yang lain.”
26Lalu, perempuan yang anaknya masih hidup berbicara kepada raja -- karena belas kasihnya timbul kepada anaknya, katanya, “Ya, Tuanku, berikanlah kepadanya anak yang masih hidup, janganlah sekali-kali membunuhnya.” Namun, perempuan lainnya berkata, “Biar saja, tidak untukku atau untukmu juga, belahlah dia!”
27Lalu, raja menjawab dan berkata, “Berikan anak yang hidup kepada perempuan yang pertama. Janganlah membunuhnya karena dialah ibunya.”
28Saat seluruh Israel mendengar keputusan yang diberikan oleh raja, mereka segan kepada raja. Sebab, mereka melihat bahwa hikmat Allah ada di dalam dirinya untuk melaksanakan keadilan.